JAKARTA - Samsung Galaxy A56 masih menjadi salah satu pilihan smartphone kelas menengah yang menarik pada 2026. Setelah harganya turun ke kisaran Rp4,5 jutaan, ponsel ini dinilai tetap kompetitif berkat kombinasi layar AMOLED 120 Hz, chipset Exynos 1580, kamera yang konsisten, serta dukungan pembaruan perangkat lunak hingga 2031.
Dalam ulasan kanal YouTube Steff Tech, Galaxy A56 disebut sebagai smartphone allrounder yang masih relevan meski mulai bermunculan pesaing baru di kelas harga serupa. Penurunan harga yang mencapai hampir Rp1 juta dibanding saat awal peluncuran membuat nilai jual perangkat ini semakin meningkat.
Reviewer menyebut unit yang diuji merupakan perangkat full set dengan garansi hingga Oktober 2026 dan dibeli dengan harga sekitar Rp4,5 jutaan.
Performa Exynos 1580 Masih Mampu Menangani Beragam Aktivitas
Samsung Galaxy A56 mengandalkan chipset Exynos 1580 yang diproduksi dengan proses fabrikasi modern. Menurut hasil pengujian, performanya masih mampu memenuhi kebutuhan penggunaan harian hingga bermain game.
Chipset tersebut dipadukan dengan penyimpanan UFS 3.1, sehingga proses membuka aplikasi, multitasking, maupun perpindahan antaraplikasi berlangsung cepat.
Dalam penggunaan sehari-hari, reviewer menilai performanya terasa responsif. Meski belum secepat lini Galaxy S, pengalaman penggunaan tetap mulus dan tidak menimbulkan kesan lambat.
Baca Juga: 7 HP Samsung Murah Terbaik 2026 Harga Rp1-2 Jutaan, Galaxy A07 5G hingga Galaxy A15 4G
Galaxy A56 juga telah menjalankan One UI 8 berbasis Android 16. Samsung masih memberikan dukungan pembaruan sistem operasi hingga lima tahun ke depan atau sekitar 2031.
Menurut reviewer, pembaruan One UI terbaru justru membuat animasi terasa lebih halus dibanding sebelumnya. Tidak ditemukan penurunan performa setelah perangkat menggunakan sistem operasi terbaru.
Desain Premium, Namun Bezel Masih Menjadi Catatan
Samsung tetap mempertahankan material premium pada Galaxy A56 dengan penggunaan kaca pada bagian belakang serta frame berbahan logam.
Varian warna Olive yang diuji mendapat penilaian positif karena tampil berbeda dibanding generasi Samsung sebelumnya.
Meski demikian, desain bagian depan masih memperoleh kritik. Bezel layar dinilai cukup tebal dan belum simetris sehingga memberikan kesan sedikit tertinggal dibanding sejumlah kompetitor asal China yang sudah menghadirkan bezel lebih tipis di kelas harga serupa.
Reviewer juga menilai sambungan antara material kaca dan frame logam belum terasa sepenuhnya rapi sehingga sedikit mengurangi kesan premium saat digenggam.
Baca Juga: Rekomendasi HP Samsung Terbaik 2026, Galaxy S26 Ultra hingga S25 FE Masuk Daftar Paling Worth It
Layar AMOLED 120 Hz Tetap Menjadi Salah Satu Andalan
Galaxy A56 menggunakan panel AMOLED 120 Hz yang masih menjadi salah satu nilai jual utamanya.
Kualitas warna dinilai tajam dengan mode warna vivid yang menghasilkan tampilan lebih hidup ketika digunakan menonton film maupun menikmati konten multimedia.
Kecerahan layar juga dinilai cukup baik untuk penggunaan di luar ruangan. Dalam pengujian, tampilan layar masih mudah dilihat meski berada di bawah cahaya matahari.
Sensor sidik jari optik di bawah layar juga bekerja akurat. Walaupun kecepatannya belum sekelas sensor ultrasonik, reviewer menilai tingkat keberhasilannya sudah sangat baik untuk penggunaan sehari-hari.
Audio dan Speaker Cukup Memuaskan
Galaxy A56 memang tidak lagi menyediakan jack audio 3,5 mm sehingga pengguna harus memakai adaptor USB Type-C apabila ingin menggunakan headphone kabel.
Saat diuji menggunakan headphone eksternal, amplifier bawaan masih mampu menghasilkan volume yang cukup tinggi.
Untuk speaker stereo, reviewer menilai kualitasnya tergolong baik. Suara bass masih terasa, vokal terdengar jelas, dan dukungan Dolby Atmos membuat pengalaman menonton video maupun film semakin nyaman.
Baca Juga: HP Gaming Snapdragon 1 Jutaan RAM 16 GB: Intip Pesona Desain Mewah Vivo Y27s dan Samsung Galaxy A05s
Kelemahannya terletak pada detail suara yang belum terlalu kaya ketika memutar musik dengan banyak instrumen.
Kamera Tetap Menjadi Nilai Jual
Samsung membekali Galaxy A56 dengan kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 12 MP, serta kamera makro 5 MP.
Sementara kamera depan menggunakan sensor 12 MP yang juga sudah mendukung perekaman video hingga resolusi 4K 30 fps.
Dalam pengujian, kualitas foto dinilai tetap konsisten. Samsung mempertahankan karakter warna natural tanpa pemrosesan berlebihan.
Reviewer juga menilai hasil foto tidak mengalami oversharpen sehingga detail terlihat lebih alami.
Baca Juga: 10 HP RAM 8 GB 256 GB Terbaik 2026 Harga Rp2 Jutaan, Samsung hingga Redmi Masuk Daftar
Kecepatan menangkap gambar juga dinilai baik, baik menggunakan kamera belakang maupun kamera depan.
Pada kamera selfie, eksposur dianggap stabil dengan hasil wajah yang natural tanpa efek smoothing berlebihan. Meski masih ditemukan sedikit kecenderungan warna kebiruan pada kondisi tertentu, hasil akhirnya tetap dinilai memuaskan.
Kemampuan Video Menjadi Salah Satu Keunggulan
Selain fotografi, kualitas perekaman video menjadi salah satu aspek yang paling diapresiasi.
Baca Juga: 7 HP Rp2 Jutaan Terbaik 2026, Poco M7 hingga Samsung Galaxy A07 Masuk Dafta
Galaxy A56 memang hanya mendukung perekaman maksimum 4K 30 fps, belum mencapai 4K 60 fps seperti beberapa pesaingnya.
Namun reviewer menilai kualitas video 4K yang dihasilkan sudah mendekati kelas flagship.
Video terlihat stabil dengan efek guncangan yang minim serta reproduksi warna yang baik.
Kamera ultrawide juga dapat digunakan pada resolusi 4K 30 fps maupun Full HD 30 fps. Sementara mode Full HD 60 fps hanya tersedia untuk kamera utama.
Baca Juga: HP Gaming Snapdragon 1 Jutaan RAM 16 GB: Intip Pesona Desain Mewah Vivo Y27s dan Samsung Galaxy A05s
Gaming Masih Nyaman, Tetapi Bukan yang Terbaik
Dalam pengujian gaming, Galaxy A56 mampu menjalankan sejumlah game modern dengan cukup baik.
Pada game yang diuji menggunakan pengaturan grafis rendah hingga sedang, frame rate berada di kisaran 30-40 fps dan tetap terasa responsif.
Temperatur perangkat saat bermain mencapai sekitar 46 derajat Celsius pada game berat.
Reviewer menyarankan penggunaan pendingin tambahan apabila bermain lebih dari 20 menit agar suhu tetap terjaga dan konsumsi baterai lebih stabil.
Untuk game yang lebih ringan, performa dinilai tetap lancar tanpa kendala berarti.
Baterai Bertahan Hingga Satu Setengah Hari
Samsung Galaxy A56 membawa baterai 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt.
Dalam penggunaan normal seperti media sosial, multitasking ringan, hingga sesekali merekam video, daya tahan baterai mampu mencapai satu hari bahkan hingga satu setengah hari.
Namun ketika digunakan bermain game, konsumsi daya meningkat cukup signifikan. Dalam pengujian, baterai dapat berkurang sekitar 15-20 persen hanya dalam waktu sekitar 15 menit bermain game berat.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur, Bawa Dimensity 6300, Baterai 6000 mAh dan One UI 8
Masih Menjadi Smartphone Allrounder
Reviewer menyimpulkan Galaxy A56 tetap menjadi salah satu smartphone paling seimbang di kelas menengah pada 2026.
Perangkat ini menawarkan pengalaman yang merata pada hampir seluruh sektor, mulai dari layar, kamera, software, performa harian, hingga kualitas multimedia.
Meski demikian, pengguna yang mengutamakan performa gaming disebut bisa mempertimbangkan alternatif lain seperti Infinix GT 30 Pro, POCO F7, atau X7 Pro. Sementara pengguna yang lebih fokus pada fotografi juga dapat mempertimbangkan Xiaomi 14T.
Baca Juga: Rekomendasi HP Samsung Terbaik 2026, Galaxy S26 Ultra hingga S25 FE Masuk Daftar Paling Worth It
Bagi pengguna yang menginginkan smartphone dengan pengalaman penggunaan yang stabil dan menyeluruh, Samsung Galaxy A56 masih dinilai sebagai salah satu pilihan terbaik setelah mengalami penurunan harga.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Steff Tech