Tips Membeli Motor Bekas, Periksa 5 Bagian Ini agar Tak Salah Pilih

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:41 WIB
Tips Membeli Motor Bekas, Periksa 5 Bagian Ini agar Tak Salah Pilih
Tips Membeli Motor Bekas, Periksa 5 Bagian Ini agar Tak Salah Pilih

SURABAYA - Membeli motor bekas bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun, calon pembeli perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar tidak mendapatkan motor dengan kondisi bermasalah.

Salah satu hal yang paling penting diperiksa adalah kondisi mesin. Pemeriksaan dapat dimulai dengan menyalakan motor dan mendengarkan suara yang dihasilkan.

Jika mesin dalam kondisi sehat, suara yang keluar umumnya terdengar normal dan tidak disertai bunyi kasar atau berisik yang tidak wajar. Bagian CVT pada motor matik juga perlu diperhatikan untuk memastikan tidak muncul suara aneh ketika mesin dinyalakan.

Calon pembeli juga dapat meminta izin kepada pemilik atau penjual untuk menggeber mesin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perubahan suara atau gejala tertentu ketika putaran mesin dinaikkan.

Apabila penjual justru melarang motor digeber tanpa alasan yang jelas, kondisi tersebut patut menjadi perhatian. Meski demikian, pengujian tetap harus dilakukan secara wajar dan atas persetujuan pemilik kendaraan.

Baca Juga: Kombinasi Tankmate dan Cara Merawat Ikan Hias agar Tidak Mudah Mati di Akuarium

Selain suara mesin, respons motor ketika gas diputar juga perlu diperhatikan. Motor yang kondisinya baik seharusnya dapat menyala dan merespons gas dengan normal tanpa mengalami mati mendadak atau perubahan suara yang mencurigakan.

Pemeriksaan berikutnya adalah bagian bawah atau kolong motor. Area ini kerap luput dari perhatian calon pembeli, padahal kondisi rangka dapat diketahui dari bagian tersebut.

Terutama bagi motor yang pernah digunakan di daerah dekat laut, calon pembeli perlu mewaspadai adanya karat atau bagian rangka yang keropos. Pemeriksaan bisa dilakukan menggunakan senter agar bagian yang sulit terlihat dapat diperiksa dengan lebih detail.

Kondisi bekas kebocoran juga perlu diperhatikan. Kebocoran ringan belum tentu menjadi masalah besar apabila masih dapat diperbaiki, tetapi calon pembeli tetap perlu mengetahui sumber dan tingkat kebocoran sebelum memutuskan membeli.

Baca Juga: 7 Tips Membeli Motor Bekas di Showroom agar Tidak Salah Pilih

Selanjutnya, periksa kondisi bagian depan motor untuk mengetahui kemungkinan bekas tabrakan. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara teliti dengan melihat bagian yang berpotensi mengalami benturan atau perubahan bentuk.

Kondisi ban dan kampas rem juga perlu diperhatikan. Jika bagian tersebut sudah aus, sebenarnya masih dapat diganti dan tidak selalu menjadi alasan utama untuk membatalkan pembelian. Namun, kondisi komponen tersebut tetap bisa menjadi pertimbangan tambahan dalam menegosiasikan harga.

Pada motor yang sudah menggunakan sistem injeksi, calon pembeli juga dapat memeriksa indikator kerusakan pada panel instrumen. Saat kontak dinyalakan, perhatikan apakah terdapat indikator atau kode kerusakan yang muncul secara tidak normal.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kondisi oli mesin. Pemeriksaan jumlah dan kondisi oli dapat memberikan gambaran awal mengenai perawatan motor.

Calon pembeli perlu memastikan volume oli sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Oli yang terlalu banyak juga patut dicurigai karena dapat memengaruhi suara mesin dan berpotensi menutupi kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Rahasia Cara Merawat Ikan Hias agar Tidak Mudah Mati, Kualitas Air Jadi Kunci Utama

Karena itu, pemeriksaan motor bekas sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan melihat tampilan luar. Kondisi mesin, CVT, rangka, bagian depan, indikator kerusakan, hingga oli perlu diperiksa sebelum transaksi.

Dengan melakukan pengecekan secara teliti dan tidak terburu-buru, calon pembeli memiliki peluang lebih besar mendapatkan motor bekas yang sesuai dengan kondisi dan anggaran.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
Tips Motor Bekas tips membeli motor bekas beli motor second mesin motor motor bekas