JAKARTA - Memiliki dana di kisaran Rp98 juta hingga Rp119 juta sering kali membuat calon pembeli mobil berada di posisi serbadilema. Jika dialokasikan untuk membeli kendaraan baru, anggaran tersebut paling banter hanya cukup untuk menebus uang muka (down payment) atau mendapatkan mobil perkotaan kelas LCGC berkapasitas terbatas. Namun, jika Anda jeli melirik bursa roda empat seken, rentang budget tersebut justru menjadi "surga" untuk membawa pulang lini mobil bekas di bawah 120 juta dari segmen SUV tangguh yang sempat menjadi simbol status kekayaan pada zamannya.
Membeli mobil jangkung berwibawa dengan harga miring kini menjadi tren yang diminati masyarakat perkotaan. Selain mendongkrak penampilan, SUV dinilai lebih andal dalam menerjang banjir dan jalanan berlubang berkat jarak terendah ke tanah (ground clearance) yang tinggi. Beberapa varian mobil bekas di bawah 120 juta ini bahkan menawarkan opsi mesin bertenaga besar hingga fitur kenyamanan premium yang tidak akan Anda temukan pada mobil keluarga murah keluaran terbaru.
Meski demikian, memelihara kendaraan berumur di atas sepuluh tahun menuntut komitmen ekstra, terutama dalam menyiapkan dana darurat untuk peremajaan komponen interior maupun transmisi. Merangkum laporan bursa kendaraan dari kanal RD Oto, berikut adalah lima rekomendasi mobil bekas di bawah 120 juta kasta tertinggi yang paling menggiurkan untuk dipinang.
1. Honda CR-V Gen 3 (2008): Desain Timeless dan Handling Stabil
Dikenal luas dengan julukan "CR-V Kura-kura", generasi ketiga SUV andalan Honda ini masih sangat berkelas saat diajak nongkrong di pusat perbelanjaan modern. Di pasar kendaraan seken, model ini dibanderol stabil di angka Rp110 juta dengan dua opsi pilihan mesin yang menarik.
Bagi pencinta performa, varian mesin 2.400 cc (K24) bertransmisi otomatis menyajikan tenaga buas 170 PS, jok elektrik, serta fitur keselamatan Vehicle Stability Assist (VSA). Sementara bagi konsumen yang takut dompetnya jebol akibat konsumsi BBM dalam kota yang menyentuh 1 banding 7 km, varian 2.000 cc (R20) bertransmisi manual menawarkan efisiensi hingga 1 banding 9 km dengan biaya perawatan rutin yang jauh lebih simpel.
2. Nissan X-Trail T31 2.5 ST (2010): Kenyamanan Sofa Berjalan
Jika prioritas utama Anda adalah kelembutan suspensi, Nissan X-Trail T31 tipe 2.5 ST lansiran 2010 adalah jawaranya. Menggunakan sistem suspensi independen di keempat rodanya, X-Trail generasi kedua ini menawarkan kualitas berkendara yang sangat empuk layaknya sebuah sofa berjalan.
Dapur pacunya mengandalkan mesin QR25DE 2.500 cc dengan paduan transmisi matik CVT yang menghasilkan penyaluran tenaga instan dan konsumsi BBM tol di angka 1 banding 12 km. Uniknya, mobil ini dilengkapi kompartemen cooler box pendingin minuman di dashboard serta laci bagasi yang bisa dicuci. Unit ini ditawarkan dengan harga tunai Rp110 juta, bahkan bisa merosot hingga Rp98 juta jika dibeli melalui skema kredit.
3. Suzuki Grand Vitara (2010): SUV Gagah Penggerak Roda Belakang
Suzuki Grand Vitara lansiran 2010 menjadi opsi paling maskulin berkat bahasa desain eksteriornya yang tampak kekar dan berotot. Berbeda dengan CR-V dan X-Trail yang mengandalkan penggerak roda depan, Grand Vitara mengusung sistem penggerak roda belakang (RWD) yang membuatnya jauh lebih tangguh saat melahap tanjakan curam dan medan semi-berat.
Di pasar sekunder, tipe GL matik dipasarkan senilai Rp107 juta, sedangkan tipe tertinggi JLX manual bertengger di angka Rp119 juta. Kelemahan mobil bermesin J20A 2.000 cc ini terletak pada akselerasi awalnya yang cenderung lambat (boyo) dan konsumsi bensin yang cukup boros. Namun, keandalan suku cadang Suzuki yang sangat awet menjadi nilai tambah yang patut dipertimbangkan.
4. Toyota Rush Tipe G (2010): Solusi Paling Aman dan Ekonomis
Bagi konsumen yang memiliki budget mepet di angka Rp100 juta pas, Toyota Rush generasi pertama tipe G bertransmisi manual tahun 2010 adalah pilihan paling rasional. Mengandalkan mesin bensin 1.500 cc berkode 3SZ-VE—mesin yang sama dengan Avanza—SUV kompak ini sangat digemari karena karakternya yang hemat BBM dan tidak mudah rusak.
Biaya operasionalnya sangat rendah, suku cadangnya melimpah hingga ke pelosok, serta memiliki nilai jual kembali (resale value) khas Toyota yang sangat stabil di pasaran. Varian tertingginya, yakni Rush S matik tahun 2010, kini dipasarkan di angka Rp115 juta. Kelemahannya hanya terletak pada bantingan suspensi belakang yang terasa agak kaku dan memantul.
Baca Juga: Intip Modifikasi Suzuki Karimun Kotak yang Kece dan Fungsional, Budget Pelajar tapi Hasil Mewah!
5. Daihatsu Terios TX (2012): Tahun Muda dan Kabin 7-Seater Lapang
Sebagai kembaran dari Toyota Rush, Daihatsu Terios tipe TX tahun 2012 menawarkan keuntungan berupa usia kendaraan yang lebih muda dua tahun dengan harga yang setara, yakni Rp115 juta (masih bisa dinego). Secara teknis, kedua mobil ini berbagi basis mesin, sasis RWD, dan ketangguhan kaki-kaki yang identik.
Namun, Terios TX 2012 memiliki keunggulan fungsionalitas karena sudah dilengkapi konfigurasi tiga baris kursi (7-seater) asli dari pabrikan, berbeda dengan Rush 2010 tipe G yang kursi baris ketiganya masih bersifat opsional. Memilih Terios tahun muda menjadi langkah cerdas bagi keluarga yang menginginkan komponen mesin yang lebih segar sehingga meminimalisasi daftar perbaikan di bengkel.
Editor : Natasha Eka Safrina