TRENGGALEK - Industri otomotif nasional kembali digemparkan dengan hadirnya lini kendaraan elektrifikasi terbaru dari produsen asal Tiongkok, BYD. Melalui jaringan diler Harmony Auto Palmerah, BYD secara resmi menghadirkan MPV tiga baris terbarunya, BYD M6 DM. Berbeda dari versi murni listrik (EV) yang lebih dulu mengaspal, varian terbaru ini mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang tidak hanya bisa diisi ulang daya listriknya (charge), tetapi juga dapat diisi bahan bakar minyak (BBM).
Kehadiran BYD M6 DM menjadi tonggak sejarah penting karena merupakan model PHEV pertama yang diboyong BYD ke pasar Indonesia. Menggunakan sistem hybrid Dual Mode (DM) generasi kelima khas BYD, kendaraan keluarga ini dirancang dengan prinsip EV first yang memprioritaskan sensasi berkendara mobil listrik murni. Sistem cerdasnya mampu memproses beberapa mode berkendara secara otomatis, mulai dari EV Drive, Series Drive, Parallel Drive, hingga Engine Direct Drive.
Menariknya, BYD M6 DM langsung memegang predikat sebagai mobil PHEV paling murah di Indonesia saat ini. Dijual dengan rentang harga mulai dari sedikit di bawah Rp 300 juta hingga varian tertinggi yang berada sedikit di bawah Rp 400 juta, MPV ini ditawarkan dalam dua varian utama, yakni tipe Classic dan tipe Cross.
Secara spesifikasi teknis, BYD M6 DM dibekali motor listrik penggerak bertenaga 161 HP (163 PS) dengan torsi 210 Nm, serta motor listrik tambahan yang berfungsi sebagai generator. Dapur pacunya dipadukan dengan mesin bensin 4-silinder 1.500 cc naturally aspirated bertenaga 99 HP dan torsi 126 Nm yang memiliki efisiensi termal tinggi mencapai 46,06 persen. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
Perbedaan mendasar antara varian Classic dan Cross terletak pada spesifikasi baterai Blade LFP yang diusungnya. Tipe Classic dibekali baterai berkapasitas 7,4 kWh yang mampu meluncur dengan mode listrik murni hingga jarak 45 km (standar NEDC). Sementara itu, tipe Cross membawa baterai lebih besar berkapasitas 18,3 kWh yang sanggup mengarungi jarak hingga 110 km tanpa mengonsumsi BBM. Dalam kondisi baterai dan tangki bensin terisi penuh, BYD mengklaim mobil ini mampu menempuh jarak total hingga 1.300 km.
Dari segi desain eksterior, BYD M6 DM tampil beda dibanding varian EV-nya. Varian Cross dibekali grille radiator raksasa bergaris krom horizontal, cladding plastik hitam di sekeliling bodi bawah ala crossover, roof rail silver, serta velg 17 inci model kipas dua warna. Sementara varian Classic tampil lebih polos tanpa cladding maupun roof rail, menggunakan velg 16 inci berwarna hitam, serta lampu belakang independen yang mengadopsi model BYD E6.
Masuk ke dalam kabin, nuansa modern sangat terasa pada M6 DM Cross berkat penggunaan instrumen kluster full LCD TFT 10,25 inci dan layar sentuh head unit 12,8 inci. Pengoperasian transmisi kini berpindah ke tuas di sebelah kanan lingkar kemudi, sehingga konsol tengah menjadi lebih lapang. Pengisian daya baterai tipe Cross juga sudah mendukung fast charging DC dengan port CCS2 bertenaga 26 kW yang mampu mengisi daya 30 hingga 80 persen dalam waktu 30 menit.
Untuk varian Cross, BYD menyediakan opsi susunan kabin 7-seater pada tipe Advance serta 6-seater dengan captain seat dan panoramic sunroof pada tipe Cross Superior Captain. Pilihan warna eksteriornya hadir dalam empat opsi, yaitu Crystal White, Quartz Blue, Cosmos Black, dan Harbor Grey. Kombinasi kepraktisan MPV tiga baris dan efisiensi teknologi PHEV ini diprediksi akan menjadi petarung kuat di segmen kendaraan keluarga Tanah Air.
Sumber : youtube