TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Jaecoo J5 EV disebut menjadi salah satu fenomena baru di pasar mobil listrik Indonesia. SUV listrik yang baru masuk beberapa bulan tersebut diklaim langsung mencatat penjualan sekitar 16.990 unit dan menguasai 24,36 persen pangsa pasar mobil listrik nasional. Pencapaian itu membuat Jaecoo J5 EV mencuri perhatian di tengah persaingan merek seperti BYD, Wuling, Chery, dan pemain lainnya.
Menariknya, Jaecoo disebut hanya mengandalkan satu model untuk meraih angka tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai alasan konsumen Indonesia berbondong-bondong memilih SUV listrik tersebut. Apakah semata-mata karena produknya, atau ada strategi lain yang membuatnya mampu bersaing dengan merek yang lebih dahulu hadir?
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Setelah 1 Bulan Dipakai: Ada Fitur Killer, tapi Harga Bikin Geregetan
Jaecoo J5 EV Membaca Tren SUV
Salah satu faktor yang dianggap menjadi kunci adalah bentuk kendaraan. Masyarakat Indonesia disebut semakin menyukai SUV karena menawarkan posisi berkendara yang lebih tinggi, ground clearance yang lebih sesuai dengan kondisi jalan, kabin luas, serta tampilan yang dianggap lebih gagah dan premium.
Jaecoo membaca tren tersebut dengan langsung masuk ke segmen SUV listrik, bukan mengawali kiprahnya melalui city car. Strategi ini membuat konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tidak harus meninggalkan karakter kendaraan yang selama ini mereka sukai.
Bagi konsumen, SUV listrik juga memberikan kesan sebagai kendaraan yang lebih fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan. Faktor bentuk tersebut kemudian bertemu dengan pertimbangan harga yang kompetitif.
Harga Jadi Daya Tarik
Harga menjadi faktor berikutnya yang membuat Jaecoo J5 EV menarik perhatian. Dalam persaingan mobil listrik, konsumen tidak lagi hanya melihat logo merek, tetapi mulai membandingkan apa yang mereka dapatkan dengan uang yang dikeluarkan.
Ketika sebuah SUV listrik menawarkan ukuran yang memadai, fitur yang lengkap, dan harga yang masih dianggap masuk akal, daya tariknya semakin besar. Kombinasi tersebut disebut mampu membuat sebagian calon pembeli yang sebelumnya mempertimbangkan merek lain beralih kepada Jaecoo.
Dengan demikian, J5 EV tidak hanya menjual status sebagai mobil listrik, tetapi juga menawarkan paket kendaraan yang dianggap sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Baca Juga: Samsung Galaxy A57 Dinilai Terlalu Nyaman, Upgrade dari A56 Bikin Penasaran
Jarak Tempuh Bikin Konsumen Lebih Tenang
Kekhawatiran mengenai daya jelajah masih menjadi salah satu pertimbangan ketika seseorang ingin membeli mobil listrik. Konsumen khawatir baterai habis di perjalanan atau kesulitan menemukan stasiun pengisian daya.
Jaecoo J5 EV disebut menawarkan jarak tempuh lebih dari 460 kilometer dalam sekali pengisian. Angka tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan harian. Jika penggunaan kendaraan rata-rata berada di kisaran 30-50 kilometer per hari, jarak tempuh tersebut secara teoritis dapat membuat mobil digunakan selama beberapa hari sebelum kembali melakukan pengisian.
Jarak tempuh yang panjang pada akhirnya dapat meningkatkan rasa percaya diri konsumen untuk berpindah dari mobil bensin ke kendaraan listrik.
Biaya Operasional Jadi Senjata Berikutnya
Selain harga beli, biaya kepemilikan menjadi alasan lain yang disebut membuat mobil listrik semakin menarik. Dalam simulasi yang dibahas, SUV turbo bensin dengan pemakaian sekitar 1.500 kilometer per bulan membutuhkan biaya bahan bakar sekitar Rp2,5 juta setiap bulan, belum termasuk servis berkala.
Jika dihitung selama setahun, biaya operasional kendaraan tersebut disebut dapat mencapai sekitar Rp31 juta. Sementara Jaecoo J5 EV diperkirakan membutuhkan biaya listrik sekitar Rp290 ribu per bulan. Dengan biaya servis yang juga lebih rendah, total biaya operasional tahunannya disebut berada di kisaran Rp4 juta.
Artinya, berdasarkan simulasi tersebut, terdapat potensi penghematan sekitar Rp27 juta per tahun. Perhitungan inilah yang membuat sebagian konsumen mulai melihat mobil listrik bukan sekadar kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga pilihan untuk menekan biaya penggunaan sehari-hari.
Dengan kombinasi desain SUV, harga kompetitif, jarak tempuh lebih dari 460 kilometer, dan potensi biaya operasional yang lebih rendah, Jaecoo J5 EV disebut memiliki sejumlah alasan kuat untuk menarik konsumen Indonesia. Fenomena ini menunjukkan persaingan mobil listrik semakin ketat dan konsumen memiliki semakin banyak pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
Baca Juga: 7 HP Samsung RAM 8/256 GB Terbaik 2026, Mana yang Paling Worth It?
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest