Mobil Bekas vs LCGC, Mana Lebih Untung? Jawabannya Ternyata Mengejutkan

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 17:06 WIB
Mobil bekas vs LCGC lebih menguntungkan mana? Simak perbandingan harga, kenyamanan, BBM, biaya perawatan, dan harga jual kembali sebelum membeli (Pinterest).
Mobil bekas vs LCGC lebih menguntungkan mana? Simak perbandingan harga, kenyamanan, BBM, biaya perawatan, dan harga jual kembali sebelum membeli (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Perdebatan mobil bekas vs LCGC masih menarik bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan dengan anggaran terbatas. Terlebih bagi keluarga muda yang baru memiliki anak, kebutuhan mobil sering kali berhadapan dengan berbagai pengeluaran lain yang juga cukup besar.

Pilihan mobil bekas vs LCGC biasanya mengarah pada dua opsi, yakni membeli mobil LCGC baru dengan harga relatif terjangkau atau mencari mobil bekas non-LCGC dengan harga yang sama. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhitungkan sebelum membeli.

Dalam transkrip video, perbandingan dilakukan dari sejumlah aspek, mulai dari harga pembelian, kenyamanan, biaya perawatan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM), hingga harga jual kembali. Hasilnya, mobil bekas non-LCGC dinilai lebih menarik jika prioritas utama adalah kenyamanan dan kualitas kendaraan.

Baca Juga: Rahasia Weton Pon Menurut Primbon Jawa: Punya Simbol Unsur Air, Ketenangan Jiwa, dan Beban Takdir

Harga Sama, Mobil Bekas Bisa Lebih Tinggi Kelasnya

Harga mobil LCGC saat ini disebut sudah cukup tinggi. Beberapa contoh yang dibahas antara lain Daihatsu Ayla dengan harga mulai sekitar Rp137 juta, Honda Brio sekitar Rp170 juta, Toyota Calya sekitar Rp140 juta, serta Kia yang berada di kisaran Rp160 juta.

Dengan dana sekitar Rp137 juta, konsumen sebenarnya bisa mencari Honda Jazz GE8 tahun 2012-2013 atau Toyota Yaris tahun 2014 dalam kondisi bekas. Sementara budget sekitar Rp170 juta untuk Honda Brio baru dapat digunakan mencari Honda Jazz GK5 tahun 2015-2017.

Dari sisi desain, kualitas material, dan performa, Honda Jazz GK5 dinilai berada di atas Honda Brio Satya. Hal serupa terjadi pada pilihan mobil tujuh penumpang. Dengan dana sekelas Toyota Calya baru, konsumen bisa mempertimbangkan Toyota Avanza 2016 atau model lain seperti Mitsubishi Xpander 2017-2018.

Mobil Bekas Punya PR yang Harus Dipersiapkan

Meski terlihat lebih menarik, mobil bekas bukan tanpa risiko. Sebagian unit yang dibeli sudah berusia hampir 10 tahun sehingga calon pemilik perlu menyiapkan dana untuk peremajaan.

Komponen yang perlu diperiksa antara lain kaki-kaki, support, sistem kelistrikan, serta berbagai bagian yang jarang terlihat ketika pemeriksaan singkat. Penggantian cairan juga disarankan, termasuk oli mesin, air radiator, oli transmisi, dan minyak rem.

Karena itu, pembeli mobil bekas disarankan menyiapkan dana ekstra, bahkan dalam video disebut minimal sekitar Rp10 juta. Berbeda dengan mobil baru, kendaraan baru umumnya bisa langsung digunakan tanpa membutuhkan peremajaan komponen dalam waktu dekat.

Baca Juga: Weton Sabtu Legi Menurut Primbon Jawa Punya Neptu 14: Keseimbangan Energi dan Keistimewaan Gaib

LCGC Unggul di Perawatan dan Efisiensi BBM

Jika perbandingan diarahkan pada biaya perawatan, LCGC memiliki keunggulan. Suku cadangnya relatif murah karena kendaraan tersebut memang dirancang sebagai mobil dengan biaya kepemilikan yang terjangkau.

Sebaliknya, mobil non-LCGC seperti Honda Jazz GK5 dan Mitsubishi Xpander memiliki sejumlah komponen dengan harga lebih tinggi. Perbedaan biaya perawatan bahkan disebut bisa mencapai sekitar 30 persen.

Konsumsi BBM juga menjadi keunggulan LCGC. Namun, perbedaannya tidak selalu sangat jauh. Honda Brio disebut memiliki konsumsi rata-rata sekitar 10-15 kilometer per liter, sedangkan Honda Jazz GK5 sekitar 10-13 kilometer per liter. Selisih tersebut dinilai hanya sekitar 1-2 kilometer per liter dalam contoh yang dibahas.

Harga Jual Kembali Jadi Keunggulan Mobil Bekas

Salah satu poin penting adalah resale value atau harga jual kembali. Mobil non-LCGC tertentu dinilai memiliki harga yang lebih stabil dibandingkan LCGC.

Contohnya Toyota Calya bekas tahun 2022 disebut berada di kisaran Rp120 jutaan. Sementara Mitsubishi Xpander 2018 masih berada di kisaran Rp150 jutaan dan disebut relatif stabil selama beberapa tahun.

Honda Jazz GK5 juga dianggap memiliki harga bekas yang cukup bertahan selama kondisi kendaraan sehat dan pajaknya hidup. Sebaliknya, LCGC dinilai mengalami depresiasi lebih besar dan terkadang lebih sulit dijual karena kekhawatiran calon pembeli terhadap riwayat penggunaan sebagai kendaraan taksi online.

Pada akhirnya, mobil bekas vs LCGC kembali kepada kebutuhan masing-masing. LCGC lebih cocok bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi BBM, biaya perawatan murah, dan kepastian mendapatkan kendaraan baru.

Sementara itu, mobil bekas non-LCGC lebih menarik bagi pembeli yang mengejar kenyamanan, desain, performa, serta harga jual kembali. Namun, calon pembeli wajib memahami model yang dipilih dan penyakit umum kendaraan agar tidak mudah terkena biaya perbaikan yang tidak perlu.

Untuk mobil bekas dengan usia di bawah 2010, kehati-hatian harus ditingkatkan karena kebutuhan peremajaan biasanya lebih besar. Masalah kelistrikan yang pernah dimodifikasi tanpa standar juga berpotensi menimbulkan risiko serius.

Kesimpulannya, jika memiliki budget setara harga LCGC baru, mobil bekas non-LCGC dengan harga yang sama masih layak dipertimbangkan. Namun, membeli mobil bekas jauh di bawah harga LCGC baru membutuhkan pemeriksaan dan perhitungan biaya yang lebih matang.

Baca Juga: Rezeki Weton Pon Menurut Primbon Jawa Melimpah Lewat 5 Rahasia Cakra Langit dan Rahasia Selasa Wage

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
mitsubishi xpander lcgc mobil keluarga honda jazz mobil bekas