JAKARTA - Wuling Axion akhirnya mendapat kesempatan untuk dicoba langsung di Indonesia. Setelah sebelumnya diperkenalkan dan dipamerkan, SUV keluarga tujuh penumpang ini kini menunjukkan lebih banyak detail, mulai dari interior, kapasitas bagasi, hingga karakter berkendara dari dua pilihan penggeraknya, yakni EV dan PHEV.
Secara desain, Wuling Axion EV dan PHEV memiliki perbedaan paling jelas pada bagian depan. Versi EV menggunakan panel depan tertutup tanpa grille besar, sedangkan Wuling Axion PHEV memakai grille model honeycomb karena masih dibekali mesin bensin.
Dari sisi tampilan, keduanya tetap membawa karakter SUV yang gagah dan tangguh. Desain tersebut dipadukan dengan ground clearance tinggi yang membuat Wuling Axion terlihat cocok untuk kondisi jalan di Indonesia.
Interior Mirip Darion, tetapi Lebih Ekspresif
Masuk ke kabin, sebagian besar perangkat Wuling Axion masih memiliki kemiripan dengan Wuling Darion EV maupun PHEV. SUV ini menggunakan layar utama berukuran sekitar 12,8 inci, sistem Ling OS, serta panel instrumen digital yang menyajikan berbagai informasi berkendara.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Trenggalek 26 Agustus, Suhu Capai 29 Derajat
Posisi tuas transmisi dan sejumlah tombol fisik juga masih mengingatkan pada Darion. Meski demikian, desain dashboard Wuling Axion dibuat lebih ekspresif. Bentuk ventilasi AC terlihat lebih tegas dan memberikan kesan berbeda dibanding MPV tersebut.
Material soft touch juga digunakan pada sejumlah bagian interior untuk menghadirkan kesan lebih mewah. Fitur lainnya adalah wireless charger 50 watt dengan ventilasi pendingin.
Hanya Tersedia Bangku Baris Kedua Model Bench Seat
Salah satu perbedaan penting Wuling Axion dibanding Darion berada pada konfigurasi kursinya. Axion hanya tersedia dengan bangku baris kedua model bench seat dan tidak memiliki opsi captain seat.
Meski begitu, baris kedua tetap menawarkan kenyamanan dengan armrest dan fitur reclining. Salah satu daya tarik lainnya adalah panoramic sunroof berukuran besar yang membuat kabin terasa lebih terbuka.
Penumpang baris kedua juga mendapatkan pengaturan kipas AC, port USB Type-C dan USB-A, serta ruang penyimpanan kecil.
Sementara ruang di baris ketiga memang tidak terlalu besar untuk penumpang dewasa. Karena itu, Wuling Axion dinilai lebih ideal digunakan sebagai kendaraan lima penumpang ketika tidak membutuhkan seluruh kursi.
Bagasi Jadi Salah Satu Keunggulan
Kepraktisan menjadi salah satu kelebihan Wuling Axion. Bahkan saat kursi baris ketiga masih digunakan, tersedia ruang bagasi yang cukup untuk membawa barang seperti koper kabin.
Ketika kursi baris ketiga dilipat, ruang bagasi menjadi jauh lebih luas. Kondisi tersebut membuat Axion cocok bagi pengguna yang membutuhkan SUV lima penumpang dengan kapasitas bagasi besar, tetapi tetap memiliki tambahan dua kursi ketika diperlukan.
Wuling Axion PHEV Lebih Lincah
Baca Juga: Lucunya Lomba Makan Kerupuk Hyundai Hillstate! Jeong Ji-yoon Sebut Lebih Susah Dibanding Smash
Dalam pengujian berkendara, varian PHEV disebut memiliki karakter yang lincah. Saat melewati jalur zigzag, mobil terasa lebih mudah dikendalikan.
Suspensi Wuling Axion PHEV terasa sedikit lebih keras dibanding Darion, tetapi masih dinilai nyaman. Mobil ini menggunakan mesin bensin 1.500 cc yang dipadukan dengan motor listrik dan baterai berkapasitas sekitar 20 kWh.
Dalam mode listrik penuh, Wuling Axion PHEV disebut mampu menempuh jarak hingga 125 km. Jika dikombinasikan dengan mesin bensin, jarak tempuh totalnya diklaim bisa mencapai lebih dari 1.000 km.
Versi EV Lebih Senyap dan Responsif
Sementara itu, Wuling Axion EV menawarkan karakter berkendara yang berbeda. Motor listriknya menghasilkan tenaga 150 kW atau sekitar 201 dk dengan torsi 310 Nm.
Tenaga tersebut dipadukan dengan baterai berkapasitas sekitar 69 kWh. Jarak tempuh kendaraan listrik ini diklaim berada di kisaran 500 km lebih.
Respons akselerasi menjadi salah satu keunggulan versi EV. Saat pedal gas diinjak, tenaga langsung tersalurkan dengan cepat. Namun, karakter tenaga tersebut juga dapat membuat roda mengalami wheel spin dalam kondisi tertentu.
Versi EV terasa lebih senyap dibanding PHEV karena tidak menggunakan mesin bensin. Posisi duduk yang tinggi serta pandangan ke arah kap depan juga menjadi salah satu karakter SUV ini.
Baca Juga: Menanti Kepulangan Megawati ke Korea, Keakraban dengan Bintang Hyundai Jeong Ji-yoon Disorot
Secara keseluruhan, Wuling Axion menawarkan dua pilihan menarik bagi pasar Indonesia. Versi EV cocok bagi konsumen yang menginginkan kendaraan listrik murni dengan jarak tempuh lebih dari 500 km, sedangkan PHEV menawarkan ketenangan untuk perjalanan jauh dengan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 km.
Ground clearance tinggi, panoramic sunroof, interior modern, serta karakter berkendara yang dinilai lincah menjadi modal utama Wuling Axion. Kini, perhatian berikutnya tertuju pada harga resmi SUV ini saat diluncurkan di Indonesia.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir