TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Memelihara ikan hias di akuarium tidak selalu harus menggunakan banyak peralatan. Sejumlah ikan hias yang bisa hidup tanpa filter dan aerator dapat menjadi pilihan bagi penghobi, terutama pemula yang ingin menekan biaya perawatan.
Filter dan aerator memang memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas air serta membantu meningkatkan kadar oksigen terlarut. Namun, beberapa jenis ikan memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik terhadap kondisi air dengan sirkulasi terbatas.
Meski demikian, bukan berarti ikan-ikan tersebut dapat dipelihara tanpa perawatan sama sekali. Penggantian air secara rutin, kepadatan ikan yang sesuai, pemberian pakan secukupnya, serta ukuran akuarium tetap perlu diperhatikan.
Berikut sejumlah ikan hias air tawar yang dikenal relatif tahan terhadap kondisi akuarium dengan aerasi dan filtrasi minimal.
Baca Juga: Peredaran Narkoba Masih Merajalela Pengungkapan Kasus Naik 28,5 Persen
1. Ikan Cupang
Ikan cupang atau Betta menjadi salah satu pilihan paling populer untuk akuarium sederhana. Ikan ini memiliki organ labirin yang memungkinkannya mengambil oksigen dari udara di permukaan air.
Cupang juga memiliki beragam warna dan bentuk sirip. Ukurannya yang kecil membuat ikan ini dapat dipelihara dalam wadah relatif sederhana, meski kualitas air tetap harus dijaga.
2. Ikan Platy
Platy dikenal sebagai ikan hias air tawar yang mudah dipelihara. Ikan ini memiliki banyak variasi warna dan relatif mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Platy juga terkenal mudah berkembang biak. Karena itu, penghobi perlu memperhatikan populasi agar akuarium tidak terlalu padat.
3. Ikan Molly
Molly menjadi pilihan lain bagi pemula. Ikan ini memiliki berbagai varian warna dan bentuk tubuh, termasuk molly yang memiliki tubuh membulat seperti balon.
Kemampuan adaptasinya cukup baik sehingga molly dapat dipelihara dalam akuarium dengan sistem sederhana. Namun, pergantian air tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan ikan.
4. Ikan Koi
Koi merupakan ikan hias yang identik dengan kolam. Ikan ini terkenal karena corak dan kombinasi warnanya yang beragam.
Koi memang dapat bertahan pada kondisi oksigen rendah untuk sementara waktu dengan mengambil udara di permukaan. Namun, untuk pemeliharaan jangka panjang, terutama pada jumlah ikan yang banyak, penggunaan filtrasi dan aerasi tetap sangat dianjurkan.
Baca Juga: Mitsubishi L300 2026 Dibanderol Rp231 Juta, Kini Pakai Mesin Euro 4 Turbo
5. Ikan Manfish
Manfish atau angelfish berasal dari kawasan Amerika Selatan dan dikenal memiliki bentuk tubuh yang menarik. Ikan ini dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi akuarium.
Meski demikian, manfish membutuhkan ruang yang cukup. Jika dipelihara tanpa filter atau aerator, kepadatan ikan harus diperhatikan agar kualitas air tidak cepat menurun.
6. Ikan Lemon
Ikan lemon merupakan salah satu ikan hias yang cukup kuat dan memiliki warna kuning mencolok. Ikan ini berasal dari kawasan Danau Malawi.
Karakter ikan lemon cenderung agresif sehingga pemilihan teman satu akuarium perlu dilakukan dengan hati-hati. Pemberian pakan yang tepat juga penting untuk menghindari perilaku agresif berlebihan.
7. Zebra Danio
Zebra danio berukuran kecil dengan corak garis yang khas. Ikan ini cukup populer karena aktif bergerak dan mudah dipelihara.
Dalam jumlah tertentu, kelompok zebra danio dapat memberikan tampilan menarik di akuarium. Ikan ini juga dikenal cukup mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Baca Juga: Mitsubishi L300 Euro 4 Punya Mesin Turbo 2.200 cc, Harga Mulai Rp252 Juta
8. Ikan Sepat
Ikan sepat termasuk kelompok ikan yang memiliki kemampuan mengambil udara dari permukaan air berkat organ labirin. Kemampuan tersebut membuatnya relatif toleran terhadap kondisi oksigen terlarut yang rendah.
Berbagai jenis sepat hias juga memiliki warna menarik sehingga cocok menjadi penghuni akuarium.
9. Ikan Sapu-Sapu atau Pleco
Pleco atau yang populer disebut ikan sapu-sapu dikenal memiliki daya tahan cukup kuat. Beberapa jenis pleco bahkan mampu bertahan pada kondisi lingkungan yang kurang ideal.
Namun, anggapan bahwa ikan sapu-sapu dapat menjadi "pembersih akuarium" bukan berarti ikan ini bisa menggantikan fungsi filter. Kotoran ikan tetap menambah beban biologis di dalam air.
10. Ikan Channa
Channa atau snakehead merupakan kelompok ikan yang dikenal memiliki kemampuan mengambil oksigen dari udara. Kemampuan ini membuat beberapa jenis Channa mampu bertahan di lingkungan dengan kadar oksigen rendah.
Di Indonesia, Channa juga populer sebagai ikan predator hias. Ukuran akuarium harus disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan karena beberapa Channa dapat tumbuh cukup besar.
Baca Juga: Mitsubishi Colt L300 2025 Masih Manual, Mesin 2.200 cc dan Kabin Muat 3 Orang
11. Ikan Palmas
Palmas atau bichir merupakan ikan air tawar asal Afrika yang memiliki bentuk tubuh menyerupai naga. Ikan ini cukup populer di kalangan penghobi ikan predator.
Palmas dapat mengambil udara dari permukaan dan memiliki kemampuan bertahan pada kondisi oksigen rendah. Meski begitu, kualitas air tetap harus dijaga dengan pergantian air secara berkala.
12. Ikan Tetra
Ikan tetra memiliki ukuran kecil dengan warna tubuh yang menarik. Beberapa jenis bahkan memiliki warna berkilau ketika terkena pencahayaan akuarium.
Berbeda dari beberapa ikan sebelumnya, tetra umumnya lebih membutuhkan kondisi air yang stabil dan oksigenasi yang baik. Jika tidak menggunakan aerator, penghobi dapat mempertimbangkan tanaman air serta menjaga kepadatan ikan agar tidak berlebihan.
Baca Juga: New L300 XL Long Euro 4 Punya Bak Lebih Panjang, Volume Capai 1,47 Kubik
13. Ikan Aligator Gar
Aligator gar merupakan ikan predator berukuran besar yang memiliki kemampuan mengambil udara di permukaan. Kemampuan tersebut membuatnya dapat bertahan pada kondisi oksigen rendah.
Namun, ikan ini bukan pilihan ideal untuk akuarium rumahan karena ukurannya dapat berkembang sangat besar. Selain itu, penghobi harus memperhatikan aturan terkait pemeliharaan dan larangan pelepasan ikan invasif ke perairan umum.
14. Redtail Catfish
Redtail catfish atau RTC merupakan ikan predator yang masih berkerabat dengan kelompok ikan berkumis seperti lele. Ikan ini populer karena penampilannya serta sifatnya yang agresif terhadap ikan berukuran lebih kecil.
RTC dapat tumbuh sangat besar sehingga lebih cocok dipelihara di kolam atau fasilitas berukuran besar. Jika dicampur dengan ikan lain, ukurannya harus diperhatikan untuk mencegah ikan saling memangsa.
Baca Juga: Harga Mitsubishi L300 Bekas Tetap Tinggi, Ini Alasan L300 Tua Masih Diburu
15. Tanaman Air sebagai Pendukung
Bagi penghobi yang belum ingin menggunakan aerator, tanaman air dapat menjadi salah satu pendukung ekosistem akuarium. Tanaman dapat membantu menghasilkan oksigen melalui fotosintesis ketika mendapatkan pencahayaan yang cukup.
Namun, tanaman air tidak sepenuhnya menggantikan fungsi filter. Filter tetap berperan dalam membantu menyaring partikel dan mendukung proses biologis yang menjaga kualitas air.
Tidak Berarti Akuarium Bebas Perawatan
Memilih ikan hias yang relatif tahan tanpa filter dan aerator bukan berarti akuarium dapat dibiarkan begitu saja.
Jumlah ikan, ukuran wadah, suhu, pemberian pakan, serta frekuensi pergantian air tetap menentukan kesehatan ikan. Semakin banyak ikan yang dipelihara dalam wadah kecil, semakin cepat kualitas air mengalami penurunan.
Karena itu, bagi pemula yang ingin membuat akuarium sederhana, sebaiknya memilih ikan dengan ukuran dan jumlah yang sesuai. Perawatan air secara rutin tetap menjadi kunci, meskipun tidak menggunakan filter maupun aerator.
Dengan memilih jenis ikan yang tepat dan menjaga kepadatan serta kualitas air, penghobi dapat memulai hobi ikan hias dengan sistem yang relatif sederhana tanpa harus langsung membeli banyak peralatan.
Baca Juga: Mitsubishi L300 Disebut “Rajanya Mitsubishi”, Ini Alasan dan Spesifikasinya
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest