Harga HP Naik Terus, GadgetIn Ungkap Penyebab Smartphone Makin Mahal hingga Prediksi Kapan Turun

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19:40 WIB
Harga HP naik diprediksi masih berlanjut akibat krisis RAM dan storage yang dipicu lonjakan kebutuhan AI. Simak penyebab, prediksi, dan waktu terbaik membeli smartphone (Pinterest).
Harga HP naik diprediksi masih berlanjut akibat krisis RAM dan storage yang dipicu lonjakan kebutuhan AI. Simak penyebab, prediksi, dan waktu terbaik membeli smartphone (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Harga HP naik menjadi keluhan banyak konsumen sepanjang 2026. Kondisi ini bahkan disebut belum mencapai puncaknya karena biaya komponen utama seperti RAM, penyimpanan (storage), dan chipset masih terus mengalami kenaikan di pasar global.

Dalam video terbaru di kanal YouTube GadgetIn, David menjelaskan bahwa harga HP naik bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dirasakan oleh produsen smartphone di berbagai negara. Bahkan sejumlah vendor dikabarkan menunda peluncuran produk baru karena biaya produksi semakin tinggi.

Menurutnya, tren harga HP naik diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Hal itu didasarkan pada informasi dari pelaku industri yang menyebut harga komponen terus berubah hampir setiap kuartal.

Kenaikan Harga Dipicu Krisis Komponen

David mengungkapkan bahwa kenaikan harga smartphone terutama disebabkan melonjaknya harga RAM, storage, dan chipset yang menjadi komponen utama sebuah ponsel.

Akibatnya, banyak smartphone yang sebelumnya berada di kelas harga Rp3 jutaan kini dijual mendekati Rp4 juta. Bahkan beberapa perangkat entry-level juga mengalami kenaikan harga disertai pemangkasan spesifikasi.

Tak hanya produsen Android, Apple disebut mulai merasakan dampak serupa. Meski selama ini dikenal mampu menjaga harga produknya tetap stabil berkat stok komponen yang dimiliki, perusahaan tersebut dikabarkan juga akan melakukan penyesuaian harga.

Baca Juga: Rekomendasi Film Rating 10/10, 30 Judul Terbaik dari Interstellar hingga The Raid 2 Wajib Ditonton

Ledakan AI Jadi Penyebab Utama

Menurut GadgetIn, salah satu faktor terbesar di balik kelangkaan komponen adalah pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Permintaan terhadap chip memori untuk membangun pusat data AI meningkat tajam sehingga pasokan RAM dan storage lebih banyak diserap industri tersebut dibanding pasar perangkat konsumen seperti smartphone maupun laptop.

Kondisi ini justru menguntungkan produsen komponen. Perusahaan penyimpanan data seperti SanDisk disebut menikmati lonjakan permintaan, sementara produsen chip memori Korea Selatan seperti Samsung dan SK Hynix memperoleh keuntungan besar dari meningkatnya kebutuhan pasar.

David bahkan menyebut laporan yang menyatakan karyawan divisi semikonduktor memperoleh bonus dalam jumlah sangat besar seiring melonjaknya keuntungan perusahaan.

Lima Skenario Harga HP Bisa Turun

Meski situasi saat ini masih sulit, GadgetIn menilai krisis tersebut tetap memiliki peluang berakhir. Ia memprediksi sedikitnya ada lima kemungkinan yang dapat membuat harga smartphone kembali stabil.

Pertama, pertumbuhan industri AI mulai melambat sehingga kebutuhan pembangunan pusat data baru ikut berkurang.

Kedua, munculnya pabrik-pabrik baru yang mampu meningkatkan pasokan chip memori sehingga suplai kembali seimbang dengan permintaan.

Ketiga, hadir teknologi baru yang lebih efisien dibanding RAM konvensional sehingga kebutuhan terhadap komponen saat ini menurun.

Keempat, antusiasme masyarakat terhadap AI mulai berkurang sehingga pembangunan infrastruktur AI tidak lagi berlangsung secara masif.

Kelima, regulator di berbagai negara membatasi perkembangan AI apabila dinilai berkembang terlalu cepat dan menimbulkan risiko keamanan.

Baca Juga: Film Rating Tertinggi IMDb, Ini 10 Film Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Masuk Watchlist

Belajar dari Krisis GPU Saat Demam Kripto

David menilai kondisi saat ini memiliki kemiripan dengan krisis kartu grafis (GPU) ketika tren penambangan mata uang kripto sedang berada di puncak.

Saat itu harga GPU melonjak hingga dua sampai tiga kali lipat karena tingginya permintaan dari pelaku mining Bitcoin. Bahkan sejumlah toko hanya menjual GPU dalam paket lengkap bersama komputer agar tidak diborong penambang.

Namun setelah keuntungan mining mulai menurun dan harga Bitcoin terkoreksi, pasar dibanjiri GPU bekas sehingga harga perlahan kembali normal.

Menurutnya, pola serupa berpotensi terjadi pada pasar komponen smartphone apabila permintaan industri AI mulai menurun di masa mendatang.

Sebaiknya Beli Sekarang atau Menunggu?

Menjawab pertanyaan yang banyak diajukan penonton, GadgetIn menyarankan agar konsumen yang benar-benar membutuhkan smartphone baru sebaiknya tidak menunda pembelian.

Alasannya, belum ada kepastian kapan harga perangkat akan kembali turun. Menunggu justru berisiko membuat calon pembeli harus mengeluarkan biaya lebih besar apabila tren kenaikan harga terus berlanjut.

Ia menyarankan pembeli menentukan anggaran terlebih dahulu, membandingkan beberapa pilihan di kelas harga yang sama, serta mempertimbangkan model keluaran tahun sebelumnya yang masih dijual baru karena sering kali menawarkan spesifikasi hampir setara dengan harga lebih murah.

Sementara bagi pengguna yang masih memiliki smartphone dengan kondisi baik, David menyarankan untuk tetap menggunakannya selama mungkin. Menurutnya, mempertahankan perangkat yang masih layak pakai menjadi langkah paling bijak di tengah kondisi pasar smartphone yang belum stabil.

Baca Juga: Film Terbaik Sepanjang Masa, 5 Rekomendasi Rating Tertinggi Versi Rotten Tomatoes

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
harga HP naik GadgetIn Krisis RAM AI dan smartphone harga smartphone 2026