Mobil Hybrid Indonesia Makin Canggih, Ini Perbandingan 4 Teknologi yang Bikin Irit BBM

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Mobil hybrid Indonesia semakin beragam dengan teknologi mild hybrid, serial, paralel, hingga PHEV. Simak perbandingan empat sistem hybrid yang menawarkan irit BBM dan performa (Pinterest).
Mobil hybrid Indonesia semakin beragam dengan teknologi mild hybrid, serial, paralel, hingga PHEV. Simak perbandingan empat sistem hybrid yang menawarkan irit BBM dan performa (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Mobil Hybrid Indonesia kini semakin berkembang dengan pilihan teknologi yang semakin beragam. Tidak hanya menawarkan efisiensi bahan bakar, mobil hybrid juga hadir dengan berbagai sistem yang menyesuaikan kebutuhan konsumen, mulai dari mild hybrid, serial hybrid, parallel hybrid, hingga plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Perkembangan mobil hybrid Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat kini memiliki banyak pilihan kendaraan elektrifikasi tanpa harus langsung beralih ke mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Teknologi hybrid dianggap menjadi jembatan paling mudah bagi pengguna mobil konvensional berbahan bakar minyak menuju era kendaraan listrik.

Dalam perjalanan pengujian Jakarta-Solo, sejumlah teknologi hybrid diuji untuk melihat karakter, performa, hingga tingkat efisiensinya. Ada empat sistem hybrid yang dibandingkan, yakni Suzuki Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), Nissan e-Power, Toyota Hybrid System, dan plug-in hybrid yang digunakan Chery Tiggo 8 CSH.

Empat teknologi hybrid dengan karakter berbeda

Teknologi pertama adalah mild hybrid yang digunakan Suzuki Grand Vitara melalui sistem SHVS. Sistem ini menjadi teknologi hybrid paling sederhana karena masih mengandalkan mesin bensin sebagai penggerak utama.

Suzuki Grand Vitara menggunakan mesin 1.462 cc Dual Jet yang dibantu Integrated Starter Generator (ISG). Komponen tersebut menggantikan fungsi alternator sekaligus membantu proses start-stop, memberikan tambahan tenaga saat akselerasi, serta melakukan pengisian baterai melalui pengereman regeneratif.

Meski kapasitas baterainya kecil, hanya 12 volt, sistem mild hybrid mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dan membuat pengalaman berkendara lebih halus, terutama saat kondisi stop and go di perkotaan.

Berbeda dengan mild hybrid, Nissan e-Power menawarkan sensasi berkendara yang paling mendekati mobil listrik. Pada sistem serial hybrid ini, roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin hanya bertugas sebagai generator untuk menghasilkan listrik.

Motor listrik Nissan e-Power mampu memberikan torsi instan sehingga akselerasi terasa responsif seperti kendaraan listrik. Keunggulannya, pengguna tetap tidak perlu mencari stasiun pengisian daya karena cukup mengisi bensin seperti mobil konvensional.

Baca Juga: Poco F7 Masih Layak Dibeli di 2026? Performa Snapdragon 8s Gen 4, Kamera Makin Matang, Harga Tetap Menggoda

Hybrid paralel hingga plug-in hybrid punya keunggulan masing-masing

Teknologi berikutnya adalah parallel hybrid yang digunakan Toyota Yaris Cross Hybrid. Sistem ini memungkinkan mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama maupun secara terpisah sesuai kondisi berkendara.

Saat kecepatan rendah, motor listrik dapat menggerakkan kendaraan dengan lebih senyap. Ketika membutuhkan tenaga besar, mesin bensin dan motor listrik bisa bekerja bersamaan untuk menghasilkan performa lebih optimal.

Hasil pengujian menunjukkan Toyota Yaris Cross Hybrid mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga sekitar 31 kilometer per liter pada rute dalam kota. Angka tersebut membuktikan teknologi hybrid mampu memberikan kombinasi antara performa dan efisiensi.

Sementara itu, teknologi paling kompleks hadir melalui plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) seperti Chery Tiggo 8 CSH. Berbeda dari hybrid biasa, sistem ini memiliki baterai jauh lebih besar dan bisa diisi melalui sumber listrik eksternal.

Dengan baterai lithium ion LFP berkapasitas 18,3 kWh, kendaraan ini mampu berjalan menggunakan tenaga listrik saja hingga sekitar 90 kilometer tanpa bantuan mesin bensin. Saat baterai dan tangki bahan bakar penuh, jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai lebih dari 1.000 kilometer.

Hybrid menjadi pilihan transisi menuju mobil listrik

Dari berbagai teknologi tersebut, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Nissan e-Power menawarkan pengalaman berkendara paling mirip mobil listrik, Toyota Yaris Cross Hybrid unggul dalam keseimbangan performa dan efisiensi, Suzuki Grand Vitara menawarkan teknologi sederhana dengan biaya kepemilikan lebih mudah, sedangkan Chery Tiggo 8 CSH memberikan fleksibilitas berkat kemampuan mengisi baterai.

Kelebihan utama mobil hybrid Indonesia adalah pengguna tidak perlu mengubah kebiasaan berkendara secara drastis. Berbeda dengan mobil listrik murni yang membutuhkan waktu pengisian baterai, mobil hybrid tetap dapat digunakan dengan mengisi bahan bakar di SPBU.

Selain teknologi mesin, efisiensi kendaraan juga dipengaruhi faktor lain seperti penggunaan ban dengan hambatan gulir rendah. Kombinasi teknologi hybrid dan komponen pendukung yang tepat dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar lebih jauh.

Dengan semakin banyaknya pilihan model dan harga, mobil hybrid diprediksi menjadi salah satu kendaraan elektrifikasi yang paling mudah diterima masyarakat Indonesia. Teknologi ini menawarkan keseimbangan antara hemat bahan bakar, kenyamanan berkendara, dan kemudahan penggunaan sehari-hari.

Baca Juga: Poco F7 Resmi Direview, Ponsel Murah Ini Justru Lebih Menarik dari Versi Pro? Ini Alasannya

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Hybrid Indonesia Nissan e-Power mobil hybrid Indonesia mobil listrik Toyota Yaris Cross Hybrid