JAKARTA - Meskipun PT Prospect Motor (HPM) telah memutuskan untuk menghentikan penjualannya sejak 2021, Honda Jazz bekas terbukti masih menjadi incaran utama konsumen di pasar otomotif Tanah Air. Hatchback yang telah mengakar sebagai simbol gaya hidup anak muda Indonesia sejak era 2000-an ini dinilai tetap relevan, memiliki daya tarik tinggi, serta mencatatkan harga bekas yang sangat stabil di tengah gempuran mobil-mobil keluaran terbaru.
Keputusan penghentian penjualan Jazz di Indonesia sejatinya dipicu oleh langkah HPM yang menilai desain generasi terbaru secara global kurang sesuai dengan selera pasar lokal. Kendati demikian, unit generasi terakhir seperti Honda Jazz GK5 facelift tetap mendapatkan tempat khusus. Desain khasnya yang tergolong kompak, padat, serta proporsi serba segitiga membedakannya secara signifikan dari kompetitor utama di kelasnya seperti Toyota Yaris atau Suzuki Baleno yang cenderung bermoncong panjang.
Pada varian tertinggi, yakni Honda Jazz RS facelift, sektor eksterior mengusung bahasa desain solid wing face dengan grill honeycomb sporty dan bumper aerodinamis. Penerangan utama sudah dibekali teknologi LED serta daytime running light (DRL), meski lampu sein dan fog lamp masih menggunakan bohlam konvensional. Tampilan agresifnya makin dipertegas melalui penyematan front diffuser bertekstur mirip serat karbon, side skirt, pelek two-tone berukuran 185/55 R16, spion electric retract lengkap dengan lampu sein, hingga spoiler dan diffuser belakang berlekuk tajam.
Baca Juga: Pasar Murah, Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Sektor dapur pacu juga menjadi salah satu keunggulan mutlak yang membuat kendaraan ini tetap diminati. Dibekali mesin berkode L15 kapasitas 1.500 cc, mobil ini sanggup memuntahkan tenaga hingga 120 PS pada 6.000 RPM dan torsi puncak 148 Nm pada 4.800 RPM yang disalurkan via transmisi CVT. Output tenaga tersebut merupakan yang terbesar di kelasnya jika dibandingkan para rival. Soal efisiensi bahan bakar, pengujian mencatat konsumsi rute dalam kota berada di angka 11 hingga 13 km/liter, sementara rute luar kota mampu menembus 16 hingga 18 km/liter.
Kenyamanan serta kepraktisan ruang kabin turut menjadi poin penentu. Fitur ikonik Ultra Seat atau penyetelan jok yang dapat dilipat ke atas memungkinkan kabin membawa barang berdimensi tinggi seperti pot tanaman hingga sepeda road bike. Keunggulan fleksibilitas ruang seperti ini tidak ditemukan pada mobil hatchback lain di kelasnya. Selain itu, akomodasi baris kedua terbilang sangat lega untuk ruang kaki (legroom) maupun ruang kepala (headroom) penumpang dewasa.
Interior mobil didominasi kelir hitam pada area plafon dan jok untuk memberikan kesan sporty sekaligus tidak mudah kotor. Fitur dalam kabin pun tergolong melimpah, mulai dari pengaturan AC digital, tombol audio steering switch, cruise control, hingga paddle shift di balik lingkar kemudi berbalut kulit dengan aksen jahitan oranye. Untuk sistem keselamatan, pengereman depan cakram telah disokong fitur ABS, EBD, Brake Assist, serta tambahan parking sensor dan parking camera.
Baca Juga: Pasar Murah, Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Di pasar mobil bekas, unit Honda Jazz RS keluaran 2020 ditawarkan pada kisaran harga Rp 200 jutaan dengan opsi TDP Rp 20 jutaan serta cicilan Rp 5 jutaan. Tingginya angka permintaan yang tidak sebanding dengan ketiadaan pasokan unit baru dari pabrikan menjadikan harga pasaran mobil bekas ini bertahan sangat kuat. Selain dijadikan kendaraan harian, mobil ini kerap dipilih sebagai kanvas modifikasi karena ketersediaan komponen aftermarket yang sangat melimpah serta dukungan komunitas pengguna yang luas.
Editor : Hikaila Aulia Nahru Durroh Aklila