TRENGGALEK – Memiliki asuransi kendaraan dan skema cicilan mobil memang memberikan rasa tenang, namun bukti visual yang autentik di jalan raya tetap tidak bisa digantikan. Keberadaan perangkat pemantau keselamatan atau dashcam mobil kini menjadi perlindungan wajib bagi setiap pengendara untuk merekam momen kecelakaan, mencegah klaim palsu, hingga mengawasi keamanan kendaraan saat berada di lokasi parkir.
Perkembangan teknologi keselamatan otomotif pada tahun ini makin memanjakan para pemilik kendaraan roda empat. Jajaran dashcam mobil terbaru hadir mengusung resolusi visual yang tajam hingga 4K, sensor malam berbasis chip Sony Starvis, layar spion yang lapang, hingga akses pengontrolan praktis berbasis aplikasi ponsel pintar (smartphone). Kehadiran fitur pemantauan parkir 24 jam berbasis timelapse dan sensor benturan otomatis (G-Sensor) makin mempertegas pentingnya perangkat ini di setiap mobil harian.
Bagi pengemudi yang sedang memilah dashcam mobil terbaik sesuai budget dan kebutuhan harian, pasar otomotif menyediakan berbagai opsi fleksibel. Mulai dari varian layar spion serbaguna hingga versi tiga kamera berteknologi inframerah, deretan perangkat ini siap memberikan perlindungan maksimal selama berkendara.
Model Layar Spion Praktis hingga Sensor Malam F/1.4
Opsi pertama datang dari Dokter Cam Plus C10 Wi-Fi yang menjadi pilihan aman (safe choice) bagi pengemudi harian. Mengusung konsep spion berlayar lebar 9,3 inci, kamera depan dan belakangnya sudah beresolusi Full HD dengan sudut pandang 140 derajat. Dilengkapi fitur HDR, G-Sensor, pemantauan parkir timelapse 24 jam, serta integrasi garis pemandu parkir mundur otomatis, perangkat ini dapat langsung diakses secara praktis melalui aplikasi ponsel pintar.
Bagi pengemudi yang sering menembus perjalanan malam hari, DDPAI Mola E3 menjadi rekomendasi unggulan. Membawa layar spion lebih besar berukuran 10 inci, kamera depannya mengusung resolusi 2K dengan bukaan lensa amat lebar F/1.4. Tingkat bukaan lensa yang besar ini memastikan rekaman situasi malam hari atau area sepi tetap terang. Perangkat ini juga dipersenjatai teknologi collision detection dan motion detection untuk mengamankan area parkir.
Melangkah ke kelas performa super detail, Dokter Cam Plus Vision One menyajikan rekaman depan 4K berbekal chipset premium Sony Starvis IMX335, dipadu kamera belakang 2K Sony Starvis IMX307 bersertifikasi anti-air IP67. Berlayar spion ekstra panjang 11,66 inci, kamera pengawas ini dibekali fitur perintah suara (voice command), G-Sensor darurat, serta dukungan akses aplikasi ponsel.
Fitur Zoom Unik hingga Perlindungan Tiga Saluran Kabin
Sementara itu, 70mai A410 tampil sebagai varian unik yang mengandalkan keandalan ekosistem aplikasi yang sangat stabil. Kamera depannya mengusung resolusi 2K sementara kamera belakangnya Full HD. Keunggulan menariknya terletak pada kemampuan perbesaran gambar (digital zoom) 1x, 1,5x, hingga 2x, serta dukungan penyimpanan micro SD hingga 256 GB untuk menampung rekaman pemantauan parkir 24 jam.
Sebagai penutup kelas flagship paling lengkap, Dokter Cam Plus Vision 3 Ultra hadir membawa tiga saluran kamera sekaligus untuk area depan (4K Sony Starvis IMX335), interior kabin (Full HD Inframerah), dan bagian belakang (2K Sony Starvis IMX307 IP67). Berlayar 11,8 inci dengan GPS terintegrasi, seluruh rekaman dari ketiga arah dapat langsung dipantau melalui smartphone. Perangkat ini menjadi solusi paling ideal untuk perlindungan mobil keluarga maupun angkutan umum. Beragam inovasi tersebut membuktikan bahwa memiliki dashcam mobil terkoneksi ponsel kini menjadi investasi keamanan yang makin praktis dan tanpa kompromi.
Baca Juga: Pendakian Gunung Rinjani Berubah Dramatis, Pendaki Pilih Batal Summit karena Kemarau Basah dan Hujan
Sumber : You Tube