JAKARTA - Bagi sebagian pencinta otomotif, modifikasi mobil bukan sekadar mengubah tampilan, melainkan wujud penghargaan diri dan kepuasan pribadi. Hal itu dibuktikan oleh Gilang, pemilik Honda Jazz GE8 keluaran 2013 yang memilih jalur modifikasi tidak biasa. Dibandingkan mengusung aliran OEM Type S, Spoon, maupun Modulo yang sudah lazim di jalanan, ia justru merombak hatchback miliknya menjadi bergaya Honda Fit Hybrid GP4 Jepang.
Proses penggarapan mobil ini memakan waktu yang tidak sebentar. Gilang mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk mengumpulkan printilan serta membangun mobil kesayangannya secara bertahap. Total biaya yang digelontorkan untuk merapikan seluruh sektor kendaraan pun diperkirakan menyentuh angka Rp 450 juta hingga Rp 500 juta.
Awal mula proyek modifikasi ini terbilang unik dan tidak disengaja. Penggarapan dimulai saat masa pandemi Covid-19 ketika area spedometer bawaan mobil terkena cairan disinfektan hingga memutih. Kejadian tersebut mendorong Gilang untuk berburu komponen pengganti. Ia akhirnya memutuskan membeli spedometer Honda Fit Hybrid versi Jepang, yang kemudian menjadi awal mula perombakan total konsep kendaraannya.
Baca Juga: Pasar Murah, Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Pada sektor eksterior, perubahan paling mencolok terlihat dari pilihan warna bodi. Mobil yang awalnya berwarna abu-abu metallic di STNK ini menjalani proses repaint total menjadi warna Super Platinum Aqua Metallic atau yang akrab disapa warna hijau telur asin. Pada bagian depan, grill standar diganti menggunakan milik Honda Fit GP4 yang dilengkapi lampu LED biru khas varian hybrid, dipadukan dengan garnish chrome pre-facelift, serta fog lamp dari Honda Access.
Memperkuat aura JDM (Japanese Domestic Market), bagian samping disematkan pelek Honda Fit 10th Anniversary yang terpasang rapi dengan ban Yokohama BlueEarth. Spion bawaan turut disesuaikan dengan penggunaan mika sein putih after-market, blue mirror, hingga visor atau talang air dari Honda Access. Sementara di bagian interior dan bodi belakang, sejumlah panel tambahan hingga stiker hybrid original Honda turut dipasang untuk mempertegas identitas konsep yang diusung.
Masuk ke dalam kabin, perombakan yang dilakukan tidak kalah ekstrem. Sistem pendingin udara sudah diubah total dari manual menjadi AC digital full blower elektrik. Fitur kenyamanan modern seperti sistem keyless, panoramic topcut seharga puluhan juta rupiah, hingga steering wheel dengan tombol aktif berjahit oranye turut disematkan. Dasbor juga dipenuhi beragam peranti khas Jepang, mulai dari recorder Getters, radar detector Asura, hingga wireless charger dari Carmet.
Baca Juga: Pasar Murah, Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Sektor audio mendapat perhatian khusus dengan penerapan sistem surround. Tata suara mengandalkan kombinasi speaker dan tweeter dari Getters, tweeter tambahan Carrozzeria, hingga instalasi subwoofer dan monoblock di bagasi belakang. Menariknya, pintu kabin belakang telah dipasangi tonneau cover khusus GP1/GP4 serta collaboration cam Honda Access.
Meskipun tampilan luar dan dalam sudah menjelma bagikan mobil hybrid murni, Gilang memilih untuk tidak merubah sistem mesinnya menjadi mesin hybrid IMA. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi masalah atau trouble pada komponen baterai di kemudian hari. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah mengejar tampilan yang bersih (clean), unik, dan tampil beda di jalan raya.
Bagi para pemilik Honda Jazz yang ingin memulai modifikasi serupa dengan anggaran terbatas, Gilang membagikan sejumlah saran penting. Menurutnya, prioritas utama yang paling krusial untuk dikerjakan terlebih dahulu adalah pembaruan AC digital full blower, fitur keyless, serta pemasangan atap panoramic di tahap awal sebelum melangkah ke sektor eksterior.
Baca Juga: Pasar Murah, Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila