TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Chery Tiggo 9 CSH 2026 resmi diperkenalkan sebagai SUV plug-in hybrid (PHEV) terbaru yang menyasar segmen premium di Indonesia. Mobil ini hadir dengan dimensi lebih besar, teknologi lebih canggih, serta performa yang jauh meningkat dibanding Tiggo 8 CSH. Dengan berbagai pembaruan tersebut, Chery optimistis Tiggo 9 CSH mampu menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan SUV mewah dengan efisiensi tinggi.
Dari sisi ukuran, Chery Tiggo 9 CSH 2026 memiliki panjang 4.810 mm, lebar 1.925 mm, dan tinggi 1.741 mm. Dimensi tersebut membuat ruang kabin menjadi lebih lapang dibandingkan pendahulunya. Desain eksteriornya juga tampil lebih modern melalui grille berukuran besar dengan motif honeycomb beraksen krom yang dipadukan lampu LED penuh.
Keunggulan utama Chery Tiggo 9 CSH terletak pada teknologi Super Hybrid yang menggabungkan mesin bensin turbo dengan motor listrik berdaya besar. Kombinasi ini menghasilkan performa tinggi sekaligus efisiensi bahan bakar yang menjadi daya tarik utama SUV terbaru Chery tersebut.
Mesin Super Hybrid Bertenaga 395 PS
Chery membekali Tiggo 9 CSH dengan mesin bensin 1.500 cc turbo yang dipadukan motor listrik berkapasitas baterai 34,46 kWh. Sistem tersebut menghasilkan tenaga gabungan hingga 395 PS dengan torsi maksimal 650 Nm.
Dalam mode listrik penuh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 180 kilometer. Sementara jika baterai terisi penuh dan tangki bahan bakar penuh, total jarak tempuhnya mencapai sekitar 1.400 kilometer dengan konsumsi bahan bakar rata-rata sekitar 19 km/liter.
ADAS Lengkap hingga Auto Parking
SUV ini dibekali paket Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang cukup lengkap. Fitur-fiturnya meliputi Adaptive Cruise Control, Lane Departure Warning, Lane Keeping Assist, Emergency Brake Assist, Blind Spot Detection, Rear Cross Traffic Alert, Rear Collision Warning, hingga Door Open Warning.
Salah satu fitur unggulannya adalah Automatic Parking Assist yang memungkinkan kendaraan melakukan parkir otomatis tanpa pengemudi perlu memutar kemudi secara manual.
Baca Juga: Wasit Telah Kantongi Legalitas Asprov Merasa Jadi Korban
Interior Premium Sarat Teknologi
Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa berkat penggunaan material soft touch, ornamen bergaya kayu, ambient light, serta jok kulit elektrik yang telah dilengkapi ventilated seat dan memory seat.
Panel instrumen digital berukuran 12,25 inci dipadukan dengan layar infotainment 15,6 inci yang sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay. Seluruh pengaturan kendaraan, termasuk mode berkendara, kamera 360 derajat, hingga pengaturan AC dapat dilakukan melalui layar tersebut. Bahkan tersedia fitur perintah suara berbahasa Indonesia untuk mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan.
Pengemudi juga dimanjakan dengan setir elektrik tilt dan telescopic, wireless charger, cool box di konsol tengah, panoramic sunroof elektrik, serta berbagai mode berkendara mulai Eco, Normal, Sport, Snow, Sand hingga Offroad.
Kabin Lapang untuk Tujuh Penumpang
Sebagai SUV tujuh penumpang, Tiggo 9 CSH menawarkan ruang kabin yang lega di baris kedua. Penumpang belakang mendapatkan ventilated seat, pemanas jok, AC digital, port USB Type-A dan Type-C, speaker Sony, panoramic glass roof, hingga ambient light yang menambah kenyamanan perjalanan.
Sementara pada baris ketiga, tersedia dua kursi lengkap dengan headrest, AC tersendiri, lampu LED, serta akses yang lebih mudah melalui kursi baris kedua yang dapat dilipat ke depan.
Bagasi belakang memang tidak terlalu besar karena ruang baterai berada di bagian bawah. Namun, kursi baris kedua dan ketiga dapat dilipat rata lantai sehingga kapasitas angkut barang menjadi jauh lebih luas ketika dibutuhkan.
Dengan kombinasi performa 395 PS, jarak tempuh hingga 1.400 kilometer, teknologi ADAS lengkap, serta interior premium yang kaya fitur, Chery Tiggo 9 CSH 2026 diposisikan sebagai salah satu SUV plug-in hybrid paling menarik di kelasnya. Kehadirannya diperkirakan akan semakin meramaikan persaingan kendaraan elektrifikasi premium di pasar otomotif Indonesia.
Baca Juga: Literasi Masih Jadi Tantangan
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest