Mobil Klasik Replika Ini Bikin Pangling, Berbasis Mazda MR90 hingga Porsche 911

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:00 WIB
Mobil klasik replika karya Autologi Bogor tampil mirip kendaraan legendaris, dari Porsche 911 hingga DeLorean. Harganya mulai Rp150 juta, konsumen wajib bawa mobil donor (Pinterest).
Mobil klasik replika karya Autologi Bogor tampil mirip kendaraan legendaris, dari Porsche 911 hingga DeLorean. Harganya mulai Rp150 juta, konsumen wajib bawa mobil donor (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Mobil klasik replika kini bukan sekadar pajangan bagi kolektor. Di sebuah bengkel modifikasi di kawasan Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, mobil-mobil yang sulit ditemukan di Indonesia justru berhasil dibuat kembali menggunakan mobil donor yang lebih mudah diperoleh.

Memasuki bengkel Autologi, pengunjung dapat melihat sejumlah mobil dengan tampilan yang langsung mengingatkan pada kendaraan legendaris. Ada Toyota Trueno AE86 yang populer lewat film Initial D, Mini Cooper ala Mr. Bean, hingga Porsche 911 bergaya klasik.

Menariknya, mobil klasik replika tersebut bukan produk pabrikan. Salah satunya Porsche 911 ternyata menggunakan Mazda MR90 sebagai mobil donor. Bodi kendaraan kemudian dibuat ulang menggunakan material komposit fiber sehingga tampilannya menyerupai mobil sport klasik aslinya.

Baca Juga: Dongfeng Nami 01, Mobil Listrik Murah Rp134 Jutaan yang Siap Tantang BYD dan Wuling

Berawal dari Bengkel Rumahan

Karya-karya unik tersebut merupakan hasil tangan Yogi Ramadan, modifikator yang mulai serius menekuni bisnis modifikasi dan restorasi sejak 2017. Sebelumnya, ia telah membuka bengkel rumahan sekitar satu dekade lalu.

Hingga kini, bengkel Autologi telah menghasilkan puluhan kendaraan klasik replika. Ide tersebut muncul karena sejumlah mobil klasik dan sport legendaris sangat sulit ditemukan di Indonesia. Kalaupun tersedia, harganya bisa sangat tinggi sehingga tidak mudah dijangkau konsumen dengan anggaran terbatas.

Solusinya adalah melakukan recreate menggunakan mobil donor. Kendaraan modern yang menjadi donor tidak harus memiliki mesin bertenaga besar. Menurut Yogi, yang terpenting mobil tersebut nyaman digunakan dan memiliki tampilan yang sesuai dengan desain yang ingin dibuat.

Bodi Komposit Fiber Jadi Pembeda

Salah satu keunggulan pengerjaan Autologi terletak pada proses pembuatan bodi. Bengkel tersebut menggunakan material komposit fiber dengan formula, bahan baku, dan teknik yang dikembangkan melalui riset selama bertahun-tahun.

Hasilnya dibuat sedekat mungkin dengan bodi mobil orisinal. Material komposit yang digunakan juga diklaim memiliki kekuatan yang baik. Dalam demonstrasi, bodi bahkan dipukul tanpa menunjukkan kerusakan seperti penyok pada panel berbahan logam.

Meski demikian, proses pengerjaan tidak bisa dilakukan secara instan. Untuk satu mobil replika, waktu yang dibutuhkan sekitar enam hingga delapan bulan, tergantung tingkat kerumitan proyek.

Baca Juga: Mazda 6e, Mobil Listrik Fastback 560 Km yang Siap Bikin Gebrakan di GIIAS 2026

Siapkan Rp150 Juta hingga Rp600 Juta

Proyek yang sedang dikerjakan Autologi salah satunya adalah replika DeLorean yang terkenal melalui film Back to the Future. Karena mobil aslinya sulit ditemukan di Indonesia, proses pembuatannya membutuhkan tahapan khusus.

Yogi harus memperoleh data 3D scan DeLorean dari luar negeri. Data tersebut kemudian digunakan untuk membuat model dan prototipe menggunakan kayu serta tanah liat. Setelah model selesai, cetakan digunakan untuk menghasilkan bodi dari komposit fiber.

Untuk tahap modeling saja, waktu pengerjaan dapat mencapai sekitar satu bulan. Namun, hingga menjadi kendaraan yang benar-benar bisa digunakan di jalan, prosesnya membutuhkan waktu lebih panjang karena harus memperhitungkan sasis, mesin, bobot, dan faktor keselamatan.

Proyek DeLorean tersebut ditargetkan dapat selesai dan mengaspal di wilayah Bogor atau Jakarta sekitar akhir tahun.

Pesanan Datang dari Mancanegara

Meski berstatus replika, karya Autologi ternyata memiliki pasar tersendiri. Pesanan tidak hanya datang dari konsumen Indonesia, tetapi juga dari mancanegara.

Untuk memiliki mobil klasik replika karya bengkel tersebut, konsumen perlu menyiapkan dana sekitar Rp150 juta hingga Rp600 juta. Harga tersebut belum termasuk mobil donor karena konsumen harus menyediakan kendaraan yang akan digunakan sebagai basis.

Bagi Yogi, mobil orisinal maupun replika memiliki segmen dan penggemarnya masing-masing. Selama kendaraan dibuat untuk memenuhi kebutuhan hobi dan memberikan kesenangan kepada pemiliknya, status replika bukan menjadi persoalan utama.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kreativitas modifikasi di Indonesia tidak hanya menghasilkan perubahan tampilan, tetapi juga mampu menghadirkan kembali desain mobil legendaris yang sulit ditemukan di pasar domestik. 

Baca Juga: MG S5 EV dan 4 SUV Listrik Baru Siap Tantang BYD Atto 3, Ada yang Range 516 Km

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
mobil klasik replika Autologi Bogor Porsche 911 replika DeLorean Back to the Future modifikasi mobil