TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Biaya cas mobil listrik kembali menjadi sorotan setelah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengalami kenaikan. Naiknya harga Pertamax dan sejumlah BBM beroktan tinggi membuat banyak pemilik kendaraan mulai menghitung ulang biaya operasional harian, termasuk mempertimbangkan beralih ke kendaraan listrik.
Di tengah kenaikan harga BBM tersebut, biaya cas mobil listrik dinilai masih jauh lebih murah dibandingkan biaya mengisi bensin kendaraan konvensional. Namun, besarnya pengeluaran tetap bergantung pada lokasi pengisian daya, apakah dilakukan di rumah atau melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Berdasarkan simulasi penggunaan harian, pengisian daya mobil listrik di rumah menjadi metode paling hemat. Sementara penggunaan SPKLU, baik melalui pengisian AC maupun DC Fast Charging, memang membutuhkan biaya lebih tinggi, tetapi masih lebih murah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
Pengisian di Rumah Jadi Pilihan Paling Hemat
Simulasi dilakukan menggunakan tarif listrik yang berlaku saat ini dengan asumsi efisiensi rata-rata mobil listrik dalam penggunaan sehari-hari.
Hasilnya menunjukkan biaya pengisian daya di rumah hanya sekitar Rp24.000 untuk menempuh jarak sejauh 100 kilometer.
Angka tersebut menjadikan pengisian daya rumahan sebagai pilihan paling ekonomis bagi pengguna mobil listrik, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan rutin setiap hari.
Sementara itu, pengisian melalui SPKLU memerlukan biaya yang sedikit lebih tinggi, terutama jika menggunakan layanan DC Fast Charging yang menawarkan waktu pengisian jauh lebih cepat.
Meski demikian, biaya operasionalnya masih berada di bawah kendaraan berbahan bakar bensin.
Baca Juga: Warga Temukan Bayi di Teras Kondisi Hidup dan Menangis Polisi Dalami Motif Pembuangan
Mobil Listrik Lebih Unggul untuk Biaya Operasional
Selain menghitung biaya per 100 kilometer, simulasi juga membandingkan jarak tempuh kendaraan dengan anggaran yang sama.
Dengan dana sekitar Rp4 juta, kendaraan berbahan bakar minyak diperkirakan hanya mampu menempuh jarak sekitar 2.600 hingga 3.000 kilometer.
Sebaliknya, mobil listrik mampu menempuh jarak antara 9.000 hingga lebih dari 16.000 kilometer, bergantung pada metode pengisian daya yang digunakan.
Perbedaan tersebut menunjukkan efisiensi energi kendaraan listrik jauh lebih tinggi dibanding kendaraan bermesin pembakaran internal.
Ada Biaya Tambahan yang Perlu Dipertimbangkan
Meski menawarkan biaya operasional yang lebih rendah, calon pemilik mobil listrik tetap perlu memperhitungkan investasi awal.
Beberapa kebutuhan tambahan yang umumnya diperlukan meliputi penambahan daya listrik rumah, pemasangan wall charger, hingga instalasi perangkat pendukung.
Besarnya biaya tersebut tidak selalu sama untuk setiap pengguna karena dipengaruhi jenis kendaraan, kondisi instalasi listrik di rumah, serta berbagai program promosi yang ditawarkan masing-masing produsen mobil listrik.
Karena itu, biaya kepemilikan mobil listrik tidak hanya dihitung dari tarif pengisian daya, tetapi juga mencakup kesiapan infrastruktur di rumah.
Baca Juga: Izin Poligami Tak Sekadar Restu Istri
SPKLU Tetap Jadi Solusi Saat Perjalanan Jauh
Bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan luar kota, keberadaan SPKLU tetap menjadi fasilitas penting.
Pengisian menggunakan AC Charging maupun DC Fast Charging memberikan fleksibilitas saat baterai kendaraan membutuhkan tambahan daya dalam waktu singkat.
Meski tarifnya lebih mahal dibandingkan pengisian di rumah, biaya yang dikeluarkan masih relatif lebih rendah dibandingkan mengisi penuh tangki kendaraan berbahan bakar bensin.
Pilihan metode pengisian akhirnya bergantung pada kebutuhan pengguna, apakah lebih mengutamakan efisiensi biaya atau kecepatan pengisian.
Pola Pemakaian Tetap Menentukan Penghematan
Efisiensi kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh tarif listrik yang murah.
Pola penggunaan kendaraan juga menjadi faktor penting dalam menentukan besarnya penghematan yang diperoleh pemilik mobil listrik.
Frekuensi perjalanan, jarak tempuh harian, hingga kebiasaan mengisi daya di rumah atau di SPKLU akan memengaruhi total biaya operasional setiap bulan.
Karena itu, meski mobil listrik terbukti menawarkan biaya energi yang jauh lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak, tingkat penghematan setiap pengguna tetap bisa berbeda-beda.
Dengan harga BBM nonsubsidi yang terus meningkat, kendaraan listrik semakin dilirik sebagai alternatif transportasi yang lebih efisien. Selama didukung kebiasaan pengisian daya yang tepat dan infrastruktur memadai, mobil listrik berpotensi memberikan penghematan signifikan bagi pengguna dalam jangka panjang.
Baca Juga: Semarak Harkop Ke-79 Ribuan Warga Susuri CFD, Dorong Koperasi Berdaya dan Borong Produk UMKM
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest