TRENGGGALEK - Industri kendaraan listrik tanah air kembali kedatangan pemain baru lewat perkenalan BAIC T1. Produsen otomotif asal Tiongkok tersebut secara resmi memperlihatkan lini kendaraan full electric vehicle (EV) pertamanya untuk pasar Indonesia. Langkah ini sekaligus melengkapi jajaran portofolio merek BAIC di tanah air yang sebelumnya telah mengandalkan kendaraan off-road BJ40 serta SUV bertenaga hybrid BJ30.
Model ini dijadwalkan meluncur secara resmi kepada publik pada pameran otomotif GIIAS 2026. Meski belum mengumumkan nominal harga secara resmi, pabrikan memberi sinyal bahwa BAIC T1 diproyeksikan mengisi segmen pasar yang sangat kompetitif. Kendaraan ini diperkirakan bakal dibanderol pada kisaran harga Rp350 juta hingga Rp400 juta, bersaing langsung dengan sejumlah rival di kelasnya seperti BYD Atto 3, BYD Dolphin, Wuling Cloud EV, hingga Aion UT.
Secara silsilah rancang bangun, BAIC T1 sejatinya menggunakan basis dari ArcFox T1 di negara asalnya. ArcFox sendiri merupakan divisi kendaraan listrik kelas atas (premium EV) di bawah naungan BAIC Group. Hal ini tecermin dari kualitas pengerjaan serta bahasa desain bodi yang diusungnya. Siluet luarnya menampilkan profil layaknya crossover modern dengan penggunaan velg berukuran 18 inci yang dibalut ban berprofil 215/55.
Membawa DNA khas kendaraan petualang dari BAIC, mobil listrik ini dibekali jarak terendah ke tanah (ground clearance) mencapai 181 mm. Angka ini tercatat lebih tinggi ketimbang rata-rata pesaing di kelasnya, sehingga memberikan fleksibilitas ekstra saat melintasi berbagai kondisi medan jalan. Selain itu, BAIC T1 mengusung jarak sumbu roda (wheelbase) terpanjang di kelasnya yang berdampak langsung pada kelapangan kabin dan ruang bagasi. Kapasitas bagasi belakang mencapai 490 liter pada kondisi kursi tegak, dan dapat diekspansi hingga melebihi 1.300 liter saat jok baris kedua dilipat.
Masuk ke area kabin, interior BAIC T1 dirancang menggunakan material dengan pendekatan kelas atas. Dasbor dan pelapis pintu menyajikan kombinasi bahan empuk (soft touch) serta lapisan kulit pada jok yang nyaman. Pengendalian fitur dipusatkan pada layar multimedia berukuran besar di bagian tengah yang terintegrasi dengan fungsi perintah kendaraan, termasuk pembukaan panoramic roof membentang, pengaturan pendingin udara (AC), hingga penyesuaian kaca spion. Fasilitas hiburan juga mendukung konektivitas nirkabel Apple CarPlay serta Android Auto. Untuk menambah kenyamanan, kendaraan ini dilengkapi sistem peredaman suara yang diklaim mampu mereduksi kebisingan hingga 85 persen.
Dapur pacu BAIC T1 mengandalkan motor listrik tunggal yang menyalurkan tenaga ke roda depan (Front-Wheel Drive). Spesifikasi teknisnya mencatatkan output tenaga sebesar 94 HP dengan torsi puncak 176 Nm. Sumber tenaga utamanya disokong oleh baterai berkapasitas di bawah 43 kWh, yang mampu menyajikan jarak tempuh klaim hingga 425 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC.
Proses pengisian daya baterai mendukung sistem pengisian cepat DC hingga 60 kW. Pada pengujian internal, pengisian daya dari 30 hingga 80 persen dapat dituntaskan dalam waktu sekitar 21 menit. Kendaraan ini turut dibekali fitur penyuplai daya Vehicle-to-Load (V2L) serta Vehicle-to-Vehicle (V2V) on demand. Pembeli unit akan mendapatkan pengisi daya portabel secara standar, sementara perangkat wall charger berkapasitas 7 kW dijual secara terpisah sebagai opsi tambahan.
Sektor keselamatan dan bantuan berkendara diperkuat oleh fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) lengkap, seperti Adaptive Cruise Control dan Lane Keep Assist. Menariknya, BAIC T1 juga dilengkapi teknologi parkir otomatis (auto parking) serta fitur low speed intelligent steering assist yang berfungsi memperkecil radius putar kendaraan saat berada di jalur sempit. Bagi masyarakat yang penasaran, unit ini dapat dilihat dan diuji coba secara langsung di stan pameran BAIC pada gelaran GIIAS 2026.
Sumber : youtube