JAKARTA - Honda Fit Hybrid menjadi salah satu varian Honda Jazz yang terbilang langka di Indonesia. Mobil yang merupakan CBU dari Jepang ini mengusung mesin 1.300 cc yang dipadukan dengan sistem Integrated Motor Assist (IMA), dengan motor listrik bertenaga 14 HP dan torsi 78 Nm.
Dalam video tersebut dijelaskan, mobil hybrid sebenarnya sudah pernah dipasarkan di kawasan Asia Tenggara sebelum 2020. Pada 2012, Malaysia, Thailand, dan Brunei sempat mendapatkan Honda Jazz Hybrid. Namun, Indonesia tidak kebagian karena saat itu regulasi memperlakukan mobil hybrid secara berbeda sehingga pajaknya menjadi mahal.
Situasi kemudian berubah setelah 2020. Aturan mengenai mobil hybrid berubah dan kendaraan dengan teknologi tersebut mulai lebih banyak ditemukan di Indonesia. Karena itu, mobil hybrid lawas seperti Honda Fit Hybrid menjadi sesuatu yang cukup jarang ditemui.
Baca Juga: Nota Keuangan Sudah Masuk, DPRD Trenggalek Targetkan Perubahan APBD Rampung 8–9 September
Honda Fit Hybrid dalam video menggunakan mesin bensin 1.300 cc. Berbeda dengan sejumlah mobil hybrid Toyota yang menggunakan Atkinson cycle, mesin Fit Hybrid tersebut menghasilkan tenaga 88 HP dan torsi 121 Nm.
Sistem elektrifikasinya menggunakan Integrated Motor Assist atau IMA. Motor listriknya memiliki tenaga 14 HP dengan torsi 78 Nm. Sistem tersebut lebih difokuskan untuk membantu pada putaran rendah, sehingga karakter kerjanya tidak bisa disamakan dengan sistem hybrid Toyota.
Pada panel instrumen, karakter IMA terlihat cukup jelas. Terdapat indikator charge dan assist yang menunjukkan aktivitas sistem hybrid. Ketika mobil berjalan, indikator di speedometer juga dapat berubah warna sesuai kondisi pengoperasian kendaraan.
Baca Juga: Jadwal BRI Super League Pekan Pertama, Persip Bandung Langsung Hadapi PSM Makassar
Tampilan Berbeda dari Honda Jazz Biasa
Dari sisi eksterior, Honda Fit Hybrid memiliki sejumlah detail yang membedakannya dari Honda Jazz biasa. Bagian grille depan dan lampu memiliki perbedaan desain. Lampunya juga terlihat memiliki nuansa kebiruan.
Mobil ini menggunakan kaca berukuran besar hingga bagian belakang. Di bagian atas terdapat kaca seperti panoramic roof, tetapi bukan sunroof yang bisa dibuka.
Baca Juga: Jadwal BRI Super League Pekan Pertama, Persip Bandung Langsung Hadapi PSM Makassar
Detail lainnya adalah sistem kunci tanpa anak kunci atau keyless. Pada bagian belakang, desain spoiler dibuat lebih kecil dan sederhana. Lampu belakang juga memiliki kombinasi warna merah yang berbeda dari Honda Jazz G8 facelift terakhir.
Perbedaan paling jelas terlihat ketika bagasi dibuka. Honda Fit Hybrid tidak memiliki ban serep. Sebagai gantinya, mobil dilengkapi tire repair kit. Baterai hybrid ditempatkan di bagian belakang, sementara tangki bahan bakar berada di bawah jok depan.
Penempatan komponen tersebut membuat ruang belakang tetap mempertahankan keunggulan fleksibilitas khas Honda. Jok belakang memiliki mekanisme Flex Seat sehingga dapat dilipat dan memberikan ruang untuk membawa barang dengan bentuk atau ukuran tertentu.
Baca Juga: Jadwal BRI Super League Pekan Pertama, Persip Bandung Langsung Hadapi PSM Makassar
Mengutamakan Efisiensi Bahan Bakar
Masuk ke kabin, salah satu pembeda utama Honda Fit Hybrid adalah panel instrumennya. Di tengah terdapat layar dengan tulisan Integrated Motor Assist, sementara indikator di sisi kanan menunjukkan proses charge dan assist.
Kabin juga memiliki sejumlah fitur yang membuatnya berbeda dari Honda Jazz G8 biasa. Pengaturan AC sudah menggunakan panel digital. Tersedia pula pemanas jok, USB, power outlet, serta defogger untuk spion.
Saat dikendarai, karakter Honda Fit Hybrid disebut masih mempertahankan rasa berkendara Honda Jazz G8. Suspensinya dinilai masih cukup nyaman meski basis mobilnya dikenal memiliki karakter suspensi yang relatif keras.
Motor listrik memberikan bantuan terutama pada putaran bawah. Saat pedal gas diinjak perlahan, dorongan dari sistem elektrifikasi terasa, meski tidak sekuat mobil hybrid Toyota.
Sesuai konsepnya, Honda Fit Hybrid lebih mengutamakan efisiensi daripada performa. Dalam video disebutkan, Honda mengklaim konsumsi bahan bakarnya mencapai 3,7 liter untuk menempuh 100 kilometer. Jika dikonversikan, angka tersebut setara sekitar 27 km per liter.
Honda memilih motor listrik berukuran relatif kecil dengan pertimbangan distribusi bobot. Motor yang lebih besar dinilai akan membuat bagian depan kendaraan menjadi lebih berat. Dengan motor kecil dan baterai di belakang, Honda tetap mengejar efisiensi sekaligus mempertahankan karakter fun to drive.
Baca Juga: Jadwal BRI Super League Pekan Pertama, Persip Bandung Langsung Hadapi PSM Makassar
Transmisinya menggunakan automatic konvensional, bukan CVT. Mobil juga memiliki shifter yang memungkinkan pengemudi menurunkan gigi ketika membutuhkan respons lebih cepat saat menyalip.
Dalam pengoperasiannya, sistem hybrid Honda Fit Hybrid juga tidak terasa seperti fitur auto start-stop yang sering membuat mesin hidup dan mati berulang. Bahkan ketika indikator EV muncul, mesin tidak selalu langsung mati.
Sumber:youtube Ridwan Hanif
Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila