Persaingan Mobil Hybrid Indonesia Makin Sengit, Toyota dan Chery Adu Strategi di IIMS 2026

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:04 WIB
Persaingan mobil hybrid Indonesia makin sengit di IIMS 2026 saat Toyota dan Chery memperluas model serta strategi kendaraan elektrifikasi (Pinterest).
Persaingan mobil hybrid Indonesia makin sengit di IIMS 2026 saat Toyota dan Chery memperluas model serta strategi kendaraan elektrifikasi (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Persaingan mobil hybrid Indonesia memasuki babak baru setelah produsen Jepang dan Tiongkok semakin agresif memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi. IIMS 2026 menjadi salah satu panggung yang memperlihatkan persaingan tersebut, terutama antara Toyota yang telah lama mendominasi pasar hybrid dan Chery yang datang dengan strategi teknologi serta harga kompetitif.

Transisi menuju kendaraan dengan emisi lebih rendah membuat teknologi hybrid semakin penting bagi industri otomotif. Bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik murni, hybrid menjadi pilihan tengah karena masih menggunakan bahan bakar bensin sekaligus memanfaatkan tenaga listrik.

Toyota memperkuat lini elektrifikasinya melalui sejumlah model yang diperkenalkan di IIMS 2026. Pabrikan asal Jepang itu meluncurkan Toyota Avanza Veloz Hybrid yang menyasar pasar MPV massal, Vios Hybrid untuk segmen perkotaan, serta Alphard Hybrid yang mempertegas posisinya di kelas MPV premium.

Sebelumnya, Toyota juga telah memiliki Yaris Cross Hybrid yang bermain di segmen SUV kompak. Strategi Toyota berfokus pada transisi bertahap menuju elektrifikasi penuh tanpa menuntut perubahan besar dalam kebiasaan berkendara konsumen.

Menurut data Gaikindo yang disebutkan dalam video, dominasi Toyota di pasar hybrid masih kuat. Total penjualan kendaraan hybrid Toyota sepanjang 2025 disebut telah mencapai lebih dari 27.000 unit.

Namun, dominasi tersebut kini menghadapi tantangan baru dari produsen Tiongkok. Chery menjadi salah satu merek yang mulai agresif masuk ke pasar hybrid Indonesia dengan membawa teknologi Chery Super Hybrid atau CSH.

Baca Juga: BLT Dana Desa Rp900.000 Cair, Ini Daftar Sejumlah Wilayah yang Disebut Mendapatkan

Toyota Andalkan Teknologi Matang, Chery Bawa Strategi Agresif

Chery memperkenalkan sejumlah model hybrid dengan teknologi CSH, antara lain Tiggo Cross CSH, C5 CSH, Tiggo 8 CSH, dan Tiggo 9 CSH. Strategi yang dibawa produsen asal Tiongkok ini berbeda dari pendekatan Toyota.

Chery lebih menekankan kombinasi performa, teknologi digital, fitur yang melimpah, serta positioning harga yang lebih agresif. Persaingan antara kedua produsen pun tidak hanya berkaitan dengan jumlah model yang ditawarkan.

Toyota mengandalkan pengalaman panjang dalam mengembangkan teknologi hybrid dan tingkat kepercayaan konsumen yang telah dibangun selama puluhan tahun. Di sisi lain, produsen Tiongkok datang sebagai pemain baru yang mencoba mengganggu peta pasar melalui inovasi yang lebih cepat.

Penerimaan masyarakat terhadap kendaraan hybrid juga disebut terus meningkat. Contohnya terlihat pada Toyota Kijang Innova Zenix, di mana sekitar 80 persen pemesannya disebut memilih versi hybrid.

Sementara itu, pilihan konsumen terhadap Toyota Yaris Cross Hybrid disebut lebih tinggi lagi. Hampir 92 persen pemesanan model tersebut disebut berasal dari konsumen yang memilih varian hybrid.

Tingginya penerimaan tersebut menunjukkan bahwa teknologi hybrid mulai dianggap sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Salah satu alasannya, kendaraan hybrid tidak membutuhkan perubahan besar terhadap pola penggunaan kendaraan sehari-hari.

Mobil hybrid dapat mengisi daya baterainya sendiri melalui sistem yang tersedia pada kendaraan. Sumber tenaga juga dapat berasal dari mesin bensin maupun motor listrik sesuai kebutuhan berkendara.

Baca Juga: Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid Q Modellista, Irit hingga 27 Km/L tapi Masih Ada Kekurangan

Pasar Hybrid Indonesia Terus Tumbuh

Pertumbuhan pasar menjadi salah satu alasan persaingan mobil hybrid Indonesia semakin menarik. Data Gaikindo hingga September 2025 yang disebutkan dalam video menunjukkan penjualan kendaraan hybrid telah menembus 47.000 unit.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi sebagai tahap transisi dari kendaraan bermesin bensin menuju kendaraan listrik penuh.

Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu daya tarik utama mobil hybrid. Teknologi ini juga dinilai memiliki keuntungan ketika digunakan dalam kondisi lalu lintas padat dan sering mengalami situasi berhenti dan berjalan.

Bagi sebagian konsumen, hybrid dianggap sebagai langkah bertahap. Pengguna kendaraan bensin dapat beralih terlebih dahulu ke hybrid sebelum nantinya mempertimbangkan kendaraan listrik murni.

Sementara itu, kendaraan hybrid disebut menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan mobil bensin konvensional. Teknologi tersebut juga menawarkan efisiensi bahan bakar yang menjadi pertimbangan penting bagi konsumen.

Mobil listrik murni memang memiliki sejumlah keunggulan tersendiri. Namun, transisi menuju EV penuh dinilai masih membutuhkan waktu, terutama terkait kesiapan infrastruktur dan adaptasi pasar.

Karena itu, hybrid dipandang sebagai titik tengah antara kendaraan konvensional dan kendaraan listrik. Kendaraan ini memungkinkan konsumen menikmati teknologi elektrifikasi tanpa kekhawatiran berlebihan mengenai kebutuhan pengisian daya dalam perjalanan.

Data industri yang disebutkan dalam video juga menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi, termasuk hybrid dan mobil listrik, telah menyumbang lebih dari 10 persen dari total penjualan kendaraan nasional.

Persaingan antara produsen Jepang dan Tiongkok diperkirakan akan mempercepat inovasi di pasar kendaraan elektrifikasi. Kompetisi tersebut juga berpotensi mendorong harga kendaraan menjadi lebih kompetitif bagi pasar massal.

Bagi konsumen, semakin banyaknya pemain dan model justru membuka pilihan yang lebih luas. Toyota menawarkan pengalaman panjang dan teknologi hybrid yang telah matang, sedangkan Chery membawa pendekatan baru melalui teknologi, fitur digital, performa, serta strategi harga yang agresif.

Persaingan mobil hybrid Indonesia pun kini bukan lagi sekadar persaingan antarproduk. Pertarungan antara pendekatan industri Jepang dan inovasi cepat dari produsen Tiongkok berpotensi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah transisi kendaraan rendah emisi di Indonesia.

Baca Juga: Wuling Axion SUV 7-Seater Lebih Ringkas dari Darion, Punya Versi EV dan PHV

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Chery Kendaraan Elektrifikasi mobil hybrid Indonesia toyota IIMS 2026