JAKARTA – Poco F7 resmi hadir membawa peningkatan besar dibanding pendahulunya. Smartphone ini mengandalkan Snapdragon 8s Gen 4, RAM 12 GB, penyimpanan 512 GB, baterai 6.500 mAh, serta desain premium dengan frame metal dan sertifikasi IP68. Kombinasi tersebut membuat Poco F7 menjadi salah satu smartphone paling menarik di kelas harga Rp5 jutaan. Artikel ini disusun mengikuti format pada dokumen yang kamu unggah.
Meski bersaing dengan banyak smartphone baru, Poco F7 tetap menawarkan keunggulan di sektor performa, kapasitas memori, hingga fitur gaming yang jarang ditemui pada kelas harga yang sama.
Baca Juga: Toyota Luncurkan Kampanye Global "Drive Further, Activate the Future"
Poco F7 ditenagai Snapdragon 8s Gen 4 yang dipadukan RAM LPDDR5X 12 GB dan penyimpanan UFS 4.1 berkapasitas 512 GB. Konfigurasi ini menjadi salah satu yang terbesar di kelasnya karena Poco hanya menyediakan satu varian memori.
Dalam pengujian benchmark, skor AnTuTu mencapai sekitar 1,9 juta poin pada mode Balance dan menembus 2 juta poin ketika Ultimate Mode diaktifkan. Sementara Geekbench 6 mencatat skor single-core 2.045 dan multi-core 6.395.
Saat digunakan bermain game, Mobile Legends mampu berjalan stabil hingga 120 FPS. PUBG Mobile masih terbatas di 90 FPS karena optimalisasi game, sedangkan Genshin Impact pada pengaturan Highest mampu bertahan di kisaran 55–60 FPS tanpa penurunan performa yang signifikan.
Poco juga menghadirkan fitur Smart Frame Rate yang membuat Genshin Impact dapat tampil hingga 120 FPS melalui teknologi penambahan frame. Selama pengujian, frame rate memang sempat turun ke kisaran 80–100 FPS ketika suhu meningkat, tetapi pengalaman bermain tetap terasa jauh lebih mulus dibanding mode 60 FPS.
Baca Juga: Toyota Luncurkan Kampanye Global "Drive Further, Activate the Future"
Poco F7 tampil dengan desain baru menggunakan back cover kaca dual-tone dan frame berbahan metal sehingga terasa lebih premium dibanding Poco F6. Smartphone ini memiliki layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz dan perlindungan Corning Gorilla Glass 7i.
Perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi IP68 sehingga lebih tahan terhadap debu dan air. Namun, bobotnya mencapai sekitar 216 gram sehingga terasa cukup besar saat digenggam.
Baterainya meningkat menjadi 6.500 mAh dan didukung pengisian cepat 90 watt. Pengisian daya dari 0 hingga 50 persen membutuhkan waktu sekitar 18 menit, sedangkan baterai penuh dapat dicapai dalam waktu sekitar 44 menit.
Dalam pengujian daya tahan, pemutaran video lokal mampu bertahan hampir 27 jam. Streaming YouTube selama 30 menit menghabiskan sekitar 3 persen baterai, sedangkan bermain Genshin Impact selama 30 menit mengurangi daya sekitar 13 persen atau 15 persen ketika fitur 120 FPS diaktifkan.
Poco F7 dibekali kamera utama 50 MP Sony IMX882 dengan OIS, kamera ultrawide 8 MP, serta kamera depan 20 MP. Kamera utama mampu merekam video hingga 4K 60 FPS dengan kualitas detail dan warna yang natural.
Video dari kamera utama juga memiliki dynamic range yang baik, meski stabilisasi masih terasa kurang halus ketika digunakan sambil berlari. Kamera ultrawide memberikan hasil yang cukup baik pada kondisi terang, sedangkan kamera selfie dinilai masih menjadi sektor yang perlu ditingkatkan.
Dari sisi software, Poco F7 menjalankan HyperOS berbasis Android 15 dengan jaminan empat kali pembaruan Android dan enam tahun pembaruan keamanan. Selama pengujian, aplikasi bawaan juga belum menampilkan iklan pop-up sehingga pengalaman penggunaan terasa lebih nyaman.
Meski masih memiliki beberapa kekurangan seperti belum adanya bypass charging, bodi yang cukup berat, suhu perangkat saat gaming yang bisa mencapai 44–45 derajat Celsius, serta mode Pro Video yang dihilangkan, Poco F7 tetap menawarkan value yang sangat tinggi.
Dengan performa Snapdragon 8s Gen 4, RAM 12 GB, penyimpanan 512 GB, layar AMOLED, baterai besar, dan fitur gaming 120 FPS di Genshin Impact, Poco F7 menjadi salah satu smartphone kelas menengah paling menarik untuk gamer maupun pengguna yang menginginkan perangkat bertenaga untuk jangka panjang.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir