Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Honda Beat Pop Modifikasi Bergaya CT125 Ini Bikin Pangling, Modal Cuma Rp12 Juta di Luar Harga Motor

Fadhilah Salsa Bella • Selasa, 14 Juli 2026 | 11:30 WIB
Honda Beat Pop modifikasi bergaya CT125 ini hanya menghabiskan biaya Rp12 juta di luar harga motor dan dikerjakan sebagian besar sendiri (You Tube).
Honda Beat Pop modifikasi bergaya CT125 ini hanya menghabiskan biaya Rp12 juta di luar harga motor dan dikerjakan sebagian besar sendiri (You Tube).

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Honda Beat Pop modifikasi bergaya Honda CT125 berhasil mencuri perhatian berkat tampilannya yang unik. Motor yang dikenal kurang diminati di pasar Indonesia itu disulap menjadi skutik bergaya scooter culture dengan total biaya modifikasi sekitar Rp12 juta di luar harga motor.

Motor tersebut merupakan milik Kang Mod, seorang pecinta modifikasi yang sengaja memilih Honda Beat Pop karena ingin tampil berbeda dari tren modifikasi Honda Spacy bergaya Super Cub yang saat itu mulai ramai.

Honda Beat Pop bekas yang digunakan dibeli dengan harga sekitar Rp8 juta dalam kondisi pajak mati satu tahun. Meski mesin masih normal, motor tersebut membutuhkan perbaikan ringan pada sektor CVT sebelum proses modifikasi dimulai.

Baca Juga: 7 Mobil Listrik Bekas Murah 2026 Mulai Rp95 Jutaan, Wuling Air EV hingga Neta V Jadi Incaran

Terinspirasi Honda CT125

Menurut Kang Mod, konsep motor sejak awal mengarah ke Honda CT125. Pilihan itu diambil agar tampil berbeda dari modifikasi scooter culture lain yang banyak menggunakan Honda Spacy.

Setelah mendapatkan unit Beat Pop bekas keluaran tahun 2018, proses modifikasi langsung dimulai sesuai konsep yang telah direncanakan.

Cat Full Body Habiskan Rp2 Juta

Perubahan paling mencolok terlihat pada kombinasi warna hijau, putih, dan cokelat yang terinspirasi dari mobil milik Dimas Finfas.

Seluruh bodi, baik panel halus maupun kasar, termasuk beberapa komponen besi, dicat ulang dengan biaya sekitar Rp2 juta.

Proses pengecatan sempat mengalami kendala karena warna hasil akhir berbeda dari referensi yang dikirim melalui ponsel. Namun setelah dilakukan pengecekan langsung ke bengkel cat, hasil akhirnya tetap sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Baca Juga: Mobil Listrik Bekas Kini Terjun Bebas, Wuling Air EV Cuma Rp95 Juta, Lebih Untung Beli Bekas?

Kaki-kaki Turun ke Ring 12

Sektor kaki-kaki menjadi salah satu ubahan utama.

Velg standar ring 14 diganti menggunakan velg jari-jari ring 12 hasil produksi Sidoarjo dengan biaya sekitar Rp550 ribu untuk sepasang velg tanpa tromol.

Tromol menggunakan milik Honda Beat karburator sehingga pemasangannya tetap plug and play tanpa mengubah dudukan bawaan.

Ban depan memakai ukuran 110/70, sedangkan ban belakang menggunakan ukuran 120/70.

Kaliper rem depan diganti menggunakan milik Honda Scoopy, sementara cover cakram menggunakan produk Bungbon asal Bangladesh.

Lampu dan Aksesori Bergaya Adventure

Tampilan depan berubah cukup drastis setelah lampu utama bawaan ditutup dan diganti menggunakan lampu LED bulat berukuran sekitar 2,5 inci.

Lampu tersebut dipasang pada bracket bergaya Honda Fazzio dengan biaya sekitar Rp300 ribuan.

Sein diberi lapisan film kuning, sedangkan spion menggunakan produk aftermarket.

Emblem Honda di sisi kanan dan kiri menjadi salah satu komponen paling mahal dengan harga sekitar Rp500 ribu untuk sepasang.

Baca Juga: Mobil Listrik Bekas Terjun Bebas! Hyundai Ioniq 5 hingga Wuling Air EV Kini Dijual Setengah Harga

Jok, Box, hingga Karpet Ikut Berubah

Jok dibuat ulang menggunakan kulit berwarna cokelat agar senada dengan konsep motor.

Bagian belakang dilengkapi box bergaya perlengkapan camping yang dipasang menggunakan kombinasi bracket Honda PCX dan behel bawaan Beat Pop yang telah dimodifikasi.

Pemilik mengakui sistem buka jok masih menggunakan baut sehingga membutuhkan kunci ketika hendak mengisi bahan bakar. Namun mekanisme tersebut rencananya akan disempurnakan agar lebih praktis.

Karpet dek juga diganti menggunakan model bertema Indomie yang sudah dibuat khusus sesuai bentuk Beat Pop.

Lampu Belakang Dibuat Lebih Minimalis

Ubahan lain terdapat pada lampu belakang.

Rumah lampu dimodifikasi dengan memasang LED sepanjang sekitar 12 sentimeter sehingga tampil lebih sederhana dan menyatu dengan desain spatbor belakang.

Motor juga menggunakan side marker sebagai pelengkap tampilan, sedangkan suspensi belakang diganti menggunakan produk DBS.

Baca Juga: Promo BYD Juli 2026 Bikin Kaget, Atto 3, M6 hingga Sealion 7 Dapat DP 15 Persen dan Cashback

Sebagian Besar Dikerjakan Sendiri

Yang menarik, hampir seluruh proses modifikasi dilakukan sendiri oleh pemilik di rumah.

Selain pengecatan, pelapisan velg, dan pemasangan stiker, seluruh pekerjaan mulai dari pemasangan bodi, bracket, instalasi lampu, penggantian mika speedometer, servis CVT, hingga instalasi kelistrikan dikerjakan secara mandiri.

Menurut Kang Mod, apabila seluruh pekerjaan tersebut diserahkan kepada bengkel, biaya jasa diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp3 juta.

Total Biaya Sekitar Rp20 Juta

Secara keseluruhan, biaya modifikasi mencapai sekitar Rp12 juta di luar harga motor bekas Rp8 juta.

Dengan total dana sekitar Rp20 juta, Honda Beat Pop yang sebelumnya kurang diminati berhasil berubah menjadi motor bergaya Honda CT125 yang tampil berbeda di jalan.

Pemilik mengaku motor tersebut sering menarik perhatian pengguna jalan yang penasaran dengan modelnya. Bahkan setelah rampung, motor ini sempat mengikuti ajang modifikasi Honda di Jawa Barat dan berhasil meraih juara ketiga pada kelas matic bergaya scooter culture.

Baca Juga: Daftar Harga Mobil Bekas Bekasi Juli 2026, Wuling Air EV Rp140 Juta hingga Alphard Mulai Rp550 Juta

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Honda Beat Pop Modifikasi #Honda Beat Pop CT125 #Modifikasi Beat Pop #Scooter Culture Indonesia #Honda Beat Pop Custom