Desil Bansos Berubah Drastis, Warga Kaget hingga Terancam Kehilangan Bantuan

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:10 WIB
Desil bansos berubah drastis membuat warga kaget dan terancam kehilangan bantuan. Simak kasus Siti, Timbul, hingga lansia di Pekalongan (Pinterest).
Desil bansos berubah drastis membuat warga kaget dan terancam kehilangan bantuan. Simak kasus Siti, Timbul, hingga lansia di Pekalongan (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Perubahan status desil bansos yang terjadi secara drastis membuat sejumlah warga kebingungan. Masyarakat yang sebelumnya berada di desil 5 ke bawah tiba-tiba tercatat naik menjadi desil 6 ke atas, yang berdampak pada hilangnya akses bantuan sosial pemerintah hingga ancaman beasiswa pendidikan bagi anak.

Salah satu warga yang mengalami perubahan tersebut adalah Siti Khadijah. Sehari-hari, ia berkeliling menjajakan gorengan di sekitar kompleks Balai Kota Solo. Penghasilannya disebut tidak seberapa.

Selama ini, Siti mendapat sejumlah bantuan pemerintah, termasuk bantuan sembako dan bantuan untuk lansia serta uang. Namun, bantuan tersebut kini terancam hilang setelah status desil kesejahteraannya berubah.

Siti yang sebelumnya tercatat dalam desil 3 kini disebut masuk ke desil 10. Perubahan tersebut membuatnya kaget karena kondisi kehidupannya tidak berubah menjadi lebih mampu.

Ia bahkan mengaku khawatir jika bantuan tersebut benar-benar hilang. Sebagai warga yang hidup sendiri dan masih harus mencari penghasilan dengan berjualan, bantuan pemerintah dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Siti juga menyampaikan kekhawatiran terkait kebutuhan ketika harus berobat. Hilangnya bantuan membuat dirinya semakin cemas karena tidak lagi mendapatkan sejumlah bantuan yang sebelumnya diterima.

Baca Juga: Persib vs PSM Buka Pekan Pertama Liga 1 2026-2027 dengan Rekor Head to Head

Desil 1 Melonjak Jadi Desil 9

Polemik perubahan desil bansos juga dialami Timbul, seorang pengemudi becak di Kulon Progo, Yogyakarta.

Timbul sebelumnya masuk dalam kategori desil 1. Namun, statusnya kemudian melonjak menjadi desil 9. Perubahan tersebut membuat Timbul khawatir karena desil 9 membuat dirinya masuk kategori yang dianggap mampu.

Padahal, keseharian Timbul masih bekerja sebagai tukang becak di Malioboro. Penghasilannya tidak menentu dan disebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Perubahan status tersebut juga berpotensi memutus akses keluarga Timbul terhadap sejumlah program bantuan sosial. Salah satu yang dikhawatirkan adalah beasiswa pendidikan untuk anaknya yang sedang kuliah.

Timbul berharap pemerintah dapat memperbaiki data tersebut. Ia juga mengaku kaget ketika mengetahui status desilnya berubah dari 1 menjadi 9.

Menanggapi persoalan tersebut, BPS bersama pemerintah daerah melakukan pemutakhiran data. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kulon Progo menyebut informasi terakhir dari BPS menunjukkan status Timbul telah kembali berada pada kategori desil 1 sampai 5.

Namun, data dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSen) masih menunjukkan Timbul berada di desil 9. Hal tersebut terjadi karena pembaruan DTSen dilakukan setiap tiga bulan.

Pihak pemerintah daerah menjelaskan bahwa data Timbul yang berada di BPS sudah turun menjadi desil 1 sampai 5. Sementara itu, data pada DTSen belum berubah karena masih menunggu proses pemutakhiran dan penerbitan data berikutnya.

Baca Juga: Jadwal Liga 1 Pekan Pertama 4-6 September 2026, Ada 9 Pertandingan

Bansos Juga Hilang karena Tuduhan Judi Online

Persoalan bantuan sosial tidak hanya dialami warga yang mengalami perubahan status desil. Beberapa warga juga kehilangan bansos setelah disebut terdaftar dalam aktivitas judi online.

Di Pekalongan, Jawa Tengah, pasangan lansia Dayat dan Darmi disebut dicoret dari daftar penerima bansos karena dinyatakan terdaftar judi online.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan karena keduanya disebut tidak memiliki telepon seluler dan tidak bisa membaca maupun menulis.

Dayat dan Darmi sebelumnya berstatus keluarga penerima manfaat dan mendapatkan bantuan uang sebesar Rp600.000 per bulan. Keduanya juga disebut hidup dalam kondisi miskin dan masuk dalam desil 1.

Dalam kesehariannya, Dayat hanya bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan pas-pasan. Namun, sejak November 2025, keduanya disebut kehilangan jatah bantuan sosial.

Pihak keluarga menduga KTP milik Dayat dan Darmi pernah dipinjam oleh pihak lain. Dugaan tersebut muncul di tengah persoalan data yang membuat keduanya justru dinyatakan terkait dengan aktivitas judi online.

Rangkaian kasus tersebut menunjukkan persoalan data dapat berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap bantuan pemerintah. Perubahan desil yang tidak sesuai kondisi ekonomi maupun persoalan data lainnya membuat warga harus menghadapi risiko kehilangan bantuan yang sebelumnya mereka terima.

Baca Juga: Megawati Hangestri Hadapi Moma Basoko, Duel Bintang di KOVO Cup 2026

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Data Bansos bantuan sosial bps desil bansos DTSEN