TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Sebuah unit Toyota All New Agya tipe G CVT rakitan akhir 2024 mencuri perhatian pecinta otomotif berkat sentuhan modifikasi bergaya Original Equipment Manufacturer (OEM) look. Proyek modifikasi Toyota Agya 2024 garapan pria bernama Mario ini berhasil mengubah citra Low Cost Green Car (LCGC) menjadi lebih elegan menggunakan perpaduan suku cadang asli Toyota tipe lain.
Mario memilih melakuakan modifikasi Toyota Agya 2024 berbasis hatchback generasi kedua tersebut karena membutuhkan mobil harian matik berteknologi tangguh. Meski sempat beralih dari Toyota Yaris "Bapau", ia menjatuhkan pilihan pada Agya CVT 1.200 cc 3-silinder yang secara platform mesin serta sistem kaki-kaki memiliki kesamaan dengan Toyota Raize non-turbo.
Baca Juga: Bursa Mobil Bekas Murah Bergaransi di Palem Semi: Intip Pilihan Unit, Harga, dan Promo Kreditnya
Konsep Eksterior Simpel nan Gesit untuk Harian
Dilihat dari area luar, ubahan modifikasi Toyota Agya 2024 ini tergolong sangat minimalis guna mempertahankan fungsi sebagai kendaraan harian. Emblem burung tempun khas pabrikan diganti dengan logo Toyota orisinal, dipadukan pelat nomor bergaya JDM, serta pelepasan talang air bawaan agar area kaca tampak lebih bersih (clean).
Seluruh bagian kaca dipasangi kaca film Heat Protection berkadar kegelapan 20 persen yang dibeli seharga Rp700 ribu. Di bagian belakang, stiker Dual VVT-i seharga Rp15 ribu dipasang pada kaca dalam menyerupai gaya Toyota Altis 2010, mendampingi mika lampu belakang orisinal Toyota yang bernuansa smoke.
Kaki-kaki Custom dengan Velg IRS dan Shockbreaker Honda Jazz
Sektor roda menggunakan pelek ala Honda Brio RS berwarna putih dengan spesifikasi lebar 6,5 inci dan offset (ET) 38. Pelek tersebut dibalut ban GT Radial Champiro GTX Pro berukuran 185/55 R15 untuk memangkas pengeluaran tanpa mengorbankan fungsi.
Sistem suspensi diracik ulang melalui custom per di bengkel Lembayung Per Bintaro hingga menyisakan jarak dua jari di depan dan dua setengah jari di belakang. Sementara itu, komponen penyerap guncangan (shockbreaker) diganti menggunakan milik Honda Jazz GD3 garapan bengkel Wito Autoair Joglo karena memiliki ukuran as roda lebih pendek.
Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas 100 Jutaan di Jakarta Timur: Cek Pilihan Honda Brio, Honda City, dan Mazda 2
Upgrade Interior OEM Menggunakan Komponen Veloz dan Raize
Daya tarik utama mobil ini terletak di dalam kabin yang terasa mewah melalui kanibalisme komponen mobil Toyota kelas atas. Panel speedometer bawaan yang masih menggunakan sistem jarum diganti memakai panel layar digital milik All New Veloz.
Penggantian panel tersebut disertai pemasangan tombol kemudi (steering switch) baru sehingga mengaktifkan fitur pilihan mode berkendara Power, Eco, dan Normal. Selain itu, lingkar kemudi diganti menggunakan setir Toyota Raize berbalut kulit, lengkap dengan tuas transmisi (shift knob) berbahan senada serta aksesori tambahan dari Auto Project.
Sektor hiburan ditingkatkan dari head unit standar 7 inci menjadi ukuran 9 inci kepunyaan Toyota Raize. Proses pemasangan memanfaatkan rumah (cover) head unit khusus Agya GR Sport yang dipesan langsung melalui jaringan toko suku cadang Atrium Senen berdasarkan nomor rangka resmi pabrikan.
Performa Mesin Standar dan Pengalaman Penggunaan
Di bagian dapur pacu, mesin 1.200 cc 3-silinder berteknologi CVT masih dipertahankan dalam kondisi standar. Pemilik hanya melepas sekat plastik pada rongga intake udara bawaan pabrik agar sirkulasi udara ke ruang bakar menjadi lebih lancar.
Konsumsi bahan bakar kendaraan ini tergolong sangat irit, mencapai rasio 1:21 hingga 1:22 km/liter saat melintasi jalur bebas hambatan. Transmisi CVT menjaga putaran mesin tetap rendah, yakni di angka 2.000 RPM pada kecepatan 100 km/jam serta 2.500 RPM pada kecepatan 120 km/jam, dengan kecepatan puncak yang pernah dicapai menyentuh 178 km/jam.
Total Biaya dan Sisi Unik Modifikasi
Mobil yang dibeli pada akhir tahun 2024 ini awalnya berharga On The Road (OTR) Rp194 juta, lalu mendapatkan potongan harga Rp16 juta sehingga harga bersihnya menjadi Rp178 juta. Seluruh proses modifikasi dari sektor interior hingga kaki-kaki menghabiskan dana yang setara dengan nominal diskon pembelian tersebut, yaitu sekitar Rp16 juta.
Pengalaman unik sempat dirasakan pemilik saat mengisi bahan bakar di stasion Shell, di mana petugas tidak mengenali mobil tersebut sebagai Toyota Agya akibat ubahan logo serta tampilan kaki-kaki yang lebih ceper. Bagi pemiliknya, tantangan terbesar dari modifikasi OEM ini bukanlah besaran dana, melainkan usaha berburu ketersediaan suku cadang orisinal yang tergolong langka di pasaran.
y
Sumber : You Tube