TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Mobil listrik Rp100 jutaan semakin menjadi pilihan menarik di pasar otomotif Indonesia. Pergeseran tren kendaraan listrik membuat persaingan tidak lagi didominasi model premium berharga miliaran rupiah, melainkan mengarah ke segmen yang lebih terjangkau dan sesuai kebutuhan masyarakat urban.
Mobil listrik di rentang harga Rp100 jutaan kini menjadi incaran konsumen yang menginginkan kendaraan hemat biaya operasional, bebas dari aturan ganjil genap di sejumlah wilayah, serta tidak lagi bergantung pada antrean pengisian bahan bakar. Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah produsen otomotif dengan menghadirkan produk yang menawarkan harga kompetitif dan fitur yang sesuai kebutuhan penggunaan harian.
Persaingan di segmen ini juga semakin menarik karena diisi oleh berbagai merek, mulai dari produsen asal Vietnam hingga pabrikan besar asal Tiongkok yang berlomba menawarkan nilai lebih bagi calon pembeli.
Baca Juga: Cara Mengukur Ukuran Cincin Pakai Kertas di Rumah Biar Pas, Jangan Salah Pilih Size Pas Beli Online!
VinFast VF3 Andalkan Skema Sewa Baterai
Salah satu pilihan yang masuk dalam kategori mobil listrik Rp100 jutaan adalah VinFast VF3. Kendaraan mungil asal Vietnam ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp152 juta.
Yang membedakan VF3 dengan kompetitornya adalah strategi pemasaran yang memisahkan harga kendaraan dengan kepemilikan baterai. Konsumen dapat membeli mobil terlebih dahulu, kemudian menggunakan baterai melalui skema sewa bulanan.
Strategi tersebut bertujuan menekan harga awal kendaraan sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Seres E1 Tawarkan Baterai Milik Sendiri
Bagi konsumen yang tidak ingin terbebani biaya langganan baterai setiap bulan, Seres E1 B-Type menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan.
Mobil listrik ini dibanderol sekitar Rp189 juta, dengan harga tersebut sudah termasuk kepemilikan baterai secara penuh. Artinya, pemilik kendaraan tidak perlu membayar biaya sewa baterai setelah melakukan pembelian.
Konsep tersebut dinilai lebih praktis bagi pengguna yang menginginkan kepastian biaya kepemilikan kendaraan sejak awal.
Baca Juga: Cara Mengukur Ukuran Cincin Pakai HP Tanpa Pita, Cukup Pakai Aplikasi Ini Langsung Pas di Jari!
BYD Atto 1 Andalkan Kabin Lebih Luas
Pilihan berikutnya datang dari produsen otomotif global asal Tiongkok, BYD, melalui Atto 1 varian standar yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp199 juta.
Meski berada di batas atas segmen Rp100 jutaan, BYD menawarkan keunggulan pada sisi dimensi kendaraan. Berbeda dengan beberapa pesaing yang mengusung ukuran mikro, Atto 1 hadir dalam format hatchback lima pintu.
Desain tersebut memberikan ruang kabin yang lebih lega serta kapasitas bagasi yang lebih besar, sehingga lebih nyaman digunakan oleh penumpang dewasa maupun untuk membawa barang saat aktivitas sehari-hari.
Persaingan EV Semakin Ketat
Hadirnya berbagai pilihan mobil listrik dengan harga di bawah Rp200 juta menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia semakin berkembang. Produsen kini tidak hanya berlomba menghadirkan teknologi, tetapi juga menawarkan skema pembelian dan fitur yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan semakin banyaknya pilihan di segmen terjangkau, konsumen memiliki alternatif yang lebih luas untuk beralih dari kendaraan bermesin konvensional ke mobil listrik.
Persaingan ini diperkirakan akan terus meningkat seiring masuknya model-model baru yang menawarkan harga kompetitif, efisiensi biaya operasional, serta kemudahan penggunaan untuk mobilitas harian.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest