TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - BYD M6 DM menjadi jawaban BYD bagi konsumen yang masih ragu beralih ke mobil listrik murni. Mengusung teknologi dual mode atau plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), mobil ini bisa menggunakan tenaga baterai sekaligus bensin.
BYD M6 DM bahkan menjalani pengujian efisiensi dengan rute Jakarta-Bogor-BSD-Jakarta sejauh sekitar 150 kilometer. Hasilnya cukup mengejutkan. Setelah perjalanan, mobil hanya membutuhkan tambahan bensin 0,26 liter atau sekitar Rp3.196 berdasarkan metode pengujian full to full.
BYD M6 DM dalam pengujian tersebut mampu menempuh 127,7 kilometer menggunakan tenaga listrik sepenuhnya sebelum dilakukan pengisian bensin. Namun, hasil ini belum bisa dijadikan patokan konsumsi BBM harian karena pengujian dilakukan dalam kondisi yang sangat mendukung efisiensi.
Baca Juga: 7 HP 2 Jutaan Terbaik 2026, Ada Baterai 8.100 mAh hingga AMOLED 144Hz
Tempuh 127,7 Km dengan Mode Listrik
Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Bogor dan dilanjutkan ke BSD. Selama sebagian besar perjalanan, sistem kendaraan bekerja menggunakan mode full EV. Setelah menempuh 127,7 kilometer, tidak ada bensin yang terpakai.
Teknologi dual mode pada BYD M6 DM memang menawarkan fleksibilitas berbeda dibanding mobil listrik murni. Pengemudi tidak hanya bisa mengisi baterai menggunakan listrik, tetapi juga memiliki mesin bensin sebagai sumber energi ketika dibutuhkan.
Dalam sistemnya terdapat tiga pola kerja. Pertama adalah full EV, ketika roda sepenuhnya digerakkan motor listrik. Kedua adalah series hybrid, ketika mesin bekerja menghasilkan energi untuk mengisi baterai, sementara roda tetap digerakkan motor listrik. Ketiga adalah parallel hybrid, ketika mesin dan motor listrik bekerja bersamaan menghasilkan tenaga.
Sistem tersebut dapat berpindah secara otomatis berdasarkan kondisi baterai, gaya berkendara, serta seberapa dalam pengemudi menginjak pedal akselerator.
Mesin Bensin Tetap Terasa Senyap
Salah satu hal yang menarik selama pengujian adalah perpindahan antara sistem listrik dan mesin bensin terasa sangat halus. Ketika mesin mulai bekerja, getaran maupun suara yang masuk ke kabin disebut tidak terasa signifikan.
Karakter tersebut didukung penggunaan single reduction gear. Berbeda dengan transmisi konvensional yang memiliki perpindahan beberapa gigi, sistem ini tidak melakukan perpindahan gigi sehingga akselerasi terasa mirip ketika mengendarai mobil listrik.
Pengemudi juga dapat memilih pengoperasian EV atau mesin melalui tombol shortcut di konsol tengah maupun layar head unit. Namun, sistem secara keseluruhan tetap dapat menentukan sumber tenaga secara otomatis.
Baca Juga: 10 HP Gaming 1 Jutaan Terbaik Juli 2026, Ada yang Punya Layar 120 Hz
Posisi Duduk dan Handling
Dari sisi kabin, BYD M6 DM masih mempertahankan karakter M6 EV. Posisi duduk dibuat tinggi dengan pandangan depan yang luas. Jok pengemudi sudah dapat diatur secara elektrik, sementara setir memiliki pengaturan tilt dan teleskopik.
Perubahan interior paling terlihat pada posisi tuas transmisi yang dipindahkan dari konsol tengah ke belakang setir sebelah kanan. Area konsol tengah kemudian dapat dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan dan wireless charger.
Panel instrumen juga berubah menjadi full TFT digital. Informasi seperti kapasitas baterai dan sisa bensin dapat dipantau dengan lebih jelas.
Penempatan baterai di lantai mobil turut memengaruhi karakter berkendara. Posisi duduk terasa sedikit lebih tinggi, tetapi bobot baterai justru membuat handling lebih presisi dan mengurangi karakter mobil yang terlalu memantul.
Ada Catatan Sebelum Membeli
Meski menawarkan fleksibilitas PHEV, BYD M6 DM masih memiliki beberapa catatan. Posisi pengaturan reclining kursi baris kedua dinilai kurang fleksibel. Tuas rem juga masih berada pada posisi yang agak tinggi sehingga berpotensi membuat kaki lebih cepat pegal saat berkendara dalam kondisi stop and go.
Dalam pengujian, BYD juga belum memberikan spesifikasi lengkap mengenai tenaga mesin dan motor listrik. Informasi yang disampaikan baru mencakup mesin 1.500 cc, motor penggerak roda depan, serta penggunaan baterai khusus sistem PHEV.
Hasil konsumsi 0,26 liter untuk jarak 151 kilometer juga perlu dilihat secara proporsional. Pengujian merupakan tantangan efisiensi dengan kecepatan yang tidak dipacu tinggi dan mayoritas perjalanan menggunakan mode EV. Karena itu, angka tersebut belum dapat dianggap sebagai konsumsi BBM BYD M6 DM dalam penggunaan harian.
Meski demikian, pengujian tersebut menunjukkan daya tarik utama teknologi PHEV: konsumen mendapatkan pengalaman berkendara seperti mobil listrik, tetapi tetap memiliki mesin bensin sebagai cadangan ketika baterai tidak mencukupi.
Baca Juga: 10 HP Gaming 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Ada yang Bawa Baterai 6.500 mAh
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest