SURABAYA - Membeli motor bekas bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan dengan anggaran terbatas. Namun, calon pembeli perlu lebih teliti dalam memeriksa kondisi motor agar tidak mendapatkan unit dengan masalah tersembunyi.
Dalam sebuah video di kanal YouTube B Project, sejumlah tips sederhana dibagikan untuk membantu calon pembeli memeriksa motor bekas sebelum melakukan transaksi.
Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah kondisi mesin. Calon pembeli disarankan tidak hanya melihat tampilan luar motor, tetapi juga melakukan pemeriksaan pada sejumlah bagian penting.
Langkah pertama adalah mengecek kilometer yang tertera pada panel instrumen. Kilometer dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk menilai pemakaian motor. Jika angka kilometer sudah tinggi, harga motor seharusnya juga menjadi pertimbangan tersendiri dibandingkan unit dengan kilometer yang masih rendah.
Baca Juga: 10 Tips Memilih Motor Bekas Berkualitas agar Tak Salah Beli
Selanjutnya, calon pembeli perlu memeriksa kondisi baut-baut dan area mesin. Pastikan tidak terdapat kebocoran, tetesan maupun rembesan oli. Kondisi mesin dan area sekitarnya sebaiknya terlihat kering.
Pengecekan juga dapat dilakukan pada bagian lubang knalpot. Dalam video tersebut, bagian ini disebut sebagai salah satu pemeriksaan penting untuk mengetahui kondisi mesin.
Jika bagian dalam lubang knalpot terlihat sangat hitam, calon pembeli disarankan lebih waspada karena kondisi tersebut disebut dapat menjadi indikasi adanya masalah pada mesin, termasuk bagian piston atau boring.
Setelah mesin, pemeriksaan dilanjutkan ke bagian kaki-kaki. Kondisi roda dan pelek perlu diperhatikan untuk memastikan tidak terdapat gerakan atau goyangan yang tidak semestinya. Pelek yang terlihat goyang dapat menjadi tanda motor pernah mengalami benturan atau masuk lubang sehingga kondisinya tidak lagi seimbang.
Sistem pengereman juga tidak boleh luput dari pemeriksaan. Calon pembeli perlu melihat kondisi piringan cakram dan kampas rem. Pastikan komponen tersebut masih dalam kondisi layak dan tidak mengalami kerusakan.
Baca Juga: Panduan Memilih Ikan Hias yang Cocok Dicampur dalam Satu Akuarium untuk Komunitas Damai
Bagian shockbreaker juga perlu diperiksa, baik di bagian depan maupun belakang. Pastikan tidak terdapat kebocoran pada shockbreaker kanan dan kiri.
Pemeriksaan berikutnya dapat dilakukan pada laher roda. Calon pembeli perlu memastikan bagian tersebut tidak mengalami oblak karena dapat berpengaruh terhadap kondisi roda.
Selain komponen mekanis, sistem kelistrikan juga harus diperiksa. Pastikan lampu utama dan seluruh lampu pada motor dapat berfungsi normal serta tidak menunjukkan kerusakan atau error.
Bagian setang juga perlu diperhatikan. Pastikan setang tidak bengkok atau memiliki posisi yang tidak semestinya ketika diarahkan ke kanan maupun kiri.
Calon pembeli juga disarankan memeriksa bagian segitiga motor dari arah depan. Jika terdapat kondisi yang tidak lurus atau bengkok, hal tersebut dapat menjadi indikasi motor pernah mengalami benturan atau terjatuh.
Baca Juga: Panduan Menyatukan Ikan Hias Warna-Warni Satu Akuarium, Ciptakan Ekosistem Air Tawar Harmonis
Dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, calon pembeli dapat lebih memahami kondisi motor sebelum memutuskan untuk membelinya. Harga murah memang menjadi salah satu alasan memilih motor bekas, tetapi kondisi kendaraan tetap harus menjadi pertimbangan utama.
Pemeriksaan sederhana terhadap mesin, kaki-kaki, pengereman, shockbreaker, kelistrikan hingga bagian setang dapat membantu calon pembeli menghindari penyesalan setelah transaksi.
Karena itu, jangan hanya terpaku pada harga saat mencari motor bekas. Pastikan kondisi unit diperiksa secara teliti agar kendaraan yang dibeli sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir