BYD Sealion 7 Performance di uji ke Jogja, Biaya Listrik cuma Rp 360 Ribu, Akselerasi Malah Lebih Kenceng dari Klaim

Erlin Nur Azizah • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:30 WIB
BYD Sealion 7 performance diuji Jakarta-Jogja. Biaya Listrik hanya Rp 360Ribu, Akselerasi 0-100 Km/Jam tembus 4,1 detik
BYD Sealion 7 performance diuji Jakarta-Jogja. Biaya Listrik hanya Rp 360Ribu, Akselerasi 0-100 Km/Jam tembus 4,1 detik

 

JAKARTA - BYD Sealion 7 Performance menunjukkan kombinasi performa dan efisiensi yang sulit diabaikan. Dalam pengujian perjalanan Jakarta–Jogja sejauh 725 kilometer, SUV listrik asal Tiongkok tersebut hanya menghabiskan biaya pengisian daya Rp360.900, sekaligus mencatat akselerasi 0-100 km/jam lebih cepat dari klaim pabrikan.

Mobil listrik berpenggerak semua roda (AWD) ini dibanderol Rp719 juta dan disebut sebagai salah satu produk BYD paling lengkap yang saat ini tersedia di Indonesia. Selain performa tinggi, mobil ini juga menawarkan kabin luas, teknologi keselamatan modern, dan biaya operasional yang relatif rendah.

Dalam pengujian yang dilakukan kanal otomotif Moladin, BYD Sealion 7 Performance dinilai mampu menghadirkan sensasi berkendara layaknya mobil Eropa dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Baca Juga: Riview BYD Atto 1 Premium: Mobil Listrik Termurah BYD yang siap Ganggu Dominasi Brio dan Agya

Akselerasi Kencang, Tenaga Tembus 526 HP

BYD Sealion 7 Performance menggunakan dua motor listrik dengan tenaga gabungan 526 horsepower (HP) dan torsi 690 Nm.

Angka tersebut hampir dua kali lebih besar dibanding varian Premium yang menggunakan motor tunggal dengan tenaga 310 HP dan torsi 360 Nm.

Saat diuji akselerasi, mobil ini mencatat waktu 0-100 km/jam hanya 4,1 detik.

Hasil itu bahkan lebih cepat dibanding klaim resmi yang berada di kisaran 4,3 hingga 4,5 detik.

Baca Juga: Tes BYD Atto 1 di Jalanan Kota Bikin Kaget, Konsumsi 10 Persen Baterai Tempuh 36 Km

"Untuk mobil di bawah Rp1 miliar, ini salah satu yang paling kencang yang pernah kami coba," ungkap penguji dalam video tersebut.

Meski memiliki performa tinggi, karakter tenaga yang disalurkan tetap terasa halus dan progresif. Tenaga instan khas mobil listrik tetap hadir, tetapi tidak membuat pengemudi merasa terkejut secara berlebihan.

Di jalan tol, penguji bahkan menyebut kecepatan 160 km/jam terasa seperti melaju 120 km/jam karena stabilitas kendaraan yang baik.

Baca Juga: Riview 1.000 Km BYD Atto 1 Premium, Pemilik Ungkap 5 Kelebihan dan Kekurangan yang jarang dibahas

Biaya Jakarta-Jogja Hanya Rp360.900

Salah satu bagian paling menarik dari pengujian ini adalah simulasi perjalanan jauh menggunakan mobil listrik.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Yogyakarta dengan kondisi baterai 100 persen dan estimasi jarak tempuh 546 kilometer.

Selama perjalanan sejauh 725 kilometer, mobil melakukan dua kali sesi pengisian daya utama di SPKLU.

Pengisian pertama menghabiskan biaya Rp134.000.

Baca Juga: BYD Atto 1 Premium Ternyata Lebih Layak Dibeli? Vitur V2L dan Baterai Besar Jadi Pembeda Utama

Pengisian kedua terdiri dari dua sesi dengan biaya Rp11.500 dan Rp77.200.

Setelah tiba di Jogja dan kembali mengisi baterai hingga penuh, biaya tambahan tercatat Rp138.200.

Total biaya listrik yang dikeluarkan mencapai Rp360.900.

Jika dibagi dengan total jarak tempuh, biaya operasionalnya hanya sekitar Rp497 per kilometer.

Baca Juga: BYD Atto 1 Rp195 Jutaan Bikin Heboh, Review Ungkap Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik Murah Ini

"Untuk mobil AWD yang bertenaga besar seperti ini, biaya di bawah Rp500 per kilometer tergolong sangat hemat," ujar penguji.

Namun, ada catatan terkait kecepatan pengisian daya. Meskipun spesifikasi resmi menyebut kemampuan fast charging tinggi, dalam praktiknya mobil lebih sering menerima daya sekitar 70 hingga 80 kW.

Kondisi tersebut membuat waktu pengisian masih kalah cepat dibanding beberapa kompetitor seperti Hyundai Ioniq 5 yang mampu mengisi daya lebih agresif pada charger berkapasitas besar.

Baca Juga: Oppo Reno 16 Pro 5G Resmi Rilis, Harga Rp14,99 Juta Bawa Kamera 200 MP dan AMOLED 144 Hz

Fitur Lengkap dan Kabin Luas Jadi Nilai Jual

Selain performa dan efisiensi, BYD Sealion 7 Performance juga mendapat pujian dari sisi kenyamanan.

Mobil ini dibekali fitur ADAS lengkap, mulai dari adaptive cruise control, lane keeping assist, blind spot monitoring, hingga pengereman otomatis.

Fitur driver monitoring juga menjadi sorotan karena mampu mendeteksi pengemudi yang mengantuk atau kehilangan fokus.

Baca Juga: Oppo Reno 16 Pro Dibanderol Rp14,999 Juta, Masih Menarik Dibanding Find X9s?

Pada sektor hiburan, tersedia layar sentuh berukuran sekitar 15 inci yang dapat diputar, sistem audio premium Dynaudio, ambient light multicolor, panoramic glass roof, serta pendingin jok.

Kabin baris kedua dinilai sangat lega dengan ruang kaki melimpah dan sandaran kursi yang dapat diatur dalam beberapa posisi.

Bagasi belakang memiliki kapasitas hingga 537 liter dan masih ditambah ruang penyimpanan depan atau frunk yang cukup besar.

Baca Juga: Oppo Reno 16 5G Bikin Penasaran, Bawa Kamera Serius dan Baterai 6.700 mAh

Secara desain, penguji menilai tampilan depan menjadi bagian paling menarik. Sementara desain belakang dan velg dianggap lebih subjektif karena bergantung pada selera masing-masing konsumen.

Pada akhirnya, BYD Sealion 7 Performance dinilai layak dipertimbangkan bagi konsumen yang menginginkan SUV listrik bertenaga besar dengan fitur lengkap.

Meski masih memiliki kekurangan pada kecepatan pengisian daya saat perjalanan jauh, kombinasi performa, kenyamanan, dan biaya operasional membuat mobil ini menjadi salah satu pilihan menarik di segmen SUV listrik premium Indonesia.

Baca Juga: Oppo Reno 16 5G Resmi Meluncur, Bawa AMOLED 120 Hz dan Baterai 6.700 mAh

Course: Youtube @MoladinIndonesia

Editor : Erlin Nur Azizah
#MobillistrikBYD #BYDSealion7 #biayalistrikmobillistrik #reviewmobillistrikBYD #BYD