TRENGGALEK - Kehadiran lini kendaraan MPV dari BYD kembali menyedot perhatian pecinta otomotif nasional. Kali ini, varian terjangkau bertajuk BYD M6 DM Classic tipe Dynamic menjadi sorotan dalam pengujian efisiensi bahan bakar rute jauh. Mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), varian terendah ini dibanderol pada kisaran Rp 300 juta—bahkan varian terdasarnya dipasarkan di bawah Rp 300 jutaan (sekitar Rp 298 juta). Harga kompetitif ini menempatkannya sebagai pesaing berat MPV keluarga di kelasnya seperti Toyota Velos Hybrid maupun Toyota Innova Zenix.
Meskipun menyandang status tipe paling terjangkau, BYD M6 DM Classic dibekali keunggulan teknis utama yang tidak dimiliki hybrid konvensional, yakni kemampuan pengisian daya baterai eksternal (PHEV). Mobil ini mengusung skema baterai yang sanggup menggerakkan motor listrik murni hingga jarak tempuh 40–45 km tanpa mengonsumsi BBM sama sekali. Fitur ini dinilai sangat ideal untuk kebutuhan komuter harian seperti rute rumah ke kantor. Saat kombinasi baterai dan tangki bensin terisi penuh, mobil ini diklaim mampu menjelajah hingga sekitar 1.200 km.
Dari segi dimensi, M6 DM Classic tampil bongsor dengan panjang bodi 4.680 mm, wheelbase 2.785 mm, serta ground clearance tinggi mencapai 190 mm. Tampilan luar tipe Classic terkesan gagah dan elegan berkat eksterior serba polos tanpa aksen krom berlebih. Tipe ini dibekali grille polos sewarna bodi, lampu utama projector LED dengan DRL, serta velg ring 16 berbalut ban tebal profil 225/60 R16. Penggunaan profil ban tebal tersebut sukses memberikan rasa berkendara dan karakter suspensi yang terasa lebih empuk.
Baca Juga: Angkutan Pelajar Masih Andalkan Mobil Pelat Merah Siapkan Rp 391 Juta, Keterlibatan MPU Masih Tunggu
Menilik sektor dapur pacu, BYD M6 DM Classic menggabungkan dua sumber tenaga. Mesin bensin naturally aspirated memproduksi tenaga 101 PS dan torsi 126 Nm, sementara motor listriknya menghasilkan tenaga sebesar 126 PS dengan torsi puncak 210 Nm. Sinergi kedua mesin ini menghasilkan akselerasi yang terhitung kencang. Dalam pengujian performa 0 hingga 100 km/jam, MPV bongsor ini sanggup menuntaskannya dalam waktu 10,52 detik.
Pada pengujian efisiensi bahan bakar (uji boros) dengan skema kondisi ekstrem—meliputi rute jalan tol, kemacetan perkotaan, hingga jalur menanjak terjal kawasan pegunungan Garut Selatan sepanjang 675 km—mobil ini mencatatkan angka efisiensi yang sangat impresif. Berdasarkan pengujian full-to-full bensin terisi hingga leher tangki, M6 DM Classic hanya menghabiskan 28,62 liter BBM. Hasil tersebut menghasilkan angka konsumsi bahan bakar riil mencapai 23,58 km/liter, tergolong sangat irit untuk ukuran kendaraan MPV bongsor.
Baca Juga: Angkutan Pelajar Masih Andalkan Mobil Pelat Merah Siapkan Rp 391 Juta, Keterlibatan MPU Masih Tunggu
Kelebihan sistem PHEV ini juga terlihat dari fitur regenerative braking yang mampu mengisi ulang daya baterai secara otomatis saat melintasi rute jalan menurun. Pengemudi juga diberikan keleluasaan mengatur fitur Preserve Energy (fleksibilitas menjaga daya sisa baterai minimal di angka 25% hingga 50%) serta memilih mode berkendara seperti Eco, Normal, Sport, dan Snow.
Meski demikian, sebagai varian harga terjangkau, terdapat beberapa penyesuaian pada tipe Classic. Pengisian daya listrik AC charging dibatasi maksimal 3,3 kW dan belum mendukung fast charging DC. Pintu bagasi belakang belum dibekali electric tailgate, serta fitur keselamatan aktif ADAS absen dan hanya disisakan Cruise Control standar. Di dalam kabin, layar head unit dibuat lebih ringkas dibanding tipe Cross, serta bahan trim dan sandaran tangan dominan menggunakan material plastik keras. Kendati demikian, fasilitas dasar seperti kamera 360 derajat, pengaturan setir tilt & telescopic, AC double blower, serta dukungan Apple CarPlay dan Android Auto tetap hadir melengkapi kenyamanan kabin.
Sumber : youtube