JAKARTA - Honda Brio menjadi mobil terlaris di Indonesia berdasarkan data penjualan Januari hingga November. Di antara seluruh variannya, Honda Brio E Satya CVT tercatat sebagai tipe yang paling banyak diminati. Kombinasi desain, kualitas rakitan, kenyamanan berkendara, hingga kekuatan merek menjadi faktor yang dinilai mendorong tingginya penjualan mobil ini, meski masih memiliki sejumlah kekurangan dibanding rival di kelasnya.
Dalam ulasan yang dikutip dari kanal YouTube GridOto, Honda Brio dinilai berhasil mempertahankan daya tariknya di tengah persaingan ketat segmen hatchback dan Low Cost Green Car (LCGC).
Meski beberapa kompetitor menawarkan fitur lebih lengkap, Brio tetap menjadi pilihan utama konsumen Indonesia, terutama pembeli mobil pertama atau first time buyer.
Baca Juga: Promo Honda Brio Juli 2026, DP Mulai Rp16 Juta dan Cicilan Mulai Rp3 Jutaan, Simak Daftar Harganya
Desain Jadi Daya Tarik Utama Honda Brio
Salah satu alasan utama Honda Brio E Satya CVT begitu diminati adalah desain eksteriornya.
Mobil ini disebut memiliki tampilan yang lebih premium dibandingkan mobil lain di kelas harga yang sama. Kesan tersebut tetap muncul meski yang dibahas bukan varian RS, melainkan Brio E Satya.
Velg dual tone menjadi salah satu elemen yang membuat tampilannya lebih menarik dibanding kompetitor seperti Toyota Agya maupun Daihatsu Ayla yang dinilai memiliki desain velg lebih sederhana.
Pilihan warna bodi juga dianggap mampu memperkuat karakter anak muda yang menjadi salah satu target pasar utama Honda Brio.
Baca Juga: Mobil Bekas Honda Bergaransi di Honda Pradana Sawangan, Jazz RS hingga Brio Mulai Rp160 Jutaan
Secara keseluruhan, desain Brio dinilai tidak memberi kesan sebagai mobil murah.
Hal itu tidak terlepas dari sejarah pengembangannya yang sejak awal memang bukan dirancang sebagai mobil LCGC, melainkan hatchback kompak yang kemudian disesuaikan untuk memenuhi regulasi segmen tersebut.
Bagian samping hingga belakang juga dinilai tetap mempertahankan kesan modern dan proporsional sehingga menjadi nilai tambah dibanding rival sekelasnya.
Build Quality Lebih Solid Dibanding Rival
Selain desain, kualitas rakitan atau build quality menjadi kelebihan lain yang banyak disorot.
Dashboard memang menggunakan desain yang sudah cukup lama, tetapi kualitas material dan tingkat presisinya dinilai lebih baik dibanding Toyota Agya maupun Daihatsu Ayla.
Door trim terasa lebih kokoh dan tidak mudah melengkung ketika ditekan.
Material interior juga memberikan kesan lebih solid sehingga meningkatkan persepsi kualitas secara keseluruhan.
Ketebalan jok juga dinilai lebih baik sehingga memberikan kenyamanan tambahan bagi pengemudi maupun penumpang.
Baca Juga: 5 Mobil Bekas Rp50 Jutaan Terbaik 2026, Avanza hingga Brio Satya Irit dan Minim Rewel
Untuk ukuran mobil kompak, ruang kabin memang tergolong cukup baik, meski tidak menjadi keunggulan mutlak dibanding kompetitor.
Namun dari sisi kualitas pengerjaan interior, Honda Brio masih dianggap berada di atas rata-rata rivalnya.
Posisi Duduk Nyaman dan Visibilitas Baik
Honda juga mendapat apresiasi dari sisi ergonomi.
Posisi duduk pengemudi terasa rendah sehingga meningkatkan rasa percaya diri saat bermanuver.
Baca Juga: Honda Brio Satya Disulap Jadi RS Urbanite 2025, Ini Daftar Upgrade Eksterior, Interior, dan Fiturnya
Meski demikian, visibilitas ke arah depan maupun samping tetap luas sehingga memudahkan pengemudi saat berkendara di jalan perkotaan.
Setir memang hanya dapat diatur naik dan turun tanpa fitur teleskopik, tetapi posisi mengemudi secara keseluruhan tetap dinilai nyaman untuk penggunaan harian.
Driving Impression Jadi Salah Satu Nilai Jual
Salah satu kekuatan terbesar Honda Brio E Satya CVT adalah pengalaman berkendaranya.
Suspensi dinilai mampu memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan pengendalian.
Karakter bantingan tidak terasa keras, tetapi mobil tetap stabil ketika diajak bermanuver maupun berpindah jalur.
Setelan sasis dan suspensi membuat Brio terasa lincah sehingga cocok bagi pengemudi yang menyukai sensasi berkendara lebih aktif.
Transmisi CVT juga menjadi salah satu keunggulan.
Respons akselerasi dinilai lebih sigap dibanding banyak mobil CVT lain sehingga proses menyalip kendaraan di jalan terasa lebih mudah.
Ketika melaju pada kecepatan sedang kemudian pedal gas diinjak lebih dalam, transmisi mampu merespons dengan cepat.
Karakter inilah yang membuat pengalaman mengemudi Honda Brio tetap menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya.
Fitur Masih Tertinggal dari Kompetitor
Di balik berbagai kelebihannya, Honda Brio masih memiliki sejumlah kekurangan.
Aspek yang paling banyak disorot adalah kelengkapan fitur.
Toyota Agya dinilai menawarkan paket yang jauh lebih lengkap.
Baca Juga: Mobil Bekas Honda Bergaransi di Honda Pradana Sawangan, Jazz RS hingga Brio Mulai Rp160 Jutaan
Mulai dari smart entry, tombol start-stop engine, paddle shift, mode berkendara, hingga Vehicle Stability Control sudah tersedia pada rivalnya.
Sementara Honda Brio E Satya CVT masih menggunakan anak kunci konvensional.
Head unit bawaan juga masih menggunakan model lama sehingga belum mendukung Apple CarPlay maupun Android Auto.
Meski sistem audio dapat diganti melalui aksesori aftermarket, fitur keselamatan seperti stability control tentu tidak bisa ditambahkan dengan mudah.
Honda Brio sendiri sudah dibekali fitur keselamatan dasar berupa dual airbag dan rem ABS.
Namun dibanding kompetitor, kelengkapan fiturnya dinilai masih tertinggal.
Road Noise Masih Menjadi Keluhan
Kekurangan berikutnya adalah tingkat kebisingan kabin.
Suara ban atau road noise masih cukup terdengar ketika mobil melaju di kecepatan sekitar 60 km per jam.
Karakter tersebut disebut menjadi ciri yang cukup sering ditemui pada berbagai model Honda.
Baca Juga: Honda Brio RS Urbanite Tampil Makin Sangar, Modifikasi Simpel Ini Bikin Satya Naik Kelas
Selain suara dari bawah mobil, bagian plafon juga terasa kurang mampu meredam suara hujan.
Ketika hujan deras turun, suara tetesan air cukup terdengar di dalam kabin sehingga berpotensi mengurangi kenyamanan, terutama bagi pengguna yang sensitif terhadap kebisingan.
Masalah ini sebenarnya masih dapat dikurangi melalui pemasangan peredam tambahan.
Namun langkah tersebut tentu membutuhkan biaya tambahan di luar harga kendaraan.
Baca Juga: Rahasia Modifikasi Honda Brio Anti Keset, Ini Ukuran Velg, Ban, dan Suspensi yang Paling Ideal
Performa Tetap Kompetitif
Honda Brio menggunakan mesin 1.200 cc empat silinder yang dikenal halus.
Tenaga disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT.
Dalam pengujian akselerasi, mobil ini mampu mencatat waktu 0-100 km per jam dalam 11,6 detik.
Catatan tersebut lebih cepat dibanding generasi sebelumnya yang membutuhkan waktu sekitar 11,8 detik.
Baca Juga: Honda Brio 2026 Bikin Heboh, Desain Berubah Total, Makin Mewah dengan Harga Mulai Rp167 Jutaan
Namun jika dibandingkan Toyota Agya, hasil tersebut masih kalah.
Agya mampu menyelesaikan pengujian serupa dalam waktu sekitar 10,9 detik.
Meski demikian, karakter akselerasi Brio tetap dianggap responsif dan sudah memenuhi ekspektasi untuk penggunaan harian.
Konsumsi BBM Sangat Irit
Efisiensi bahan bakar juga menjadi salah satu nilai jual Honda Brio.
Pada rute dalam kota, konsumsi BBM tercatat mencapai sekitar 16,9 kilometer per liter.
Sementara pada perjalanan tol, angkanya mencapai sekitar 22,6 kilometer per liter.
Hasil tersebut menunjukkan Brio merupakan mobil yang sangat hemat bahan bakar.
Meski begitu, Toyota Agya kembali mencatat hasil sedikit lebih baik.
Dalam pengujian yang sama, Agya memperoleh konsumsi BBM sekitar 18,5 kilometer per liter di dalam kota dan 23,3 kilometer per liter pada rute tol.
Artinya, Brio memang irit, tetapi bukan yang paling hemat di kelasnya.
Baca Juga: Honda Brio 2026 Diprediksi Meluncur dengan Wajah Baru, Harga Mulai Rp190 Jutaan Jadi Sorotan
Mengapa Honda Brio Tetap Menjadi Primadona?
Secara keseluruhan, tingginya penjualan Honda Brio tidak hanya dipengaruhi spesifikasi produk.
Desain yang menarik, kualitas rakitan yang solid, pengalaman berkendara yang menyenangkan, serta citra merek Honda menjadi kombinasi yang sulit disaingi.
Sebagai merek besar di Indonesia, Honda juga memberikan rasa aman kepada konsumen terkait ketersediaan suku cadang, jaringan layanan purna jual, hingga nilai jual kembali yang relatif stabil.
Faktor-faktor tersebut membuat Honda Brio, khususnya Brio E Satya CVT, tetap menjadi pilihan utama banyak konsumen meski fitur yang ditawarkan belum selengkap kompetitornya.
Dengan kelebihan dan kekurangan tersebut, tidak mengherankan jika Honda Brio masih mampu mempertahankan statusnya sebagai mobil terlaris di Indonesia dan menjadi salah satu pilihan favorit bagi pembeli mobil pertama.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : GridOto