Honda Icon e Dibawa Harian, Motor Listrik Rp28 Jutaan Ini Punya Kejutan

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:35 WIB
Honda Icon e Dibawa Harian, Motor Listrik Rp28 Jutaan Ini Punya Kejutan
Honda Icon e Dibawa Harian, Motor Listrik Rp28 Jutaan Ini Punya Kejutan

JAKARTA - Honda Icon e menjadi salah satu motor listrik Honda yang menarik perhatian karena menawarkan pengalaman berkendara harian dengan desain kompak dan karakter yang mirip Honda Beat. Dibanderol sekitar Rp28 jutaan, motor ini menyasar pengguna yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari.

Honda Icon e hadir sebagai pilihan bagi konsumen yang masih ragu menggunakan motor listrik, tetapi menginginkan produk dari merek yang sudah dikenal. Dalam pengujian di jalan raya, motor ini menunjukkan sejumlah kelebihan sekaligus beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum digunakan sehari-hari.

Honda Icon e Punya Sejumlah Fitur yang Dipangkas

Sebagai motor listrik dengan harga yang relatif terjangkau, Honda Icon e melakukan beberapa pengurangan fitur. Salah satunya terlihat pada sistem pengereman karena motor ini belum menggunakan ABS dan rem belakang masih memakai tromol.

Baca Juga: Tiap Tahun Ratusan Guru Purnatugas, Beban Mengajar di Trenggalek Kian Berat

Kunci kontaknya juga masih menggunakan model konvensional. Panel instrumennya dibuat sederhana dengan ukuran kecil dan belum dapat menampilkan konsumsi energi baterai dalam satuan kWh.

Meski begitu, Honda tetap mempertahankan sejumlah fitur penting. Motor ini masih menggunakan suspensi ganda di belakang, menyediakan ruang penyimpanan, serta memiliki port USB untuk mengisi daya perangkat.

Dari sisi baterai, Honda Icon e dibekali kapasitas 1,4 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 53 kilometer. Pengisian dari 0 hingga 100 persen membutuhkan sekitar tujuh jam, sedangkan pengisian dari 25 persen ke 75 persen memerlukan waktu sekitar 3,5 jam.

Baterainya dapat diisi langsung melalui motor. Pengguna juga bisa melepas baterai dan membawanya ke rumah untuk dihubungkan ke stopkontak menggunakan charger bawaan yang sudah termasuk dalam paket pembelian.

Posisi Berkendara Mirip Honda Beat

Baca Juga: Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Penyuluh Agama Ajak Perkuat Hifzh an-Nasl untuk Jaga Generasi

Saat digunakan berkendara, Honda Icon e menawarkan posisi yang secara umum mirip dengan Honda Beat. Namun, posisi dek yang lebih tinggi karena penempatan baterai membuat posisi kaki terasa sedikit lebih terangkat, terutama bagi pengendara dengan tinggi sekitar 175 cm.

Adaptasi terhadap tombol-tombol pengoperasian juga disebut tidak sulit. Karakter berkendaranya dibuat sederhana sehingga pengguna motor matik konvensional dapat menyesuaikan diri dengan cukup mudah.

Salah satu catatan justru datang dari posisi standar samping. Letaknya terasa lebih mundur dibandingkan motor pada umumnya sehingga pengendara perlu menyesuaikan gerakan ketika hendak menurunkan kaki.

Posisi pijakan kaki penumpang juga cukup dekat dengan area kaki pengendara. Dalam kondisi macet ketika pengendara harus menurunkan kaki, posisi tersebut berpotensi membuat kaki bersentuhan dengan pijakan pembonceng.

Performa Halus, Cocok untuk Mobilitas Perkotaan

Honda Icon e memiliki torsi 85 Nm. Karakter putaran gasnya tidak terlalu agresif sehingga akselerasinya terasa lebih halus dan tidak membuat pengendara kaget ketika membuka gas.

Baca Juga: Launching Persiga, Wabup Syah Ingin Jadi Rumah Talenta dan Suporter Fanatik 28 Pemain Dikenalkan, Bangun Ekosistem Sepak Bola dari U-17

Namun, terdapat karakter khusus pada sistem gas dan rem. Ketika tuas rem masih ditekan, motor tidak akan langsung bergerak meskipun gas diputar. Fitur tersebut menjadi bagian dari sistem keselamatan, tetapi membutuhkan pembiasaan bagi pengguna yang sebelumnya terbiasa dengan motor bensin.

Ketika berhenti di tanjakan, pengendara juga tidak disarankan terlalu lama menahan motor menggunakan gas. Sistem dapat mematikan motor secara otomatis untuk melindungi penggerak atau drive system dari beban berlebih.

Untuk pengereman, Honda Icon e disebut masih terasa halus meskipun belum menggunakan ABS. Ukurannya yang kompak dan karakter sistem pengereman khas Honda dinilai cukup menunjang penggunaan harian.

Suspensinya cenderung terasa keras karena jarak main yang pendek. Namun, karakter tersebut justru membantu pengendalian ketika motor digunakan bermanuver dan berpindah jalur di tengah kemacetan perkotaan.

Baca Juga: Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Penyuluh Agama Ajak Perkuat Hifzh an-Nasl untuk Jaga Generasi

Untuk kebutuhan sehari-hari, kapasitas bagasinya juga cukup fungsional. Ruang tersebut dapat digunakan membawa charger, jaket, jas hujan, atau sepatu, meski tidak semuanya dapat dimasukkan sekaligus.

Dengan harga sekitar Rp28 jutaan, Honda Icon e diarahkan untuk kebutuhan mobilitas praktis. Motor ini cocok digunakan untuk perjalanan dari rumah menuju stasiun atau terminal, berbelanja, mengantar anak sekolah, maupun perjalanan ke kantor jika jaraknya tidak terlalu jauh.

Pada akhirnya, Honda Icon e menawarkan konsep motor listrik sederhana dengan pengoperasian yang relatif mudah. Beberapa fitur memang dipangkas untuk menekan harga, tetapi kebutuhan dasar untuk mobilitas harian tetap dipertahankan.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
honda icon e harga honda icon e Honda Icon e 2026 motor listrik Rp28 jutaan motor listrik honda