TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Suzuki Karimun Estilo masih menjadi salah satu pilihan mobil bekas di segmen city car yang menarik untuk dipertimbangkan. Selain menawarkan konsumsi bahan bakar yang irit, model facelift juga dinilai lebih mudah dirawat karena menggunakan mesin yang berbagi komponen dengan Suzuki Karimun Wagon R.
Karimun Estilo merupakan generasi kedua keluarga Karimun yang hadir di Indonesia pada 2007. Berbeda dengan Karimun generasi pertama yang mengusung konsep kei car Jepang, Estilo mengadopsi basis Maruti Zen Estilo dari India sehingga tampil dengan desain yang lebih membulat.
Bagi calon pembeli mobil bekas, versi facelift keluaran 2009 ke atas lebih direkomendasikan dibanding model pre-facelift. Selain mesinnya berbeda, ketersediaan suku cadang versi facelift disebut lebih mudah ditemukan.
Sejarah Suzuki Karimun Estilo
Suzuki pertama kali memperkenalkan Karimun pada 1998 di Jepang sebelum dipasarkan secara global mulai 1999.
Di Indonesia, generasi pertama dikenal sebagai Karimun Kotak dan mendapat sambutan positif karena desainnya yang unik serta diproduksi secara lokal.
Memasuki 2007, Suzuki menghadirkan Karimun Estilo sebagai generasi kedua. Mobil ini mengambil basis Maruti Zen Estilo yang dipasarkan di India sehingga statusnya berubah menjadi Completely Built Up (CBU).
Setelah itu, Karimun kembali berganti generasi pada 2013 melalui Karimun Wagon R yang masuk kategori Low Cost Green Car (LCGC).
Desain Lebih Modern pada Versi Facelift
Secara tampilan, Karimun Estilo memiliki desain paling membulat dibanding Karimun Kotak maupun Karimun Wagon R.
Mobil ini mempunyai panjang sekitar 3,6 meter, lebar 1,5 meter, tinggi 1,6 meter, serta wheelbase sekitar 2,3 meter.
Suzuki menghadirkan dua versi, yakni pre-facelift dan facelift.
Versi pre-facelift menggunakan lampu depan berbentuk jajaran genjang dengan bumper membulat.
Sementara model facelift yang hadir mulai 2009 memakai lampu depan berbentuk segitiga sehingga tampil lebih modern.
Pemilik juga disarankan memperhatikan kondisi lampu depan karena harga lampu baru disebut mencapai sekitar Rp1 jutaan per unit.
Di bagian samping, spion sudah menggunakan pengaturan elektrik dan dicat sewarna bodi.
Sementara bagian belakang masih sederhana tanpa wiper belakang, defogger, maupun sensor parkir.
Baca Juga: Ramalan Jayabaya 2026 Sebut 7 Peristiwa Besar, dari Krisis Ekonomi hingga Kebangkitan Spiritual
Mesin Facelift Dinilai Lebih Praktis
Perbedaan terbesar terdapat pada sektor mesin.
Karimun Estilo pre-facelift memakai mesin F10D 1.100 cc empat silinder SOHC yang menghasilkan tenaga sekitar 65 hp pada 6.000 rpm dan torsi 84 Nm pada 3.500 rpm.
Sedangkan facelift menggunakan mesin K10B 1.000 cc tiga silinder DOHC dengan tenaga sekitar 68 hp pada 6.000 rpm dan torsi 90 Nm pada 3.500 rpm.
Keduanya hanya tersedia dengan transmisi manual lima percepatan dan penggerak roda depan.
Versi facelift dinilai lebih direkomendasikan karena menggunakan mesin yang sama dengan Karimun Wagon R sehingga suku cadangnya lebih mudah dicari dan harganya relatif lebih terjangkau.
Untuk konsumsi BBM, Karimun Estilo diklaim mampu mencatat sekitar 15 km/liter di dalam kota, sekitar 17 km/liter untuk rute kombinasi, serta lebih dari 25 km/liter di luar kota. Bahkan terdapat pengguna yang mengklaim konsumsi bahan bakarnya mencapai sekitar 28 km/liter.
Interior Sederhana tetapi Fungsional
Masuk ke kabin, tata letaknya memiliki kemiripan dengan Karimun Wagon R, tetapi tetap mempertahankan nuansa Karimun generasi pertama.
Dashboard didominasi warna cokelat dan beige, sementara panel instrumen masih menggunakan model analog.
Fitur yang tersedia antara lain electric mirror, pengatur ketinggian lampu depan, fog lamp, power window empat pintu, serta auto down pada sisi pengemudi.
Head unit mendukung ukuran double DIN, dilengkapi pengaturan AC yang cukup lengkap, termasuk pengaturan arah semburan, kecepatan kipas, hingga heater.
Tempat penyimpanan tersedia cukup banyak di baris depan, mulai dari cup holder, glove box terbuka dan tertutup, side pocket pintu, hingga kompartemen kecil di sisi kanan pengemudi.
Sebaliknya, ruang penyimpanan pada baris kedua sangat terbatas.
Meski begitu, posisi duduk penumpang belakang dinilai lebih nyaman dibanding Karimun Kotak karena jok mampu menopang paha dengan lebih baik.
Bagasi juga tergolong cukup luas dan jok belakang dapat dilipat rata lantai untuk membawa barang berukuran besar.
Kelebihan, Kekurangan, dan Harga Bekas
Dari sisi berkendara, Karimun Estilo memiliki visibilitas yang luas berkat ukuran kaca yang besar.
Power steering memberikan karakter kemudi yang relatif berat sehingga terasa stabil saat melaju pada kecepatan tinggi.
Mesin tiga silinder juga dinilai masih bertenaga untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.
Namun, kabin masih tergolong kurang kedap karena suara mesin dan road noise masih cukup terdengar.
Kekurangan lain adalah minimnya ruang penyimpanan pada bangku belakang serta fitur keselamatan yang masih sangat sederhana.
Di pasar mobil bekas, Karimun Estilo pre-facelift dipasarkan pada kisaran Rp40 jutaan hingga Rp50 jutaan.
Sementara model facelift berada di kisaran Rp50 jutaan hingga Rp60 jutaan.
Adapun pajak tahunannya berada di kisaran Rp1,8 jutaan, tergantung tahun produksi, wilayah, dan status kepemilikan kendaraan.
Dengan konsumsi bahan bakar yang irit, desain facelift yang lebih modern, serta kemudahan memperoleh suku cadang, Suzuki Karimun Estilo facelift dinilai masih menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang mencari mobil harian bekas dengan biaya operasional yang relatif terjangkau.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest