TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Samsung Galaxy Z Fold 8 resmi diperkenalkan bersama Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Flip 8 sebagai generasi terbaru ponsel lipat Samsung. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Samsung kini menghadirkan dua model Fold dengan desain berbeda untuk menyasar kebutuhan pengguna yang berbeda pula. Strategi tersebut dinilai menjadi langkah Samsung menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar smartphone lipat, termasuk menjelang kemunculan foldable pertama dari Apple.
Peluncuran kali ini memperkenalkan tiga perangkat lipat sekaligus, dimulai dari Galaxy Z Flip 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, hingga Galaxy Z Fold 8 yang justru menjadi perangkat paling menarik karena membawa pendekatan desain baru.
Samsung tidak hanya memberikan peningkatan spesifikasi, tetapi juga mengubah strategi penamaan produknya agar lini Fold memiliki segmentasi yang lebih jelas.
Galaxy Z Flip 8 Datang dengan Penyegaran Ringan
Samsung Galaxy Z Flip 8 masih mempertahankan desain yang sangat mirip dengan pendahulunya.
Perubahan utamanya berada pada dimensi yang kini lebih tipis dan lebih ringan dibanding Galaxy Z Flip 7.
Meski peningkatannya tidak terlalu besar, Samsung membekali perangkat ini dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, sama seperti seri Galaxy S26.
Chip tersebut membawa peningkatan performa, pemrosesan gambar, hingga kemampuan AI melalui NPU terbaru.
Samsung juga memperbaiki mekanisme buka-tutup dengan membuat sisi bagian dalam lebih mudah dibuka.
Pengalaman menggunakan layar cover turut diperbarui agar terasa lebih menyerupai smartphone biasa.
Pengguna kini dapat mengakses notifikasi, quick settings, hingga aplikasi langsung dari layar luar dengan navigasi yang lebih sederhana.
Menurut pengulas, peningkatan tersebut memang bersifat bertahap dan tidak akan menjadi alasan kuat bagi pemilik Galaxy Z Flip generasi sebelumnya untuk langsung melakukan upgrade.
Baca Juga: 10 Anime Terlucu Versi Fenime, Dari Asobi Asobase hingga Saiki Kusuo yang Wajib Ditonton
Galaxy Z Fold 8 Ultra Fokus pada Penyempurnaan
Samsung juga memperkenalkan Galaxy Z Fold 8 Ultra sebagai penerus desain Fold klasik yang selama ini dikenal.
Perangkat ini tetap mengusung konsep smartphone berbentuk memanjang saat dilipat dan berubah menjadi layar besar berbentuk hampir persegi ketika dibuka.
Dari sisi spesifikasi, Samsung kembali menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Selain itu, bobot dan ketebalannya kembali dikurangi dibandingkan generasi sebelumnya.
Perubahan lain hadir pada kamera ultrawide yang kini menggunakan sensor baru 50 MP.
Sensor tersebut memungkinkan kamera ultrawide merekam video hingga resolusi 8K, menyamai kamera utama 200 MP yang tetap dipertahankan.
Sementara kamera telefoto tidak mengalami perubahan.
Lipatan Layar Kini Jauh Lebih Halus
Peningkatan terbesar Galaxy Z Fold 8 Ultra berada pada bagian engsel dan layar lipatnya.
Samsung menggunakan lapisan titanium alloy baru di balik panel OLED yang dipadukan dengan titanium back plate.
Teknologi tersebut membuat bekas lipatan di tengah layar jauh lebih samar dibandingkan generasi sebelumnya.
Dalam penilaian pengulas, hasilnya memang belum sepenuhnya menyamai Oppo Find N yang dinilai memiliki lipatan paling minim.
Namun peningkatannya dianggap sangat signifikan dibanding Fold generasi sebelumnya.
Samsung juga menambahkan lapisan anti-reflektif baru serta tingkat kecerahan layar hingga 3.000 nits.
Kombinasi tersebut membuat bekas lipatan semakin sulit terlihat ketika layar sedang digunakan.
Samsung Mulai Menggunakan Baterai Silikon
Samsung akhirnya mulai mengadopsi teknologi baterai berbasis silikon.
Walaupun belum seagresif sejumlah kompetitor, langkah tersebut memungkinkan Galaxy Z Fold 8 Ultra membawa baterai terbesar yang pernah digunakan Samsung pada seri Fold.
Kapasitas baterainya mencapai 5.000 mAh.
Selain itu, Samsung meningkatkan kecepatan pengisian daya kabel dari 25 watt menjadi 45 watt.
Pengisian daya nirkabel juga meningkat dari 15 watt menjadi 20 watt.
Galaxy Z Fold 8 Hadir dengan Konsep Berbeda
Perangkat yang paling menarik perhatian justru Galaxy Z Fold 8 reguler.
Samsung menghadirkan desain baru dengan bentuk yang lebih pendek dan lebih lebar, menyerupai paspor ketika dilipat.
Strategi tersebut dinilai bukan tanpa alasan.
Menurut pengulas, Samsung tampaknya telah mengantisipasi kemunculan foldable pertama Apple yang disebut-sebut akan mengusung rasio serupa.
Karena itu, Samsung kini memiliki dua pendekatan sekaligus.
Galaxy Z Fold 8 Ultra tetap mempertahankan desain memanjang, sedangkan Galaxy Z Fold 8 mengisi segmen perangkat foldable berukuran lebih ringkas.
Dengan strategi ini, Samsung dapat menawarkan dua pilihan desain kepada konsumen.
Bobot Ringan Jadi Daya Tarik
Galaxy Z Fold 8 memiliki bobot sekitar 201 gram.
Perangkat ini juga sangat tipis sehingga terasa mendekati smartphone konvensional.
Samsung tetap menyematkan teknologi Flex Titanium, layar dengan lapisan anti-reflektif, baterai berbasis silikon, serta bekas lipatan yang jauh lebih halus.
Meski demikian, Galaxy Z Fold 8 hadir dengan ukuran layar luar lebih kecil, layar utama lebih kecil, baterai lebih kecil, dan hanya menggunakan dua kamera belakang.
Konfigurasi kameranya terdiri dari kamera utama 50 MP dan kamera ultrawide.
Samsung menempatkan perangkat ini sebagai pilihan yang lebih berfokus pada konsumsi media dibanding produktivitas berat.
Lebih Nyaman untuk Foto dan Membaca
Galaxy Z Fold 8 menggunakan layar luar berukuran 5,5 inci.
Saat dibuka, pengguna mendapatkan layar utama 7,6 inci dengan rasio 4:3.
Menurut pengulas, rasio tersebut lebih nyaman digunakan untuk melihat foto karena sebagian besar hasil foto memang menggunakan format 4:3 sehingga memenuhi layar secara sempurna.
Selain itu, ukuran perangkat yang lebih ringan juga membuatnya lebih nyaman dipakai membaca buku digital maupun e-book.
Walaupun tetap menampilkan garis hitam saat memutar video layar lebar, ukuran perangkat dinilai lebih ergonomis ketika digunakan dalam kondisi terbuka maupun tertutup.
Baca Juga: Prabowo Bahas Koperasi Desa Merah Putih, Target 30.000 Koperasi Beroperasi pada Akhir 2026
Perbedaan dengan Galaxy Z Fold 8 Ultra
Samsung menempatkan Galaxy Z Fold 8 Ultra sebagai perangkat untuk pengguna produktivitas tinggi.
Layar yang lebih besar membuat aktivitas multitasking dengan beberapa aplikasi berjalan bersamaan menjadi lebih nyaman.
Sebaliknya, Galaxy Z Fold 8 menawarkan pendekatan berbeda.
Perangkat ini memiliki ukuran yang lebih ringkas, kamera lebih sedikit, baterai lebih kecil, serta layar yang lebih sederhana.
Namun seluruh spesifikasi inti seperti chipset tetap sama.
Dengan demikian, Galaxy Z Fold 8 menjadi alternatif yang lebih praktis bagi pengguna yang lebih banyak menikmati konten multimedia dibanding pekerjaan multitasking.
Harga Naik Dibanding Tahun Sebelumnya
Seluruh perangkat kini hadir dengan kapasitas penyimpanan awal 256 GB.
Galaxy Z Flip 8 dibanderol mulai sekitar 1.200 dolar AS.
Galaxy Z Fold 8 dijual mulai sekitar 1.900 dolar AS.
Sementara Galaxy Z Fold 8 Ultra dipasarkan dengan harga di atas 2.000 dolar AS.
Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar 100 dolar AS dibandingkan generasi sebelumnya.
Menurut pengulas, kenaikan harga diperkirakan dipengaruhi oleh meningkatnya biaya memori yang terjadi secara global.
Ia juga memperkirakan tren kenaikan harga serupa akan terjadi pada sejumlah smartphone premium lain yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang, termasuk foldable pertama dari Apple.
Samsung Siapkan Dua Strategi Sekaligus
Melalui Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra, Samsung tidak hanya menawarkan peningkatan spesifikasi, tetapi juga mengubah strategi lini produknya.
Galaxy Z Fold 8 Ultra diposisikan sebagai perangkat premium untuk produktivitas maksimal.
Sementara Galaxy Z Fold 8 menjadi alternatif yang lebih ringkas dengan fokus pada konsumsi media, fotografi, dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi langkah Samsung untuk mempertahankan dominasinya di pasar smartphone lipat sekaligus menghadapi persaingan yang diperkirakan semakin ketat setelah kehadiran perangkat foldable dari Apple.
Baca Juga: Anggaran Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp240 Triliun, Ini Skema Pendanaan dan Penggunaannya
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest