JAKARTA - Honda Qve menjadi salah satu motor listrik yang menarik perhatian karena membawa sejumlah teknologi yang disebut menyerupai mobil listrik. Selain menggunakan dua baterai yang bekerja secara seri hingga 100 volt, Honda Qve memiliki baterai auxiliary, sistem precharge relay, serta komunikasi khusus antara baterai dan charger.
Motor listrik Honda Qve sebelumnya dibanderol sekitar Rp54 juta. Namun, unit promo dengan harga Rp1 juta sempat membuat masyarakat memburu motor tersebut hingga kuotanya habis.
Honda Qve Bukan Sekadar Motor Listrik Biasa
Teknologi Honda Qve menjadi salah satu alasan motor listrik ini dinilai memiliki keistimewaan dibandingkan sejumlah motor listrik lain. Dari sisi konstruksi, Honda Qve disebut memiliki body balance, rigiditas bodi, serta suspensi yang sudah dirancang untuk digunakan tanpa perlu banyak modifikasi.
Perhatian utama justru berada pada sistem kelistrikannya. Honda Qve menggunakan baterai utama yang terdiri dari dua unit dengan tegangan masing-masing sekitar 50 volt.
Baca Juga: Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Penyuluh Agama Ajak Perkuat Hifzh an-Nasl untuk Jaga Generasi
Kedua baterai tersebut tidak disusun secara paralel, melainkan secara seri. Konfigurasi ini membuat sistem memiliki tegangan sekitar 100 volt yang disebut memberikan efisiensi lebih baik pada motor.
Dalam pengujian yang disampaikan dalam video, Honda Qve bahkan disebut masih mampu melaju sekitar 60-70 kilometer per jam ketika indikator baterai sudah menunjukkan 0 persen. Motor juga masih dapat menjangkau sekitar 8-10 kilometer dalam kondisi tersebut.
Ada Baterai Auxiliary dan Precharge Relay
Salah satu teknologi yang membuat Honda Qve berbeda adalah penggunaan baterai auxiliary 12 volt. Baterai ini berfungsi sebagai sumber daya untuk sistem kontrol awal sebelum baterai utama bekerja.
Ketika motor dinyalakan, baterai auxiliary memberikan suplai kepada controller dan mengaktifkan sejumlah sistem, termasuk precharge relay. Setelah seluruh sistem dinyatakan aman, baterai utama kemudian bekerja.
Sistem tersebut juga berfungsi sebagai proteksi. Jika baterai auxiliary tidak tersedia atau mengalami masalah, unit tidak dapat menyala meskipun kedua baterai utama dalam kondisi terpasang.
Honda Qve juga memiliki mekanisme pengamanan pada baterai. Konektor baru terhubung setelah mekanisme pengunci ditutup, sedangkan hubungan listrik antarbaterai masih menunggu sistem proteksi berikutnya.
Precharge relay akan aktif setelah sejumlah persyaratan keamanan terpenuhi. Salah satunya berkaitan dengan posisi jok dan standar samping. Ketika kondisi tersebut belum memenuhi syarat, sistem akan memberikan peringatan.
Sistem Charging Honda Qve Tak Bisa Sembarangan Dimodifikasi
Teknologi lain yang menarik terdapat pada sistem pengisian baterai Honda Qve. Baterai tidak sekadar menerima arus ketika dipasang pada charger, tetapi melakukan komunikasi terlebih dahulu.
Komunikasi antara baterai dan charger berlangsung secara berkala. Sistem tersebut memungkinkan kondisi baterai dipantau selama proses pengisian.
Baca Juga: Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Penyuluh Agama Ajak Perkuat Hifzh an-Nasl untuk Jaga Generasi
Jika baterai mengalami kenaikan suhu atau kondisi tertentu, sistem dapat meminta charger mengurangi arus hingga melakukan cut off. Pengaturan arus juga berubah sesuai kondisi pengisian baterai.
Karena menggunakan sistem komunikasi tersebut, modifikasi agar Honda Qve dapat diisi langsung melalui soket tambahan disebut tidak sesederhana motor listrik lain.
Meski memiliki teknologi yang relatif kompleks, kendala utama yang masih dirasakan pengguna justru berkaitan dengan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai. Infrastruktur penukaran baterai Honda dinilai belum masif, khususnya untuk mendukung perjalanan jarak jauh.
Dari sisi performa, Honda Qve disebut memiliki tenaga dan torsi yang melimpah. Motor ini mampu mencapai kecepatan sekitar 80-90 kilometer per jam dan menawarkan handling yang nyaman.
Dengan harga baru sekitar Rp54 juta, Honda Qve memang berada di segmen yang cukup tinggi. Namun, untuk unit bekas atau kondisi nyaris baru di kisaran Rp25-27 juta, motor tersebut dinilai masih cukup menarik.
Pada akhirnya, keunggulan Honda Qve bukan hanya terletak pada performanya, tetapi juga pada sistem kelistrikan dan fitur proteksi yang diusung. Tantangan berikutnya adalah bagaimana Honda memperluas infrastruktur charging dan penukaran baterai agar teknologi tersebut semakin mudah dimanfaatkan pengguna.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir