TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Rekomendasi smartphone Rp5-7 juta menjadi salah satu kategori yang paling banyak diburu pada pertengahan 2026. Di tengah harga yang terus berubah dan stok yang cepat habis, konsumen disarankan tidak menunda pembelian terlalu lama karena fluktuasi harga terjadi dalam hitungan hari.
Segmen harga Rp5 juta hingga Rp7 juta dinilai sebagai kelas yang paling dinamis. Di rentang ini, tersedia smartphone dengan spesifikasi sangat menarik, tetapi juga ada perangkat baru yang belum mampu menawarkan peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Dalam pembahasan tersebut, sejumlah smartphone dari Xiaomi, Vivo, Samsung, Infinix, Tecno, Oppo, Motorola, iQOO, hingga Poco masuk dalam daftar rekomendasi berdasarkan kombinasi performa, kamera, layar, baterai, fitur, serta harga saat video direkam.
Para pembawa acara juga mengingatkan bahwa seluruh harga dapat berubah sewaktu-waktu karena kondisi pasar yang tidak menentu.
Fluktuasi Harga Jadi Tantangan di Kelas Rp5-7 Juta
Menurut pembahasan dalam video, kategori harga Rp5 juta hingga Rp7 juta merupakan segmen yang paling rentan mengalami perubahan.
Harga smartphone dapat naik maupun turun hanya dalam hitungan hari. Selain itu, sejumlah produk juga berpotensi menghilang dari pasaran karena stok yang semakin terbatas.
Karena itu, perbedaan harga antara saat video direkam dan ketika ditonton dianggap sebagai hal yang wajar.
Selain faktor harga, smartphone yang direkomendasikan juga didominasi produk keluaran tahun sebelumnya yang masih memiliki spesifikasi kompetitif dibanding perangkat baru.
Standar Smartphone Ideal di Harga Rp5-7 Juta
Dalam rekomendasi tersebut, ada sejumlah standar minimal yang dianggap layak untuk smartphone di kelas menengah tahun 2026.
Untuk memori, RAM 8 GB masih dinilai cukup, sementara kapasitas 12 GB menjadi pilihan yang lebih ideal apabila tersedia.
Penyimpanan internal minimal berada di angka 256 GB.
Dari sisi prosesor, chipset Snapdragon seri 7 atau Dimensity 7300 menjadi batas minimal performa yang diharapkan.
Apabila mendapatkan Snapdragon 8s atau Dimensity 8000 Series, perangkat dinilai memiliki nilai lebih.
Untuk sektor kamera, smartphone di kelas ini diharapkan sudah memiliki kamera utama dan ultrawide.
Kemampuan merekam video 4K juga menjadi salah satu nilai tambah.
Fitur NFC, sensor gyro hardware, serta layar AMOLED atau IPS berkualitas tinggi juga masuk dalam daftar pertimbangan utama.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol: Duel Sengit Messi dan Lamine Yamal
Redmi Note 15 Pro Jadi Salah Satu Pilihan Menarik
Salah satu smartphone yang mendapat sorotan adalah Redmi Note 15 Pro.
Perangkat ini tersedia di kisaran harga sekitar Rp5,1 juta untuk konfigurasi RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB.
Smartphone tersebut menggunakan chipset Dimensity 7400 dengan layar AMOLED 120 Hz berukuran 6,83 inci.
Baterainya berkapasitas 6.580 mAh dengan pengisian daya 45 watt.
Sektor kamera mengandalkan kamera utama 200 MP dan kamera ultrawide 8 MP.
Meski demikian, pembahasan dalam video menekankan bahwa resolusi 200 MP tidak otomatis menghasilkan kualitas setara smartphone flagship.
Keunggulan lain Redmi Note 15 Pro adalah dukungan eSIM, NFC, sertifikasi IP68, serta jaminan pembaruan Android hingga empat generasi.
Namun, sistem operasi Redmi masih menampilkan iklan bawaan.
Vivo V50 5G Dianggap Punya Kamera Paling Menarik
Vivo V50 5G disebut sebagai salah satu favorit karena memiliki konfigurasi kamera yang seimbang.
Smartphone ini dibanderol sekitar Rp5,2 juta untuk versi 8/256 GB.
Chipset yang digunakan adalah Snapdragon 7 Gen 3.
Layarnya menggunakan panel AMOLED 120 Hz berukuran 6,7 inci.
Baterai berkapasitas 6.000 mAh dipadukan dengan pengisian cepat 90 watt.
Keunggulan utama berada pada kamera.
Vivo V50 membawa kamera utama 50 MP, ultrawide 50 MP, serta kamera depan 50 MP yang seluruhnya telah mendukung autofokus.
Meski begitu, video 4K belum memiliki stabilisasi maksimal dan kualitas speaker dinilai belum istimewa.
Infinix, Tecno, dan Samsung Tawarkan Karakter Berbeda
Infinix Note 60 Pro hadir dengan Snapdragon 7s Gen 4, layar AMOLED 144 Hz, baterai 6.500 mAh, serta dukungan wireless charging dan reverse wireless charging.
Smartphone ini juga mampu merekam video 4K dari kamera depan maupun belakang.
Sementara itu, Tecno Camon 50 Pro 5G menawarkan konfigurasi kamera yang lebih lengkap.
Perangkat tersebut memiliki kamera utama 50 MP, telefoto 50 MP, ultrawide 8 MP, serta kamera depan 50 MP.
Tecno juga telah menyematkan sertifikasi IP69, bypass charging, serta layar AMOLED 144 Hz.
Di sisi lain, Samsung Galaxy A56 tetap masuk daftar rekomendasi meski merupakan produk tahun sebelumnya.
Dengan harga sekitar Rp5,8 juta, perangkat tersebut menawarkan layar Super AMOLED 120 Hz, chipset Exynos 1580, kamera utama 50 MP, ultrawide 12 MP, serta pembaruan sistem operasi yang panjang.
Samsung juga dinilai memiliki efisiensi baterai yang baik meski kapasitasnya hanya 5.000 mAh.
Baca Juga: 16 Tempat Wisata Terbaru Jogja 2025 Paling Hits dan Populer: Ada Rekreasi Gunung Kidul hingga Sleman
iQOO Neo 10 Jadi Pilihan untuk Pengguna yang Mengejar Performa
Bagi pengguna yang mengutamakan performa, iQOO Neo 10 disebut sebagai salah satu opsi paling menarik.
Perangkat tersebut menggunakan Snapdragon 8s Gen 4 yang menjadi salah satu chipset tercepat di daftar rekomendasi.
Harga yang disebutkan berada di kisaran Rp6,3 juta untuk varian 8/256 GB.
Smartphone ini membawa baterai 7.000 mAh dengan pengisian daya 120 watt.
Layarnya menggunakan AMOLED berukuran 6,78 inci.
Meski kualitas kamera tidak menjadi fokus utama, performa gaming, daya tahan baterai, serta kecepatan pengisian daya menjadi nilai jual terbesar.
Samsung Galaxy A57 Hadir dengan Penyempurnaan
Samsung Galaxy A57 juga masuk dalam daftar sebagai penerus Galaxy A56.
Secara umum, spesifikasi keduanya masih mirip.
Namun, Galaxy A57 menggunakan chipset Exynos 1680 serta membawa pengalaman perpindahan kamera yang lebih halus.
Perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi IP68.
Samsung masih mempertahankan dukungan pembaruan Android yang panjang sebagai salah satu daya tarik utamanya.
Poco X8 Pro Masih Menarik Meski Poco F7 Sulit Dicari
Poco F7 disebut sudah sulit ditemukan karena stok yang semakin menipis.
Sebagai alternatif, Poco X8 Pro dinilai tetap menarik.
Smartphone ini hadir dengan Dimensity 8500, penyimpanan 12 GB/512 GB, baterai 6.500 mAh, serta pengisian daya 100 watt.
Layarnya menggunakan AMOLED 120 Hz berukuran 6,59 inci.
Perangkat juga memiliki sertifikasi IP68.
Namun, sistem operasi Poco masih menampilkan iklan bawaan.
Selain itu, pengaturan warna layar dinilai belum memberikan opsi penuh bagi pengguna yang membutuhkan akurasi warna tinggi.
Infinix GT50 Pro dan Oppo Reno 13 5G Masuk Hidden Gem
Infinix GT50 Pro menjadi pilihan menarik untuk pengguna yang mengutamakan performa.
Perangkat ini menggunakan Dimensity 8400, layar AMOLED 144 Hz, baterai 6.500 mAh, serta mendukung video 4K dari kamera depan dan belakang.
Meski dipasarkan sebagai smartphone gaming, perangkat ini dinilai tetap memiliki kemampuan yang seimbang untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Oppo Reno 13 5G disebut sebagai salah satu hidden gem.
Perangkat tersebut menggunakan Dimensity 8350, RAM 12 GB, penyimpanan 256 GB, layar AMOLED 120 Hz, baterai 5.600 mAh, serta kamera depan 50 MP.
Selain itu, Oppo Reno 13 5G juga telah mendukung sertifikasi IP69 dan eSIM.
Motorola Edge 60 Pro Lengkapi Daftar Rekomendasi
Motorola Edge 60 Pro juga masuk daftar rekomendasi selama masih tersedia di bawah Rp7 juta.
Smartphone ini menggunakan Dimensity 8350, layar P-OLED 120 Hz, baterai 6.000 mAh, serta kamera utama 50 MP, ultrawide 50 MP, telefoto 10 MP, dan kamera depan 50 MP.
Perangkat juga telah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69.
Meski performanya dapat terasa hangat saat digunakan, pengujian yang dibahas menunjukkan penurunan performa berlangsung stabil tanpa penurunan drastis.
Barang Tahun Lalu Dinilai Lebih Layak Diburu
Di akhir pembahasan, penulis video menyarankan konsumen lebih memprioritaskan smartphone baru keluaran tahun sebelumnya dibanding membeli perangkat bekas.
Menurut mereka, produk lama yang masih baru sering kali menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan harga yang telah turun.
Sementara itu, membeli smartphone bekas dinilai memiliki risiko yang lebih besar karena kondisi perangkat belum tentu sepenuhnya diketahui oleh penjual.
Karena harga smartphone masih berpotensi berubah sewaktu-waktu, calon pembeli juga diimbau selalu mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.
Baca Juga: Wisata Jogja Viral 2026: Panduan Liburan 3 Hari 2 Malam, Lokasi Hits, Kuliner Legendaris, dan Biaya
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest