JAKARTA - Honda Icon E menjadi motor listrik Honda paling murah di Indonesia dengan harga Rp28 juta on the road (OTR) Jakarta. Motor listrik ini mengusung desain kompak dan diklaim cocok untuk kendaraan harian, terutama karena dimensinya yang relatif ramping sehingga lebih mudah bermanuver di tengah kemacetan.
Honda Icon E Punya Desain Kompak dan Futuristik
Honda Icon E menawarkan desain sederhana dengan sentuhan futuristik. Bagian depan menggunakan lampu utama full LED reflektor, sementara lampu sein ditempatkan terpisah pada bagian batok dan juga sudah menggunakan LED.
Pada bagian samping, Honda Icon E memiliki bodi yang lebih ramping dibandingkan motor matik konvensional. Area antara dek dan bodi bawah dibuat cukup tebal karena menjadi tempat baterai sekaligus membantu menempatkan pusat gravitasi motor.
Dek Honda Icon E dibuat rata dan cukup lega. Desain tersebut memberikan ruang lebih praktis untuk membawa barang di bagian tengah sekaligus membuat posisi kaki lebih fleksibel, meski belum memungkinkan pengendara untuk selonjoran.
Baca Juga: Tiap Tahun Ratusan Guru Purnatugas, Beban Mengajar di Trenggalek Kian Berat
Bagian belakang tampil minimalis dengan garis bodi yang tidak terlalu tajam. Lampu belakang dan lampu sein sudah menggunakan LED, sedangkan area roda belakang dilengkapi mudguard lebar yang menutupi hampir separuh roda.
Honda Icon E memiliki panjang 1.796 mm, lebar 680 mm, dan tinggi 1.085 mm. Tinggi tempat duduknya mencapai 742 mm, sedangkan bagasi di bawah jok memiliki kapasitas 26 liter dan disebut masih bisa digunakan untuk menyimpan helm berukuran kecil.
Spesifikasi Honda Icon E, Motor Listrik dengan Kecepatan 55 Km/Jam
Untuk bagian kaki-kaki, Honda Icon E menggunakan suspensi depan teleskopik dengan tabung shock berwarna hitam. Sistem pengereman depan memakai kaliper satu piston dari Nissin dengan sistem combi brake.
Roda depan menggunakan pelek palang lima berukuran 12 inci dengan ban 90/90. Sementara roda belakang berukuran 10 inci dengan ban 100/90 dan masih menggunakan rem tromol.
Suspensi belakang memakai model dual shock yang terpasang melalui lengan ayun model ganda. Sementara sumber tenaganya berasal dari motor in-wheel yang terintegrasi langsung dengan roda belakang.
Motor tersebut menggunakan jenis brushless motor dengan tenaga 2,42 horsepower dan torsi yang disebut mencapai 85 Nm. Kecepatan Honda Icon E dibatasi pada kisaran 45-55 km/jam.
Untuk baterai, Honda Icon E menggunakan lithium-ion berkapasitas 1,46 kWh. Jarak tempuh yang diklaim mencapai 53 km dalam satu kali pengisian daya.
Pengisian Baterai Honda Icon E Bisa Langsung atau Dilepas
Baca Juga: Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Penyuluh Agama Ajak Perkuat Hifzh an-Nasl untuk Jaga Generasi
Honda Icon E menawarkan dua metode pengisian baterai. Pertama melalui direct charging dengan mencolokkan kabel charger langsung ke motor melalui port yang berada di bawah jok.
Metode kedua dilakukan dengan melepas baterai dan mengisi dayanya menggunakan charger eksternal. Pilihan tersebut memberikan alternatif bagi pengguna yang tidak ingin atau tidak dapat mengisi daya langsung dari posisi motor.
Untuk pengoperasian, Honda Icon E masih menggunakan kunci kontak mekanis. Namun, sistem tersebut sudah dilengkapi shutter key dan terintegrasi dengan fungsi seat opener untuk membuka jok.
Di area penyimpanan depan tersedia ruang terbuka dan hook untuk menggantung barang. Pada bagian kiri juga terdapat konsol yang dilengkapi USB charger 5 volt.
Sementara itu, panel instrumen menggunakan layar digital LCD. Informasi yang ditampilkan cukup sederhana, meliputi kecepatan, indikator baterai, mode berkendara, odometer, dan trip meter.
Pada panel sakelar kanan terdapat pilihan mode berkendara serta tombol engine starter. Sementara sisi kiri digunakan untuk mengatur lampu jauh-dekat, lampu sein, dan klakson.
Dengan harga Rp28 juta OTR Jakarta, Honda Icon E menawarkan kombinasi desain kompak, bagasi 26 liter, baterai 1,46 kWh, serta jarak tempuh yang diklaim mencapai 53 km. Motor ini diposisikan sebagai kendaraan listrik praktis untuk penggunaan harian.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir