TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Suzuki Fronx menjadi salah satu crossover yang cukup menyita perhatian di pasar otomotif Indonesia. Namun, bagaimana kualitas mobil ini setelah digunakan sebagai kendaraan harian selama hampir enam bulan? Seorang pemilik Suzuki Fronx tipe GX transmisi manual membagikan pengalaman lengkapnya setelah menempuh jarak sekitar 5.000 kilometer.
Selama masa pemakaian tersebut, Suzuki Fronx digunakan sebagai kendaraan utama untuk berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan ke kantor, mengunjungi keluarga, hingga bepergian ke luar kota seperti Bandung dan Anyer. Dari pengalaman itu, muncul sejumlah catatan mengenai kenyamanan, performa, konsumsi bahan bakar, hingga beberapa kekurangan yang baru terasa setelah penggunaan jangka menengah.
Meski masih memberikan kesan positif secara keseluruhan, pemilik mengakui ada beberapa hal yang perlu dibiasakan ketika menggunakan crossover bermesin mild hybrid tersebut.
Idle Start Stop Jadi Kebiasaan Baru
Salah satu fitur yang paling sering menjadi perhatian adalah sistem Idle Start Stop. Fitur ini secara otomatis mematikan mesin saat kendaraan berhenti beberapa detik untuk menghemat bahan bakar.
Pemilik mengaku sering memilih menonaktifkan fitur tersebut ketika berkendara di jalur padat dengan pola stop and go. Alasannya, mesin harus kembali menyala setiap kali kendaraan akan bergerak sehingga dinilai sedikit mengganggu kenyamanan.
Sebaliknya, ketika melakukan perjalanan jauh atau melewati banyak lampu lalu lintas dengan waktu berhenti cukup lama, fitur tersebut tetap diaktifkan karena terbukti membantu efisiensi bahan bakar.
Selain itu, pengemudi juga harus membiasakan diri mengunci pintu secara manual karena mobil ini belum memiliki fitur auto door lock yang otomatis aktif saat kendaraan mulai melaju.
Baca Juga: Hari Baik Menikah Menurut Primbon Jawa, Weton Rabu Pahing dan Senin Pon Cocok Pilih Tanggal Ini
Kekedapan Kabin Mulai Berkurang
Pada awal penggunaan, Suzuki Fronx dinilai memiliki kabin yang cukup senyap untuk kelasnya. Namun setelah hampir enam bulan digunakan, pemilik mulai merasakan adanya peningkatan suara dari luar kabin.
Suara knalpot motor maupun kendaraan yang melintas kini lebih mudah terdengar dibandingkan saat mobil masih baru. Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan dipengaruhi kebiasaan parkir di area terbuka sehingga karet-karet pintu mulai mengalami perubahan akibat sering terkena panas dan hujan.
Selain itu, suara cipratan air ketika melewati genangan juga masih cukup terdengar di dalam kabin. Begitu pula suara hujan yang mengenai atap mobil masih terasa cukup jelas, sehingga kenyamanan saat berkendara di musim hujan dinilai belum menjadi keunggulan utama mobil ini.
Performa Mesin Lebih Optimal di Putaran Atas
Dari sisi performa, pemilik menemukan karakter mesin yang baru benar-benar terasa setelah beberapa bulan penggunaan.
Mesin K15C mild hybrid disebut sedikit lambat merespons saat akselerasi dari kecepatan sekitar 80 km/jam menuju 100 km/jam apabila putaran mesin masih berada di kisaran 2.000 rpm. Namun setelah melewati 2.500 hingga 3.000 rpm, tenaga kembali muncul dan akselerasi terasa lebih responsif.
Karakter tersebut membuat pengemudi menyimpulkan bahwa sistem mild hybrid lebih banyak membantu efisiensi kerja mesin dibandingkan memberikan tambahan tenaga besar seperti teknologi full hybrid.
Baca Juga: Hari Baik Buka Usaha Menurut Poncosudo, Begini Cara Menghitung Weton agar Bisnis Lebih Beruntung
Konsumsi BBM Tetap Menjadi Nilai Plus
Salah satu aspek yang tetap konsisten adalah efisiensi bahan bakar. Selama hampir enam bulan pemakaian, konsumsi BBM Suzuki Fronx dinilai tidak mengalami perubahan signifikan.
Dalam perjalanan luar kota dengan kondisi lalu lintas lancar, konsumsi bahan bakar bahkan mampu mencapai sekitar 27 hingga 28 kilometer per liter. Untuk penggunaan dalam kota dengan kondisi jalan relatif lancar, angka konsumsi berkisar antara 18 hingga 20 kilometer per liter.
Sementara saat menghadapi kemacetan, konsumsi BBM berada di kisaran 13 hingga 15 kilometer per liter. Angka tersebut masih dianggap sangat baik untuk sebuah crossover bermesin bensin dengan teknologi mild hybrid.
Masih Layak Jadi Pilihan Harian
Di luar beberapa kekurangan tersebut, pemilik tetap menilai Suzuki Fronx sebagai mobil yang nyaman digunakan setiap hari. Lampu dinilai terang, ruang kabin cukup memadai, dan kenyamanan penumpang belakang juga masih mendapat penilaian positif.
Menurutnya, pilihan antara Suzuki Fronx dan XL7 bergantung pada kebutuhan. Fronx lebih cocok bagi keluarga kecil atau pengguna yang mengutamakan mobil kompak dengan efisiensi tinggi, sedangkan XL7 lebih sesuai bagi konsumen yang membutuhkan kapasitas tujuh penumpang.
Secara keseluruhan, pengalaman hampir enam bulan penggunaan menunjukkan bahwa Suzuki Fronx masih menawarkan kombinasi menarik antara efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, dan biaya operasional yang relatif rendah. Meski terdapat beberapa catatan kecil, crossover ini tetap dinilai layak menjadi kendaraan harian bagi masyarakat yang menginginkan mobil modern dengan teknologi mild hybrid.
Baca Juga: Hari Baik Memulai Usaha Menurut Kejawen, Tak Selalu Harus Hitung Weton, Ini Penjelasannya
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest