TRENGGALEK - Pasar kendaraan listrik global kembali kedatangan amunisi anyar lewat kehadiran BYD Atto 2. Mobil listrik bergenre SUV ringkas ini resmi dipamerkan dalam ajang ajang otomotif Singapore Motorshow 2026. Lini terbaru dari produsen Tiongkok ini diproyeksikan untuk mengisi celah di antara BYD Atto 1 dan BYD Atto 3, dengan menawarkan ukuran yang lebih kompak namun tetap menyajikan kepraktisan kabin yang memadai untuk mobilitas harian masyarakat perkotaan.
Secara silsilah di negara asalnya, BYD Atto 2 merupakan bagian dari keluarga Dynasty Series atau yang dikenal juga dengan sebutan Dynasty Yuan. Pendekatan desain yang diusungnya membuat mobil ini memiliki garis bahasa rancangan yang serupa dengan sang kakak, BYD Atto 3. Kendati demikian, dimensi bodinya dibuat sedikit lebih ramping. Mobil ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 4,2 meter. Angka tersebut tercatat lebih pendek jika dibandingkan dengan BYD Atto 3 yang memiliki panjang bodi berada di kisaran 4,4 hingga 4,5 meter.
Melihat tampilan eksterior bagian depan, BYD Atto 2 menggunakan bentuk lampu utama yang cenderung membulat. Desain fasia depan dipadukan dengan bentuk bumper dan grille bergaya minimalis yang memberikan kesan lebih aman dan rasional jika dibandingkan dengan gaya tajam milik BYD Atto 1. Pada unit setir kanan yang dipamerkan di Singapura, mobil ini dibalut oleh warna baru bernama Breeze Green yang dipadukan dengan pelek berukuran 17 inci inci berprofil ban 215/60 berwarna gun metal grey.
Pindah ke bagian samping, profil bodi kendaraan ini dihiasi oleh aksen side skirt yang dibuat terpisah antara pintu depan dan pintu belakang. Elemen ini memberikan karakter unik ala mobil-mobil asal Eropa. Selain itu, pilar bagian belakang dirancang mengusung konsep floating roof. Port pengisian daya menggunakan tipe CCS2 yang dipasang pada bagian spion yang juga telah dilengkapi kamera pemantau.
Sektor buritan BYD Atto 2 tampil dengan siluet tegak layaknya SUV tradisional, berbeda dari tren SUV coupe berkaca landai. Kombinasi lampu belakangnya memadukan bahasa desain BYD Dolphin dan BYD Atto 3. Untuk kemudahan membawa barang bawaan, akses pintu bagasi belakang telah dibekali tombol pembuka elektrik. Kapasitas bagasinya tergolong sangat fleksibel karena bagian lantai dapat diturunkan untuk mendapatkan ruang penyimpanan yang lebih dalam. Pabrikan juga menyediakan kompartemen ekstra di bawah lantai untuk menyimpan tire pressure kit, serta tonneau cover sebagai kelengkapan standar.
Masuk ke area interior, kabin BYD Atto 2 menawarkan peningkatan kualitas material dibandingkan BYD Atto 1. Sebagian besar area dasbor dan trim pintu dilapisi bahan berbahan empuk (soft touch), serta setir berbalut bahan kulit. Konsol tengah mobil ini menganut desain melayang (floating) yang menyisakan ruang penyimpanan lapang di bagian bawahnya. Di area ini, terdapat pengisi daya nirkabel (wireless charging), cup holder, serta tombol-tombol fisik untuk pengoperasian mode berkendara, rem parkir, hingga kenop pengaturan volume audio.
Meskipun belum dilengkapi fitur sunroof atau panoramic glass roof, fasilitas di dalam kabin tergolong lengkap. Sistem pendingin udara atau AC diletakkan dengan konfigurasi unik di bagian konsol tengah. Jok depan mengusung model bucket seat berbahan kulit sintetis. Sementara untuk baris kedua, penumpang disuguhkan ruang kaki (legroom) yang cukup lapang dengan lantai yang cenderung rata. Fasilitas di baris belakang mencakup kisi-kisi AC mandiri, dua port pengisian daya USB (Tipe A dan Tipe C), armrest tengah dengan dua cup holder, serta tiga buah headrest.
Untuk urusan dapur pacu, BYD Atto 2 dibekali baterai dengan kapasitas sekitar 51,13 kWh hingga 61 kWh pada varian tertentu. Penggunaan baterai tersebut membuat mobil listrik ini diklaim jauh lebih efisien dan ekonomis untuk menempuh jarak perjalanan yang lebih jauh. Motor listrik penggeraknya diposisikan di bagian bawah ruang mesin depan untuk menopang performa penggerak roda. Kehadiran mobil ini menjadi opsi menarik bagi konsumen yang mencari SUV listrik yang lebih praktis dan berukuran ideal.
Sumber : youtube