4 Rekomendasi Hatchback Bekas Rp100 Jutaan Terbaik 2026, Suzuki Swift hingga Mazda 2 Skyactiv

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:50 WIB
Rekomendasi hatchback bekas Rp100 jutaan terbaik 2026, mulai Suzuki Swift, Daihatsu Sirion, Mazda2 Skyactiv hingga Kia Rio lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya (Pinterest).
Rekomendasi hatchback bekas Rp100 jutaan terbaik 2026, mulai Suzuki Swift, Daihatsu Sirion, Mazda2 Skyactiv hingga Kia Rio lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Rekomendasi hatchback bekas Rp100 jutaan masih menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang membutuhkan mobil kompak untuk mobilitas harian di perkotaan. Dengan dimensi yang ringkas, hatchback lebih mudah bermanuver di jalan sempit, praktis saat parkir, sekaligus tetap menawarkan kenyamanan dan fitur yang memadai.

Dalam pembahasan seri ketiga rekomendasi hatchback bekas, terdapat empat model yang dinilai layak dipertimbangkan. Masing-masing menawarkan karakter berbeda, mulai dari kenyamanan, efisiensi bahan bakar, hingga performa berkendara. Keempat model tersebut adalah Suzuki Swift generasi kedua, Daihatsu Sirion generasi ketiga, Mazda 2 Skyactiv pre-facelift, dan Kia Rio.

Berikut ulasan lengkap mengenai kelebihan, kekurangan, spesifikasi, serta kisaran harga masing-masing mobil.

Baca Juga: BUKTI NYATA SEKOLAH NEGERI ADALAH PILIHAN TERBAIK: KORWILCAM MUNJUNGAN GEBRAK DENGAN "NGAJI PARENTING" PERTAMA DI TRENGGALEK!

Suzuki Swift Generasi Kedua, Hatchback Nyaman dengan Mesin Ertiga

Pilihan pertama adalah Suzuki Swift generasi kedua yang diproduksi pada 2012 hingga 2017.

Mobil berstatus CBU Thailand ini tersedia dalam tipe GL, GX, GS, dan Sport. Khusus varian Sport merupakan CBU Jepang dengan mesin 1.600 cc, sedangkan tipe lainnya menggunakan mesin K14B 1.400 cc DOHC VVT yang sama dengan Suzuki Ertiga.

Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 94 hp pada 6.000 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.000 rpm. Tenaga disalurkan ke roda depan melalui pilihan transmisi manual lima percepatan atau otomatis empat percepatan konvensional.

Penggunaan transmisi otomatis konvensional dinilai menjadi salah satu kelebihan karena perawatannya lebih mudah dibanding CVT.

Meski menggunakan mesin yang sama dengan Ertiga, performa Swift terasa lebih responsif berkat bobot bodinya yang lebih ringan. Konsumsi bahan bakarnya juga disebut lebih irit.

Fitur Lebih Lengkap Dibanding Ertiga

Selain performa, Swift generasi kedua menawarkan sejumlah fitur yang tidak ditemukan pada Ertiga dengan mesin serupa.

Mobil ini sudah dibekali setir tilt dan telescopic, sistem keyless entry, tombol push start-stop engine, rem cakram depan dan belakang, serta AC digital dengan auto climate control.

Desainnya masih tergolong modern dengan dimensi yang pas untuk penggunaan di dalam kota.

Suspensinya juga dinilai nyaman, sementara tingkat kekedapan kabin disebut mendekati Mazda2 sehingga suara dari luar dapat diredam dengan baik.

Keunggulan lainnya adalah kemudahan mendapatkan suku cadang karena mesin dan komponen kaki-kakinya berbagi dengan Suzuki Ertiga.

Kekurangan Suzuki Swift Generasi Kedua

Kekurangan mobil ini tergolong minor.

Bagasi berukuran tidak terlalu besar dan jok baris kedua belum dapat dilipat rata lantai.

Selain itu, bibir bagasi cukup tinggi sehingga sedikit menyulitkan ketika mengangkat barang berukuran besar.

Head unit bawaan juga masih menggunakan model lama sehingga banyak pemilik memilih menggantinya dengan sistem multimedia yang lebih modern.

Di pasar mobil bekas, Suzuki Swift generasi kedua dipasarkan pada kisaran Rp100 juta hingga Rp130 jutaan, sedangkan pajak tahunannya berada di rentang Rp2 juta hingga Rp3 jutaan.

Baca Juga: Suli Da'im: Potensi PHK 4.400 Pekerja Harus Jadi Alarm Serius, Pemprov Jatim Diminta Bergerak Cepat Lindungi Pekerja

Daihatsu Sirion Generasi Ketiga Tawarkan Kabin Paling Lega

Pilihan kedua adalah Daihatsu Sirion generasi ketiga.

Mobil yang diproduksi mulai 2018 ini hadir dalam tipe X dan R serta mendapat facelift pada 2022.

Sirion generasi ini merupakan mobil CBU Malaysia yang menggunakan mesin 1NR-VE 1.300 cc Dual VVT-i.

Mesin tersebut menghasilkan tenaga 95 hp pada 6.000 rpm dan torsi 120 Nm pada 4.200 rpm.

Pilihan transmisinya terdiri dari manual lima percepatan dan otomatis empat percepatan untuk model awal, sedangkan versi facelift hanya tersedia dengan transmisi CVT.

Interior Luas dan Fitur Lengkap

Keunggulan utama Sirion generasi ketiga terletak pada kabinnya yang sangat lapang.

Baris kedua disebut sebagai salah satu yang paling lega di kelas hatchback dan tetap nyaman digunakan oleh tiga penumpang.

Mobil ini juga sudah dilengkapi ISOFIX serta sabuk pengaman tiga titik.

Pada varian tertinggi tersedia berbagai fitur seperti air purifier, headlamp leveling, auto speed sensing wiper, follow me home, head unit yang mendukung Apple CarPlay, AC digital, spion elektrik lipat otomatis, hingga sistem keyless.

Bagasinya juga tergolong luas dan jok belakang dapat dilipat rata lantai.

Irit BBM Jadi Nilai Tambah

Sirion generasi ketiga disebut mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 1:27 km/liter saat menggunakan teknik eco driving.

Untuk penggunaan normal di dalam kota, konsumsi BBM berada di kisaran 1:13 km/liter.

Suspensinya cukup nyaman, kabinnya kedap, serta performa mesin dinilai bertenaga.

Kekurangannya hanya terletak pada popularitas yang masih kalah dibanding produk Daihatsu rakitan lokal serta harga beberapa suku cadang yang sedikit lebih mahal karena statusnya CBU.

Harga bekas Sirion pre-facelift berada di kisaran Rp120 juta hingga Rp140 jutaan, sedangkan model facelift dipasarkan sekitar Rp150 juta hingga Rp180 jutaan.

Baca Juga: Nasib Infrastruktur 2027 di Ujung Tanduk Belanja Modal Kecil

Mazda2 Skyactiv Cocok untuk Pengemudi yang Suka Berkendara

Pilihan berikutnya adalah Mazda2 Skyactiv pre-facelift.

Model ini diproduksi mulai 2014 dan telah mengalami dua kali penyegaran pada 2019 serta 2023.

Untuk model awal tersedia tipe V, R, dan GT.

Mazda2 menggunakan mesin Skyactiv-G 1.500 cc empat silinder DOHC yang menghasilkan tenaga sekitar 115 PS pada 6.000 rpm dan torsi 148 Nm pada 4.000 rpm.

Seluruh varian menggunakan transmisi otomatis enam percepatan dengan mode manual.

Desain Premium dan Fitur Keselamatan Lengkap

Mazda2 dikenal dengan desain eksterior dan interior yang tampil premium.

Mobil ini juga menawarkan pengalaman berkendara yang lebih sporty melalui mode berkendara, mode manual transmisi, jok semi bucket, serta handling yang responsif.

Head unit sudah menggunakan layar sentuh dengan sistem audio premium.

Dari sisi keselamatan tersedia ABS, EBD, BA, Dynamic Stability Control, Traction Control System, Emergency Stop Signal, Hill Launch Assist, serta dua airbag.

Khusus tipe GT telah dilengkapi paket i-Activsense yang mencakup Blind Spot Monitoring, Rear Cross Traffic Alert, dan Smart City Brake Support.

Perawatan Lebih Mahal

Di balik berbagai kelebihannya, Mazda2 memiliki beberapa kekurangan.

Suspensinya terasa lebih keras dibanding sebagian kompetitor.

Kabin belakang dan bagasi juga tidak terlalu luas.

Selain itu, kulit pada setir disebut mudah mengelupas, sementara dashboard berpotensi menimbulkan bunyi rattle seiring usia kendaraan.

Biaya servis rutin masih tergolong setara mobil Jepang lain, tetapi harga komponen slow moving relatif lebih mahal.

Pengguna juga perlu memperhatikan kondisi aki, terutama pada mobil yang sering menggunakan fitur i-Stop, karena aki khusus sistem tersebut memiliki harga lebih tinggi.

Harga bekas Mazda2 Skyactiv pre-facelift saat ini berada di kisaran Rp140 juta hingga Rp150 jutaan dengan pajak tahunan sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.

Baca Juga: Hanya Ada Belasan dan Kompetisi Lomba Kini Ditiadakan

Kia Rio Jadi Alternatif Menarik Selain Jazz dan Yaris

Pilihan terakhir adalah Kia Rio yang diproduksi antara 2011 hingga 2017.

Mobil ini tersedia dalam tipe standar dan Platinum.

Varian Platinum menawarkan tambahan fitur seperti lampu proyektor, DRL, dan steering switch.

Kia Rio menggunakan mesin Gamma G4FA 1.400 cc DOHC Dual CVVT dengan tenaga 107 hp dan torsi 135 Nm.

Pilihan transmisinya terdiri dari manual enam percepatan dan otomatis empat percepatan.

Kabin Kedap dengan Rasa Berkendara Ala Mobil Eropa

Kia Rio dinilai memiliki desain yang masih modern meski usianya tidak lagi muda.

Interiornya tampil mewah dengan posisi duduk ergonomis.

Suspensi nyaman namun tetap mampu menjaga handling.

Kualitas material kabin juga disebut baik dengan tingkat kekedapan yang mendekati mobil Eropa.

Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.

Salah satunya adalah potensi masalah pada ECU transmisi otomatis yang dapat dipicu genangan air di saluran kaca depan atau kerusakan komponen pada PCB ECU.

Meski demikian, kerusakan tersebut masih dapat diperbaiki.

Interior berwarna beige juga lebih mudah terlihat kotor.

Selain itu, head unit masih menggunakan model single DIN, sementara konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 1:10 hingga 1:11 km/liter untuk penggunaan dalam kota.

Harga Kia Rio bekas cukup beragam.

Model keluaran awal dijual sekitar Rp80 juta hingga Rp100 jutaan, sedangkan varian Platinum keluaran akhir berada di kisaran Rp130 juta hingga Rp150 jutaan.

Pajak tahunannya sekitar Rp2 jutaan.

Empat Hatchback dengan Karakter Berbeda

Keempat hatchback tersebut menawarkan keunggulan yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna.

Suzuki Swift generasi kedua cocok bagi yang menginginkan kenyamanan dan biaya perawatan terjangkau.

Daihatsu Sirion generasi ketiga menawarkan kabin paling lega dengan konsumsi bahan bakar yang efisien.

Mazda2 Skyactiv menjadi pilihan bagi pencari sensasi berkendara dan fitur keselamatan lengkap.

Sementara Kia Rio dapat menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan hatchback bergaya Eropa dengan harga bekas yang kompetitif.

Baca Juga: Kecamatan Ditiadakan Karnaval Umum

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
hatchback bekas Rp100 jutaan Mazda2 Skyactiv Daihatsu Sirion generasi ketiga Kia Rio bekas Suzuki Swift bekas