TRENGGALEK – Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan usai tampil impresif di Sirkuit Silverstone, Inggris. Pembalap muda Indonesia itu disebut mampu menampilkan balapan cerdas di salah satu lintasan paling menantang dalam kalender Moto3, hingga mendapat pujian dari legenda MotoGP, Jorge Lorenzo.
Penampilan Veda Ega Pratama di Silverstone disebut menjadi salah satu kejutan terbesar akhir pekan balapan. Datang sebagai pembalap yang minim pengalaman di lintasan Inggris, rider asal Gunungkidul itu mampu bersaing dengan rombongan depan dan menunjukkan kemampuan adaptasi yang mengundang perhatian paddock.
Bahkan, menurut narasi dalam video yang beredar, aksi Veda Ega Pratama saat melibas tikungan-tikungan cepat Silverstone membuat Jorge Lorenzo tak dapat menyembunyikan kekagumannya. Sang juara dunia MotoGP beberapa kali dikisahkan memperhatikan jalannya balapan sebelum akhirnya memberikan pujian atas performa pembalap Indonesia tersebut.
Silverstone Jadi Ujian Berat bagi Pembalap Non-Eropa
Silverstone dikenal sebagai salah satu sirkuit paling ikonik sekaligus paling sulit dalam ajang Grand Prix. Lintasan sepanjang hampir 5,9 kilometer itu memiliki karakter kecepatan tinggi dengan kombinasi tikungan cepat yang menuntut keberanian, presisi, serta kestabilan motor.
Beberapa sektor legendaris seperti Maggots, Becketts, dan Chapel menjadi bagian yang paling menentukan. Pembalap dituntut mampu mengubah arah motor secara cepat dalam kecepatan tinggi tanpa kehilangan traksi.
Selain itu, tikungan Stowe dan Copse juga menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan teknik pengereman yang sangat presisi setelah melaju di lintasan lurus berkecepatan tinggi.
Bagi pembalap Eropa, karakter Silverstone bukan hal asing karena banyak yang sudah mengenal lintasan tersebut sejak tampil di ajang balap junior. Sebaliknya, bagi Veda Ega Pratama, setiap sesi latihan menjadi proses penting untuk memahami racing line dan ritme sirkuit.
Tampil Taktis, Veda Ega Pratama Perlahan Merangsek ke Depan
Perjuangan Veda Ega Pratama sudah terlihat sejak sesi kualifikasi. Ia harus menghadapi persaingan ketat dalam mencari slipstream demi mencatatkan waktu terbaik.
Meski demikian, pembalap Indonesia tersebut tetap tampil tenang. Ia memanfaatkan data telemetri bersama tim mekanik untuk menemukan setelan motor yang sesuai dengan karakter Silverstone.
Saat balapan berlangsung, Veda tidak langsung memaksakan diri menyerang sejak awal. Memulai dari posisi tengah membuatnya memilih strategi yang lebih aman agar terhindar dari insiden pada lap-lap pertama yang biasanya berlangsung ketat.
Baca Juga: Rumor Veda Ega Pratama Naik ke Moto2 Tahun 2028 Makin Kencang, Benarkah Honda Sudah Siapkan Promosi?
Strategi itu terbukti efektif. Memasuki pertengahan balapan, ketika grip ban para rival mulai menurun, Veda mulai meningkatkan kecepatannya. Satu per satu pembalap di depannya berhasil dilewati melalui manuver yang bersih dan terukur.
Keunggulan Veda disebut paling terlihat di sektor cepat Maggots-Becketts-Chapel. Kemampuannya menjaga kecepatan saat berpindah arah membuat komentator internasional mulai menyoroti penampilannya.
Salah satu aksi yang paling menarik perhatian terjadi menjelang tikungan Stowe. Memanfaatkan slipstream di Hangar Straight, Veda keluar dari bayang-bayang motor lawan pada momen yang tepat sebelum melakukan pengereman terlambat atau late braking untuk merebut posisi.
Baca Juga: Hoaks Veda Ega Pratama Dapat Sponsor Adidas Rp225 Miliar Terbongkar, Begini Fakta Sebenarnya
Jorge Lorenzo Sebut Veda Pembalap Muda yang Spesial
Momen tersebut dikisahkan turut disaksikan Jorge Lorenzo dari area paddock. Legenda asal Spanyol itu disebut memperhatikan tayangan ulang manuver Veda sebelum menunjukkan ekspresi kagum.
Dalam narasi video, Lorenzo kemudian memberikan apresiasi terhadap cara balap Veda yang dinilai jauh lebih matang dibanding kebanyakan pembalap debutan.
Ia menyebut Veda bukan hanya memiliki keberanian, tetapi juga mampu membaca jalannya balapan dengan baik. Menurutnya, kemampuan menentukan waktu menyerang, menghemat ban, hingga memanfaatkan slipstream merupakan kualitas yang jarang dimiliki pembalap muda.
Baca Juga: Hasil Latihan Bebas Moto3 Jerman 2026: Rider Indonesia Veda Ega Pratama Menggila Jadi yang Tercepat!
Lorenzo bahkan menilai gaya balap Veda mengingatkannya pada karakter pembalap elite MotoGP generasi sebelumnya yang lebih mengandalkan kecerdasan, feeling terhadap motor, serta kemampuan mengelola ritme balapan.
Pujian dari mantan juara dunia tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan karier Veda Ega Pratama di level internasional. Meski masih berkompetisi di Moto3, penampilan konsisten di lintasan-lintasan sulit seperti Silverstone dinilai mampu memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta muda Asia yang patut diperhitungkan pada musim 2026.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : BolaBola IDN - Berita Timnas Terbaru