TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Honda Beat terceper milik Adi atau yang akrab disapa Adi Kaz sukses mencuri perhatian karena tampil berbeda dari modifikasi matic pada umumnya. Motor Honda Beat 2015 tersebut dibuat sangat rendah dengan konsep "Beat bantet", mengandalkan velg ring 12 milik Scoopy Thailand, namun tetap mempertahankan tampilan standar atau OEM look.
Konsep Honda Beat terceper ini lahir dari hobi sang pemilik yang berasal dari dunia modifikasi mobil. Berbeda dari tren motor ceper yang identik dengan ban tipis, Beat ini justru menggunakan ban berprofil tebal sehingga menghasilkan tampilan pendek, lebar, dan proporsional.
Pada video tersebut, Adi menjelaskan bahwa ide membuat motor seceper ini muncul setelah sebelumnya hanya menurunkan suspensi sekitar 4–5 sentimeter. Menurutnya, hasil tersebut masih kurang memberikan perubahan visual yang signifikan sehingga akhirnya diputuskan untuk membuat motor jauh lebih rendah.
Di sisi lain, modifikasi tetap mempertimbangkan agar motor masih dapat digunakan di jalan meski banyak fungsi yang harus dikorbankan.
Baca Juga: Daftar Harga Mobil Bekas Bekasi Juli 2026, Wuling Air EV Rp140 Juta hingga Alphard Mulai Rp550 Juta
Konsep Beat Bantet Berawal dari Velg Ring 12
Salah satu alasan utama memilih Honda Beat adalah kemudahan memasang velg ring 12 milik Scoopy i Thailand.
Velg tersebut sebelumnya menggunakan ukuran ring 14 bawaan Beat. Setelah diganti menjadi ring 12 dengan ukuran lebih lebar, tampilan motor berubah drastis menjadi lebih pendek dan berisi.
Ban yang digunakan juga jauh lebih besar dibanding standar.
Untuk roda depan dipasang ban ukuran 120/70 ring 12, sedangkan bagian belakang menggunakan ukuran 130/70 ring 12. Kombinasi tersebut membuat karakter "bantet" semakin terlihat.
Menurut Adi, tren motor ceper saat ini banyak menggunakan ban tipis dengan bibir velg menonjol. Namun ia justru memilih ban tebal agar tampilannya berbeda.
Suspensi Dipangkas Hingga Delapan Sentimeter
Perubahan paling ekstrem terdapat pada sektor kaki-kaki.
Bagian depan mengalami modifikasi dengan mengganti pipa sok, memangkas per, serta mengubah posisi as sehingga motor tampak sangat rendah. Meski demikian, masih disisakan sedikit jarak main suspensi agar tetap bisa dikendarai.
Shock depan tetap menggunakan komponen standar Honda Beat. Hanya tabung shock sebelah kiri diganti milik Scoopy Thailand agar dapat memasang kaliper rem tiga piston bawaan Scoopy i.
Sementara itu, suspensi belakang dibuat lebih pendek melalui proses custom.
Jika shock standar Honda Beat memiliki panjang sekitar 310 mm, maka shock hasil modifikasi hanya memiliki panjang sekitar 230 mm. Artinya, tinggi suspensi belakang berkurang sekitar delapan sentimeter.
Shock tetap memakai komponen asli Honda Beat, tetapi mengalami pemotongan pada as, per, serta menggunakan oli dengan viskositas lebih kental agar karakter suspensi lebih keras.
Baca Juga: Promo BYD Juli 2026 Bikin Kaget, Atto 3, M6 hingga Sealion 7 Dapat DP 15 Persen dan Cashback
Tetap Mengutamakan Tampilan Standar
Meski mengalami banyak perubahan teknis, tampilan luar motor justru dibuat sesederhana mungkin.
Striping bawaan dilepas sehingga bodi terlihat bersih. Frame headlamp dicat hitam sebagai sentuhan yang terinspirasi dari dunia modifikasi mobil.
Lampu indikator pada speedometer juga dibuat berbeda. Adi mengganti warna pencahayaan menjadi hijau menggunakan kondom bohlam milik Toyota sehingga nuansanya menyerupai panel instrumen mobil lawas.
Bagian belakang juga diberi side marker merah yang umum ditemukan pada mobil bergaya USDM.
Sentuhan kecil tersebut menjadi ciri khas karena sang pemilik memang berasal dari komunitas otomotif roda empat.
Banyak Komponen OEM Dipadukan dengan Parts Scoopy Thailand
Selain velg, beberapa komponen lain juga berasal dari Scoopy Thailand.
Segitiga depan diganti agar mampu mengakomodasi velg yang lebih lebar. Kaliper rem menggunakan bawaan Scoopy i Thailand dengan konfigurasi tiga piston.
Menariknya, cakram tetap menggunakan ukuran standar Honda Beat.
Fender depan pun tetap memakai komponen bawaan Beat karena lubang bautnya masih sesuai dengan segitiga Scoopy yang digunakan.
Mesin sendiri nyaris tidak mengalami perubahan.
Adi hanya melakukan penyetelan ECU agar respons putaran bawah menjadi lebih baik. Menurutnya, tenaga mesin tidak mengalami peningkatan signifikan, tetapi akselerasi terasa lebih responsif.
Baca Juga: Mobil Listrik Bekas Terjun Bebas! Hyundai Ioniq 5 hingga Wuling Air EV Kini Dijual Setengah Harga
Masih Bisa Dipakai, Meski Banyak Kompromi
Motor ini memang masih dapat digunakan di jalan raya, tetapi kenyamanannya jauh berkurang.
Shock yang sangat pendek membuat karakter suspensi menjadi sangat keras. Polisi tidur harus dilewati dengan hati-hati, bahkan terkadang motor perlu diangkat agar bagian bawah tidak menghantam permukaan jalan.
Standar tengah juga dilepas karena posisinya terlalu rendah.
Selain itu, dudukan mesin mulai terkikis akibat sering bergesekan dengan aspal. Untuk mengantisipasi kerusakan, pemilik bahkan telah menyiapkan crankcase cadangan apabila komponen tersebut mengalami kerusakan.
Adi mengakui motor ini bukan lagi kendaraan praktis untuk aktivitas harian. Namun seluruh pengorbanan tersebut dianggap sepadan demi mendapatkan tampilan yang unik dan berbeda.
Biaya Modifikasi Tidak Terlalu Hedon
Meski tampil ekstrem, biaya modifikasi disebut tidak terlalu tinggi.
Menurut Adi, pengeluaran terbesar berasal dari paket velg, segitiga depan, serta sistem rem yang menghabiskan dana sekitar Rp6 juta di luar harga motor.
Komponen tersebut masih memiliki nilai jual sehingga sewaktu-waktu dapat dilepas kembali apabila ingin mengembalikan motor ke kondisi semula.
Motor Honda Beat sendiri telah dimiliki sejak 2018. Namun proses modifikasi bergaya "Beat bantet" baru dikerjakan sekitar enam bulan terakhir hingga menghasilkan tampilan seperti sekarang.
Hasil akhirnya menghadirkan sebuah Honda Beat terceper dengan konsep OEM look yang sederhana, tetapi berhasil menarik perhatian karena berbeda dari kebanyakan modifikasi skutik di Indonesia.
Baca Juga: 7 Mobil Listrik Bekas Murah 2026 Mulai Rp95 Jutaan, Wuling Air EV hingga Neta V Jadi Incaran
Editor : Fadhilah Salsa Bella