BYD M6 DM-i Cross Rp380 Juta Disebut Bukan Lawan Xpander, Begini Rasa Berkendaranya

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:20 WIB
Harga BYD M6 DM-i Mulai Rp298 Juta, Plug-in Hybrid 7 Seater Ini Bisa Jalan Pakai Listrik
Harga BYD M6 DM-i Mulai Rp298 Juta, Plug-in Hybrid 7 Seater Ini Bisa Jalan Pakai Listrik

JAKARTA - BYD M6 DM-i Cross hadir sebagai salah satu MPV tujuh penumpang yang menawarkan perpaduan mesin bensin dan motor listrik melalui teknologi plug-in hybrid. Dengan harga unit yang diuji Rp380 juta, mobil ini dinilai menawarkan pengalaman berkendara yang berada di atas rata-rata MPV di kelas bawah.

Dalam pengujian, BYD M6 DM-i Cross terasa berbeda dibandingkan BYD M6 listrik murni. Perbedaan paling menarik justru muncul pada karakter setir, suspensi, hingga cara sistem hybrid bekerja saat mobil digunakan dalam perjalanan sehari-hari maupun di jalan tol.

Penguji bahkan menilai mobil ini tidak tepat jika dibandingkan langsung dengan Mitsubishi Xpander, Hyundai Stargazer, Suzuki XL7, Toyota Veloz, atau Honda BR-V. Karakter berkendaranya dianggap berada satu tingkat di atas MPV tersebut.

Suspensi BYD M6 DM-i Cross Lebih Anteng

Salah satu hal yang paling terasa saat membawa BYD M6 DM-i Cross adalah karakter suspensinya. Dibandingkan dengan BYD M6 versi listrik yang sebelumnya pernah dicoba, varian plug-in hybrid ini dinilai lebih anteng.

Saat melintasi jalan tol Jogja-Solo yang memiliki beberapa permukaan bergelombang, mobil masih terasa stabil. Ayunan bodi dinilai tidak terlalu berlebihan sehingga memberikan rasa berkendara yang lebih nyaman.

Baca Juga: 7 Ikan Hias yang Bisa Dicampur dalam Satu Akuarium, Ada Neon Tetra

Pada BYD M6 listrik, karakter suspensinya menurut pengalaman penguji terasa lebih memantul. Sementara pada varian DM-i Cross, bantingan terasa lebih pas ketika digunakan melaju di jalan tol.

Meski demikian, saat digunakan di jalan biasa, karakter goyangnya masih terasa memiliki kemiripan dengan M6 listrik. Perbedaan lebih jelas justru dirasakan ketika mobil melaju di kecepatan yang lebih tinggi.

Kabin Cukup Senyap di Kecepatan Tinggi

Pengujian juga menyoroti tingkat kesenyapan kabin. Saat mobil melaju sekitar 110 km/jam, suara dari bagian kolong tidak terlalu mengganggu meski mobil melintas di jalan tol beton.

Hal tersebut membuat BYD M6 DM-i Cross terasa memiliki kelas berkendara yang lebih tinggi dibandingkan MPV pada kisaran harga yang lebih rendah.

Namun, kabin belum sepenuhnya senyap. Suara angin masih terdengar masuk meski tidak terlalu dominan. Meski begitu, tingkat kebisingan secara keseluruhan tetap dinilai cukup baik.

Dengan karakter tersebut, mobil ini dianggap lebih cocok ditempatkan sebagai MPV yang berada di atas segmen LMPV. Kenyamanan berkendaranya menjadi salah satu alasan mengapa BYD M6 DM-i Cross tidak dianggap sebagai pesaing langsung sejumlah LMPV populer.

Setir Terasa Berat tetapi Ada Fitur Comfort Parking

Bagian lain yang menjadi perhatian adalah sistem kemudi. Setir BYD M6 DM-i Cross terasa lebih berat, bahkan ketika pengaturan sudah berada dalam mode comfort.

Meski begitu, BYD menyediakan fitur comfort parking. Ketika mobil melaju pelan dan pengemudi melakukan manuver saat parkir, sistem bantuan kemudi akan membuat putaran setir terasa lebih ringan.

Fitur tersebut dianggap cukup membantu karena pengemudi tidak perlu bekerja terlalu keras saat melakukan manuver di area sempit. Namun, secara keseluruhan rasa setir dinilai masih agak hambar dan belum memberikan sensasi fun to drive.

Baca Juga: 9 Ikan untuk Community Tank yang Damai dan Cocok Dipelihara Bersama

Posisi mengemudi juga menjadi salah satu catatan. Jok dinilai cukup nyaman dan ergonomis, tetapi posisi setir dianggap kurang ideal. Kolom setir dinilai terasa kurang pas sehingga sulit mendapatkan posisi tangan yang benar-benar nyaman.

Tenaga Gabungan Mesin dan Motor Listrik Terasa Responsif

Sebagai mobil dual mode, BYD M6 DM-i Cross tidak hanya mengandalkan mesin bensin. Motor listrik memberikan karakter akselerasi yang lebih responsif, terutama saat mobil mulai berakselerasi.

Saat pedal gas diinjak, masih terasa sensasi khas mobil listrik dengan respons tenaga yang cepat. Mesin bensin mulai terdengar lebih jelas ketika kecepatan meningkat hingga sekitar 140 km/jam.

Dalam pengujian, mobil sempat dipacu hingga 140-150 km/jam. Meski digunakan dengan kecepatan cukup tinggi, konsumsi bahan bakarnya tetap dinilai efisien.

Data perjalanan menunjukkan konsumsi sekitar 5,1 liter per 100 kilometer untuk jarak tempuh 50 kilometer. Berdasarkan perhitungan sederhana, angka tersebut mendekati konsumsi 20 km per liter.

Penguji menilai karakter sistem hybrid mobil ini lebih dekat dengan kendaraan listrik. Motor listrik disebut lebih sering bekerja, sementara mesin bensin banyak berperan membantu sistem dan menghasilkan energi.

Harga Jadi Salah Satu Daya Tarik Terbesar

Selain performa dan kenyamanan, harga menjadi salah satu kekuatan utama BYD M6 DM-i. Model ini tersedia mulai Rp298 juta hingga Rp390 juta.

Baca Juga: 7 Ikan Hias Air Tawar Terlucu, Ada Black Ghost hingga Galaxy Rasbora

Menurut penguji, banderol tersebut membuat BYD M6 DM-i terasa sangat kompetitif untuk ukuran mobil plug-in hybrid. Apalagi konsumen sudah mendapatkan MPV tujuh penumpang dengan kemampuan berjalan menggunakan tenaga listrik.

Namun, masih ada beberapa bagian yang dianggap perlu ditingkatkan, seperti kualitas audio yang dinilai cenderung cempreng dan suara klakson yang dianggap kurang meyakinkan.

Secara keseluruhan, BYD M6 DM-i Cross dinilai menawarkan value yang menarik. Perpaduan kenyamanan, tenaga motor listrik, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta harga mulai Rp298 juta menjadi daya tarik utama MPV plug-in hybrid tersebut.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
Mobil Plug-in Hybrid GIIAS 2026 Mobil Plug-in Hybrid BYD M6 DM-i Cross mobil listrik MPV Hybrid