Suzuki XL7 Alpha Modifikasi Bergaya OEM+ Ini Bikin Pangling, Interior hingga Kaki-kaki Berubah Total

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 17:05 WIB
Suzuki XL7 Alpha modifikasi bergaya OEM+ ini tampil makin sporty dengan captain seat, pelek Rotiform, audio premium, dan ubahan kaki-kaki. (Youtube. com)
Suzuki XL7 Alpha modifikasi bergaya OEM+ ini tampil makin sporty dengan captain seat, pelek Rotiform, audio premium, dan ubahan kaki-kaki. (Youtube. com)

JAKARTA - Suzuki XL7 Alpha yang baru berusia enam bulan ini sukses mencuri perhatian setelah mendapat sentuhan modifikasi bergaya OEM+ yang tetap nyaman digunakan sebagai mobil harian. Modifikasi dilakukan tanpa mengubah karakter utama kendaraan, tetapi mampu menghadirkan tampilan lebih sporty, elegan, dan fungsional.

Mobil milik Hartoko tersebut tampil dalam kanal YouTube GridOto Modif. Dalam perbincangan bersama host, Hartoko mengungkapkan sejak awal memang menginginkan konsep modifikasi yang berbeda dari kebanyakan Suzuki XL7 di jalan.

Menurutnya, konsep OEM+ menjadi pilihan paling sesuai karena tetap mempertahankan fungsi kendaraan sebagai mobil harian, namun memiliki identitas yang lebih kuat.

Hartoko mengaku sudah melakukan banyak riset sebelum unit Suzuki XL7 Alpha tiba di rumah. Ia bahkan mengikuti berbagai referensi modifikasi agar hasil akhirnya sesuai dengan selera pribadi.

Baca Juga: Suzuki Ertiga GL 2019 Dijual Rp143 Juta, Pajak Hidup dan Bisa Cabut Berkas Gratis

Konsep OEM+ Dipilih untuk Mobil Harian

Hartoko mengatakan Suzuki XL7 Alpha miliknya baru digunakan sekitar enam bulan. Meski tergolong baru, hampir seluruh sektor eksterior sudah mengalami perubahan.

Ia sengaja tidak mengejar konsep ekstrem. Fokus utama modifikasi adalah membuat tampilan mobil terlihat lebih menarik tanpa mengurangi kenyamanan saat digunakan setiap hari.

Pilihan konsep OEM+ dinilai mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Tampilan mobil tetap terlihat elegan, tetapi memiliki detail modifikasi yang cukup mencolok ketika diperhatikan lebih dekat.

Baca Juga: Harganya Cuma 80 Jutaan, Suzuki Karimun Wagon R Bekas Tipe GS 2016 Ini Bisa Dinego Sampai Deal!

Pelek Rotiform Jadi Sorotan Utama

Perubahan paling mencolok terlihat pada sektor kaki-kaki. Suzuki XL7 Alpha ini menggunakan pelek Rotiform RSE berukuran 17 inci dengan lebar 8 inci dan offset ET38.

Hartoko menjelaskan awalnya pelek menggunakan offset ET42. Namun posisi roda dinilai terlalu masuk ke dalam sehingga tampilannya kurang proporsional.

Akhirnya dipilih spesifikasi yang membuat posisi roda lebih rata dengan bodi kendaraan.

Pada roda belakang juga dipasang spacer setebal 0,5 sentimeter untuk mendapatkan tampilan yang lebih presisi.

Baca Juga: Solusi Bebas Inflasi! Mengapa Investasi Membeli Suzuki Karimun Bekas Lebih Menguntungkan dari LCGC Baru?

Pelek tersebut dipadukan ban Michelin Pilot Sport 4 berukuran 215/50 R17.

Menurut Hartoko, kombinasi itu memberikan tampilan yang lebih berisi sekaligus meningkatkan karakter berkendara.

Namun penggunaan ukuran tersebut sempat menimbulkan gesekan pada bagian inner fender.

Karena itu dilakukan proses re-fender agar roda tidak lagi bergesekan ketika suspensi bekerja.

Baca Juga: BBM Naik? Intip Rekomendasi Mobil Baru Suzuki 2026 Paling Irit, Ada Skema Angsuran Unik Mulai Rp 500 Ribu!

Suspensi Diganti Demi Mengurangi Body Roll

Selain pelek, sektor suspensi juga mendapat perhatian khusus.

Awalnya Suzuki XL7 menggunakan lowering kit. Namun hasilnya belum sesuai harapan karena bagian depan kendaraan masih terlihat terlalu tinggi.

Hartoko kemudian memutuskan mengganti seluruh sistem suspensi menggunakan coilover LG Custom Coilover asal Bandung.

Baca Juga: Bedah Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Karimun Estilo Facelift, Pilihan Mobil Harian Irit Rp 50 Jutaan

Penggantian tersebut dilakukan untuk mendapatkan posisi mobil yang lebih proporsional sekaligus meningkatkan kestabilan saat bermanuver.

Karakter Suzuki XL7 sebagai SUV keluarga memang memiliki dimensi bodi yang cukup tinggi sehingga masih menyisakan gejala body roll ketika menikung.

Untuk mengurangi gejala tersebut, mobil juga dipasangi strut bar NCC serta lower bar Queens produksi lokal.

Kombinasi kedua komponen tersebut diharapkan mampu membuat sasis terasa lebih kaku sehingga pengendalian kendaraan menjadi lebih stabil.

Baca Juga: Suzuki Karimun Estilo Bekas Masih Layak Dibeli? Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Harga Facelift

Mesin Tetap Standar, Fokus pada Sistem Pernapasan

Berbeda dengan sektor eksterior dan kaki-kaki, bagian mesin tidak mengalami perubahan besar.

Hartoko memilih mempertahankan mesin K15B 1.500 cc bawaan Suzuki.

Modifikasi hanya dilakukan pada sistem pemasukan dan pembuangan udara.

Filter udara standar diganti menggunakan Ferrox replacement filter.

Sementara sistem knalpot mendapat ubahan agar suara mesin terdengar lebih berkarakter.

Baca Juga: Daftar Harga Suzuki Karimun Bekas 2026 di Bawah 80 Juta, Wilayah Jogja dan Probolinggo Paling Buruan!

Awalnya Hartoko hanya mengganti exhaust. Namun hasil yang diperoleh dinilai belum memuaskan dari sisi performa.

Karena itu ia melanjutkan modifikasi dengan mengganti header.

Header yang digunakan kini memakai konfigurasi 4-1 pendek.

Sebelumnya ia sempat menggunakan konfigurasi 4-1 panjang.

Namun karakter suara yang dihasilkan dianggap terlalu keras sehingga kurang sesuai dengan selera.

Baca Juga: Dulu Kurang Laku, Kini Suzuki Karimun Kotak Jadi Buruan Pecinta Mobil Culture, Ini Alasannya

Setelah berganti ke header pendek, karakter suara knalpot menjadi lebih halus tetapi tetap memberikan nuansa sporty.

Sistem knalpot tersebut juga telah dilengkapi valvetronic berbasis vakum.

Fitur ini memungkinkan pemilik membuka atau menutup jalur knalpot dengan lebih praktis sesuai kebutuhan berkendara.

Menurut Hartoko, sistem tersebut cukup sederhana karena hanya berfungsi membuka dan menutup aliran gas buang sehingga tetap aman digunakan dalam berbagai kondisi.

Baca Juga: Daftar Harga Suzuki Karimun Bekas 2026 di Bawah 80 Juta, Wilayah Jogja dan Probolinggo Paling Buruan!

Eksterior Berubah Total dengan Sentuhan Warna Hitam

Ubahan juga terlihat jelas pada bagian depan kendaraan.

Seluruh aksen krom diubah menjadi warna hitam menggunakan teknik rubber paint.

Hartoko mengaku sebelumnya sempat mencoba menggunakan stiker. Namun hasil akhirnya kurang rapi terutama pada bagian sela-sela trim.

Karena itu dipilih metode pengecatan agar hasilnya lebih presisi.

Ubahan serupa juga diterapkan pada emblem kendaraan sehingga seluruh tampilan depan terlihat lebih serasi.

Baca Juga: Solusi Bebas Inflasi! Mengapa Investasi Membeli Suzuki Karimun Bekas Lebih Menguntungkan dari LCGC Baru?

Lampu kabut kini menggunakan LED projector yang memiliki fitur Demon Eyes.

Saat pertama dinyalakan, lampu akan memancarkan warna biru sebagai efek penyambutan sebelum berubah menjadi cahaya putih ketika diaktifkan kembali.

Pada bagian atap juga dilakukan perubahan.

Karena Suzuki XL7 Alpha warna putih tidak tersedia dalam pilihan dual tone dari pabrikan, Hartoko memutuskan mengecat sebagian atap menggunakan warna hitam Super Deep Black.

Hasilnya membuat tampilan mobil terlihat lebih sporty sekaligus memberikan kesan premium layaknya varian dual tone bawaan pabrik.

Baca Juga: Bebas Keropos dan Masih Ngaleng! Intip Tips Inspeksi Fisik Suzuki Karimun Wagon R Bekas Biar Enggak Zonk

Interior Dirombak dengan Konsep Captain Seat

Masuk ke dalam kabin, perubahan terbesar justru terjadi pada baris kedua. Hartoko mengubah konfigurasi jok menjadi captain seat, sehingga akses menuju bangku baris ketiga menjadi lebih mudah.

Inspirasi modifikasi ini berasal dari Toyota Innova yang dinilainya memiliki akses kabin lebih praktis. Karena itu, ia ingin menghadirkan kenyamanan serupa pada Suzuki XL7.

Proses modifikasi jok dikerjakan oleh Ferry Jok Cibubur. Jok yang digunakan berasal dari Mitsubishi Xpander karena dimensinya dinilai paling sesuai dengan kabin XL7.

Baca Juga: Daftar Harga Suzuki Karimun Bekas 2026 di Bawah 80 Juta, Wilayah Jogja dan Probolinggo Paling Buruan!

Menurut Hartoko, hasilnya tetap menyisakan ruang yang cukup menuju bangku belakang. Bahkan penumpang bertubuh tinggi masih bisa duduk dengan nyaman di baris ketiga.

Seluruh jok kemudian dibungkus ulang menggunakan material microfiber agar tampilan kabin terlihat lebih mewah sekaligus seragam.

Head Unit dan Audio Naik Kelas

Sektor hiburan juga mendapat peningkatan signifikan.

Suzuki XL7 ini kini menggunakan head unit Kenwood DMX9720XDS berukuran 10 inci.

Perangkat tersebut mendukung wireless Apple CarPlay dan Android Auto, serta mampu memutar video beresolusi hingga 1080p.

Baca Juga: Suzuki Karimun Wagon R Bekas Masih Layak Dibeli? Ini Kelebihan, Kekurangan, dan Harga Terbarunya

Untuk sistem audio, seluruh speaker bawaan diganti menggunakan produk Pioneer.

Selain itu dipasang subwoofer aktif kolong jok untuk meningkatkan kualitas suara tanpa mengurangi ruang kabin.

Hartoko mengaku penempatan seluruh komponen audio dibuat tetap rapi sehingga tidak mengganggu fungsi kendaraan sebagai mobil keluarga.

Agar kabin semakin senyap, lantai dan pintu juga telah dipasangi material peredam.

Dengan tambahan tersebut, suara dari luar kendaraan dapat ditekan sekaligus membuat kualitas audio terdengar lebih maksimal.

Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak Kini Jadi Buruan Pecinta Mobil Culture, Begini Sejarah dan Perjalanan Tiga Generasinya

Throttle Controller dan Detail Kabin Jadi Pelengkap

Modifikasi tidak berhenti pada sektor audio.

Hartoko juga memasang Pivot 3-Drive sebagai throttle controller untuk mengatur respons pedal gas sesuai kebutuhan pengemudi.

Meski begitu, ia mengaku lebih sering menggunakan pengaturan standar karena dirasa paling nyaman untuk penggunaan harian.

Di sisi lain, beberapa aksesori turut melengkapi interior, mulai dari wireless charger, pedal aftermarket dari Gacior Racing, hingga berbagai detail kecil yang membuat kabin terlihat lebih modern.

Seluruh perubahan tersebut dilakukan tanpa menghilangkan fungsi utama Suzuki XL7 sebagai kendaraan keluarga.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Panduan Berburu Suzuki Karimun Bekas Lintas Daerah di Indonesia, Intip Tips Cek Unitnya

Knalpot Valvetronic dan Rencana Modifikasi Berikutnya

Salah satu komponen yang cukup menarik perhatian adalah penggunaan knalpot Valvetronic.

Hartoko memperlihatkan perbedaan karakter suara saat katup knalpot dibuka dan ditutup.

Menurutnya, suara yang dihasilkan tetap nyaman didengar untuk penggunaan harian, tetapi memiliki karakter lebih sporty dibanding kondisi standar.

Meski sudah puas dengan hasil modifikasi saat ini, Hartoko mengaku proyek pada Suzuki XL7 miliknya belum selesai.

Baca Juga: Harganya Cuma 80 Jutaan, Suzuki Karimun Wagon R Bekas Tipe GS 2016 Ini Bisa Dinego Sampai Deal!

Ia berencana melanjutkan pengembangan di sektor mesin.

Fokus berikutnya adalah melakukan penyempurnaan performa melalui proses ECU remap apabila memang diperlukan.

Seluruh modifikasi yang telah dilakukan diperkirakan menghabiskan biaya lebih dari Rp100 juta.

Baca Juga: Solusi Mobil Keluarga Irit, Cek Panduan Harga Suzuki Karimun Bekas 2026 Mulai 70 Jutaan Saja!

Namun Hartoko menyebut sebagian besar dana berada di kisaran Rp50 juta hingga Rp60 jutaan, tergantung komponen yang digunakan.

Baginya, biaya tersebut sepadan dengan hasil yang diperoleh karena Suzuki XL7 kini tampil berbeda tanpa kehilangan kenyamanan sebagai kendaraan harian.

Modifikasi tersebut juga menjadi bukti bahwa SUV keluarga dari Suzuki dapat diubah menjadi kendaraan bergaya OEM+ yang tetap elegan, fungsional, dan nyaman digunakan setiap hari.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : GridOto Modif
Suzuki XL7 Alpha modifikasi Suzuki XL7 Suzuki XL7 OEM+ GridOto Modif Hartoko