TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Suzuki Fronx disebut langsung menjadi mobil terlaris Suzuki pada 2025 setelah baru meluncur. Crossover ini mengambil posisi model terlaris yang sebelumnya dipegang XL7, dengan kombinasi desain, fitur lengkap, dimensi kompak, serta teknologi mild hybrid yang menjadi daya tarik utamanya.
Dalam ulasan tersebut, Suzuki Fronx dinilai menjadi contoh bahwa mobil dari merek Jepang masih dapat bersaing di tengah gempuran produk asal Tiongkok apabila hadir dengan spesifikasi yang lengkap tanpa banyak pengurangan fitur.
Kesuksesan Suzuki Fronx disebut tidak hanya berasal dari kelengkapan fitur. Faktor desain juga menjadi salah satu kekuatan utama crossover ini. Tampilan depan, samping, hingga belakang dinilai menarik dan memberikan kesan lebih mahal dibandingkan dimensinya.
Pada bagian depan, Fronx dilengkapi kamera dan radar. Radar tersebut digunakan untuk mendukung fitur keselamatan dan sistem bantuan pengemudi. Mobil ini juga memiliki kamera depan yang menjadi bagian dari sistem kamera 360 derajat.
Pencahayaan depannya menggunakan beberapa elemen lampu. Bagian atas berfungsi sebagai DRL sekaligus lampu sein, sementara lampu lainnya digunakan untuk pencahayaan utama.
Baca Juga: Ikan Belida Masih Dijual di Pasar Ikan Hias, Ternyata Ada Perbedaan dengan Belida Lokal
Dimensi Kompak, Fitur Tidak Dikurangi
Meski terlihat besar dalam foto, Suzuki Fronx ternyata memiliki dimensi yang relatif kompak. Panjang mobil disebut berada di bawah empat meter, sekitar 3,99 meter, dengan lebar sekitar 1,7 meter.
Dimensi tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Menurut pengulas, pilihan mobil berdimensi kecil dengan fitur lengkap kini relatif terbatas karena banyak kendaraan baru hadir dengan ukuran yang semakin besar.
Suzuki Fronx menawarkan alternatif bagi konsumen yang membutuhkan mobil kompak, termasuk untuk penggunaan di lingkungan dengan ruang terbatas, tanpa harus memilih kendaraan dengan spesifikasi yang lebih sederhana.
Menariknya, desain Fronx tidak sepenuhnya mengutamakan ruang kabin maksimal. Bagian belakang dibuat lebih landai dengan gaya menyerupai coupe. Konsep tersebut membuat tampilannya lebih sporty, meski kapasitas bagasi menjadi terbatas.
Pada bagian belakang, tersedia ruang bagasi yang cukup dalam serta separator untuk meletakkan barang. Suzuki juga masih menyediakan ban serep berukuran penuh. Ban cadangan tersebut menggunakan ukuran yang sama dengan ban utama, meski peleknya berbeda.
Varian SGX mendapat tambahan detail pada bagian bawah serta desain lampu belakang yang memanjang hingga ke samping.
Baca Juga: Dulu Jadi Primadona Pempek, Ikan Belida Kini Terancam Hilang dari Sungai Indonesia
Kabin Dilengkapi AC Belakang hingga Kamera 360
Masuk ke kabin, ruang penumpang belakang menyesuaikan dengan dimensi kompak mobil. Pengulas menyebut penumpang dengan tinggi sekitar 170 cm dapat mengalami keterbatasan ruang kepala apabila duduk tegak.
Namun, ruang kaki dinilai masih cukup. Fronx juga menyediakan tiga sabuk pengaman dan tiga headrest di baris belakang.
Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah adanya AC untuk penumpang belakang. Di bawah ventilasi AC juga tersedia port USB-A dan USB-C serta tempat untuk meletakkan ponsel.
Bagian tengah jok menggunakan material kain, sementara bagian lainnya menggunakan material menyerupai kulit. Mobil ini juga telah dilengkapi ISOFIX.
Di bagian depan, desain interior disebut memiliki kemiripan dengan Suzuki Baleno. Pengulas menyebut Fronx pada dasarnya menggunakan basis Baleno yang dibuat lebih tinggi dengan karakter crossover.
Suzuki Fronx yang dibahas juga telah dirakit secara lokal di Indonesia. Kelengkapan fitur menjadi salah satu nilai jualnya, termasuk head-up display, ADAS, kamera 360 derajat, adaptive cruise control, lane keeping assist, hingga paddle shifter.
Head unit mendukung Android Auto dan Apple CarPlay melalui koneksi kabel. Untuk varian SGX, tersedia pula wireless charger.
Baca Juga: Tangkap Ikan Belida Besar, Nelayan Ini Justru Melepasnya ke Sungai, Ternyata Ini Alasannya
Mesin Mild Hybrid dan Konsumsi BBM
Suzuki Fronx menggunakan mesin K15C dengan sistem mild hybrid 48 volt. Sistem tersebut menggunakan baterai lithium-ion yang berukuran relatif kecil.
Dalam pengujian, pengulas menilai efek mild hybrid tidak terlalu terasa terhadap performa. Sistem tersebut juga disebut berbeda dengan hybrid penuh karena konsumsi bahan bakar saat menghadapi kemacetan dinilai masih mengalami penurunan.
Namun, Suzuki Fronx tetap dinilai hemat bahan bakar. Untuk penggunaan jalan tol dengan kecepatan sekitar 80 hingga 100 km per jam, konsumsi bahan bakar disebut dapat mencapai sekitar 18 hingga 19 km per liter.
Sementara penggunaan kombinasi dalam dan luar kota disebut dapat menghasilkan angka sekitar 14 km per liter. Dalam perjalanan yang dilakukan pada akhir pengujian, indikator konsumsi bahan bakar menunjukkan 16,2 km per liter.
Dari sisi pengendalian, suspensi Fronx dinilai menjadi salah satu keunggulan. Karakter suspensinya disebut cukup empuk tanpa membuat mobil kehilangan stabilitas ketika melaju pada kecepatan tinggi.
Pengulas juga menilai peredaman kabin Fronx cukup baik untuk kelasnya. Dibandingkan Honda WR-V dan Toyota Raize, Suzuki Fronx disebut lebih kedap dalam ulasan tersebut.
Secara keseluruhan, Suzuki Fronx dinilai menarik karena menawarkan fitur lengkap, desain yang berbeda, dimensi kompak, serta pengalaman berkendara yang nyaman. Meski sistem mild hybrid dinilai tidak terlalu memberikan peningkatan performa, Fronx tetap dianggap sebagai salah satu produk Suzuki yang tidak banyak mengurangi kelengkapan fitur.
Baca Juga: Jadwal Liga 1 2026 2027 Pekan Pertama, Ada Persib vs PSM
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest