TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Anggapan bahwa mobil berkapasitas mesin 3 silinder tidak bisa melaju kencang berhasil dipatahkan. Melalui langkah modifikasi Toyota Agya yang tepat, performa mobil perkotaan ini justru menjadi sangat responsif. Karakter tarikan bawah bodi kendaraan kini terasa jauh lebih menjambak bertenaga saat pedal gas diinjak sedalam mungkin.
Sejatinya, unit Toyota Agya tipe G CVT rilisan tahun 2024 ini dibekali dengan mesin non-turbo berkapasitas 1.200 cc. Spesifikasi jantung mekanis serta sistem transmisi otomatis yang digunakannya persis sama dengan milik Toyota Raize 1.2G. Keunggulan mobil ini terletak pada bobot total bodi kendaraan yang jauh lebih ringan.
Modifikasi Toyota Agya di sektor dapur pacu ini tergolong sangat minimalis karena tidak menyentuh komponen internal sasis. Pemilik mobil sama sekali tidak mengganti komponen filter udara bawaan ataupun melakukan ubahan ekstrem kelistrikan. Peningkatan performa murni didapatkan hanya dengan melakukan trik sederhana pada saluran pasokan udara bersih.
Pemilik sengaja melepas komponen sekat pembatas berbahan plastik yang terpasang pada corong pipa intake udara orisinal. Pada kondisi standar pabrikan, sekat plastik tersebut berfungsi untuk menutup sebagian jalurnya udara demi meredam suara. Setelah sekat tersebut dicopot, pasokan volume udara segar ke ruang mesin menjadi jauh lebih melimpah lancar.
Dampak positif dari pelepasan sekat plastik tersebut langsung terasa pada responsivitas akselerasi awal kendaraan. Nafas mesin menjadi lebih panjang dan tidak terasa tertahan saat mobil dipacu pada kecepatan tinggi. Dalam sebuah sesi uji coba, mobil ini bahkan diklaim sanggup menyentuh angka kecepatan puncak hingga 178 km/jam.
Selain bertenaga, tingkat konsumsi BBM tol luar kota juga mencatatkan angka efisiensi yang sangat luar biasa. Saat diajak melakukan perjalanan bolak-balik rute Bandung, indikator mencatat rasio angka berkisar antara 1:21 hingga 1:22. Efisiensi tinggi ini terjadi berkat keunggulan karakter transmisi CVT baru yang digunakannya.
Saat melaju konstan pada kecepatan 100 km/jam di jalan bebas hambatan, putaran mesin terpantau sangat rileks di angka 2.000 RPM. Sementara ketika kecepatan dinaikkan hingga menyentuh 120 km/jam, putaran mesin hanya berada di posisi 2.500 RPM. Kondisi kerja mesin yang santai ini membuat suara bising tidak sampai masuk mengganggu kabin.
Beralih ke area luar bodi, konsep ubahan minimalis juga diterapkan pada bagian kosmetik eksterior belakang mobil. Pemilik melakukan metode emblem deletion dengan mencopot seluruh logo varian bawaan pabrik agar terlihat bersih. Logo burung garuda pada grill depan juga diganti dengan logo global Toyota bergaya JDM.
Sebagai pemanis tambahan, sebuah stiker kecil bertuliskan "Dual VVT-i" ditempelkan pada bagian kaca belakang sisi dalam. Aksesoris seharga Rp10.000 yang dibeli secara online ini meniru gaya bahasa desain sedan mewah Toyota Altis tipe tahun 2010. Tampilan lampu belakang dibiarkan standar karena mika aslinya sudah mengusung efek gelap atau smoked.
Cerita unik sempat dialami pemilik saat sedang melakukan pengisian bahan bakar di salah satu area SPBU Shell kota. Petugas pengisi bensin sempat kebingungan dan menanyakan tipe model mobil hitam mengkilap tanpa emblem identitas tersebut. Melalui kombinasi estetika luar yang bersih dan performa mesin jengat, mobil murah ini sukses naik kelas.
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube