TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Mazda CX-30 menjadi salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan sensasi berkendara seperti Mazda 3, tetapi membutuhkan ground clearance lebih tinggi. Mobil crossover ini menawarkan jarak terendah ke tanah sekitar 180 mm, atau 4 cm lebih tinggi dibandingkan Mazda 3 hatchback yang hanya sekitar 140 mm.
Kehadiran Mazda CX-30 menjawab kebutuhan pengemudi yang menyukai karakter mobil rendah dan menyenangkan dikendarai, tetapi harus menghadapi jalan rusak, polisi tidur tinggi, hingga kontur jalan menanjak. Dengan posisi bodi lebih tinggi, CX-30 menawarkan kompromi antara karakter hatchback dan SUV.
Unit yang dibahas dalam video merupakan model sebelum facelift dengan harga sekitar Rp570 jutaan. Untuk model terbaru, terdapat sejumlah peningkatan fitur, termasuk roof rail fungsional, power back door, dan sistem audio Bose.
Baca Juga: Ramalan Shio September 2026: 7 Shio Ini Diprediksi Panen Rezeki dan Bebas Utang
Bukan Sekadar Mazda 3 yang Ditinggikan
Secara tampilan, Mazda CX-30 bukan sekadar Mazda 3 yang dibuat lebih tinggi. Desain bumper, grille, bagian belakang, hingga body cladding dibuat berbeda.
Body cladding berukuran besar menjadi salah satu ciri khas crossover ini. Bagian tersebut memberikan kesan lebih tangguh sekaligus melindungi bodi ketika melewati jalan dengan kondisi kurang ideal.
Bagian belakang juga memiliki desain tersendiri. CX-30 menggunakan dua knalpot yang benar-benar berfungsi meski mengusung mesin 2.0 liter empat silinder. Bagasinya lebih besar dibandingkan Mazda 3 dan tetap menyediakan ban serep jenis space saver.
Sementara itu, warna Soul Red Crystal tetap menjadi salah satu daya tarik utama Mazda. Warna tersebut dikenal memiliki karakter yang kuat dan membutuhkan proses pengecatan khusus ketika terjadi perbaikan bodi.
Interior Sangat Driver Oriented
Masuk ke kabin, karakter Mazda CX-30 terasa semakin kuat. Dashboard dirancang mengutamakan pengemudi dengan posisi berbagai kontrol yang mudah dijangkau.
Material interior juga menjadi salah satu keunggulan. Sejumlah area menggunakan soft touch dan lapisan kulit dengan jahitan. Kualitas tombol dan konstruksi kabin terasa solid sehingga memberikan kesan premium.
Setir berukuran cukup besar dan memiliki posisi yang membuat pengemudi terasa menyatu dengan kendaraan. Filosofi Mazda berupa Jinba-Ittai sangat terasa ketika posisi duduk dan kontrol kendaraan digunakan.
Sistem infotainment Mazda Connect memiliki tampilan sederhana dan mudah digunakan. Namun, layar belum mendukung sentuhan sehingga pengguna Android Auto atau Apple CarPlay harus mengoperasikannya melalui rotary controller.
Di sisi lain, ruang belakang bukan menjadi keunggulan utama. Legroom tergolong terbatas dan posisi sandaran kursi cukup tegak. Karena itu, Mazda CX-30 lebih cocok bagi konsumen yang mengutamakan pengalaman berkendara dibandingkan kapasitas penumpang.
Handling Jadi Nilai Jual Utama
Ketika dikendarai, Mazda CX-30 menunjukkan karakter yang berbeda dibandingkan crossover biasa. Meski ground clearance lebih tinggi, pengendalian tetap terasa stabil dan minim body roll.
Pada kecepatan sekitar 100-120 kilometer per jam, mobil masih terasa mantap. Sistem cruise control juga membantu ketika digunakan dalam perjalanan jauh.
Respons setir menjadi salah satu bagian yang paling disukai. Setir terasa presisi dan memberikan umpan balik yang kuat sehingga pengemudi mudah mengetahui arah kendaraan.
Transmisi otomatisnya juga mendapat apresiasi. Perpindahan gigi terasa cepat dan responsif ketika pedal gas diinjak dalam. Pada mode Sport, transmisi mempertahankan putaran mesin lebih tinggi sehingga respons akselerasi terasa semakin agresif.
Mesin 2.0 Liter Jadi Catatan
Mazda CX-30 menggunakan mesin 2.0 liter yang dinilai belum sepenuhnya seimbang dengan karakter handling-nya. Akselerasi 0-100 kilometer per jam berada di kisaran sembilan detik lebih.
Meski bukan yang tercepat di kelasnya, respons mesin dan transmisi menjadi daya tarik tersendiri. Karakter mesin terasa ringan saat menaikkan putaran, sementara perpindahan gigi berlangsung cepat.
Bagi konsumen yang menginginkan performa lebih besar, mesin 2.5 liter atau konfigurasi turbo tentu akan lebih menarik. Namun, CX-30 tetap menawarkan pengalaman berkendara yang menyenangkan tanpa mengorbankan kenyamanan.
Dengan harga sekitar Rp570 jutaan untuk unit sebelum facelift, Mazda CX-30 menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan rasa berkendara sedan atau hatchback, tetapi tetap membutuhkan ground clearance untuk menghadapi jalan Indonesia. Model facelift menawarkan fitur tambahan sehingga semakin menarik bagi calon pembeli yang mencari crossover premium dengan karakter berkendara khas Mazda.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest