Jangan Asal Pakai, Ini Perawatan Mobil Hybrid dan EV agar Baterai Tidak Cepat Bermasalah

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:32 WIB
erawatan mobil hybrid dan EV perlu memperhatikan baterai, pendinginan, coolant, oli, filter udara, hingga kebiasaan penggunaan (Pinterest).
erawatan mobil hybrid dan EV perlu memperhatikan baterai, pendinginan, coolant, oli, filter udara, hingga kebiasaan penggunaan (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Perawatan mobil hybrid dan EV tidak hanya berkaitan dengan kondisi baterai, tetapi juga kebersihan kabin, sistem pendingin, coolant, oli, hingga kebiasaan penggunaan sehari-hari. Salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan elektrifikasi adalah menjaga jalur pendinginan baterai agar tidak tertutup debu maupun sampah.

Dalam penjelasan mengenai perawatan mobil hybrid dan EV, kebersihan ruang kabin disebut memiliki hubungan dengan sistem pendinginan baterai, terutama pada mobil hybrid yang pendinginan baterainya mengambil udara dari kabin.

Udara dari kabin digunakan untuk membantu mendinginkan baterai. Karena itu, kondisi saluran udara perlu dijaga agar tetap bersih dan tidak terhambat oleh kotoran.

Pemilik mobil disarankan tidak membiarkan sampah kecil seperti tisu atau plastik berada di sekitar saluran udara. Sampah tersebut berpotensi tersedot dan menutup jalur yang seharusnya digunakan untuk mengalirkan udara ke sistem pendingin baterai.

Baterai akan menghasilkan panas ketika digunakan. Kondisi tersebut membuat sistem pendinginan menjadi salah satu bagian penting yang perlu mendapat perhatian selama kendaraan digunakan.

Kebersihan Baterai dan Filter Udara Perlu Diperhatikan

Salah satu bentuk perawatan yang dijelaskan adalah pembersihan baterai atau battery service. Proses tersebut dilakukan dengan membuka komponen baterai, membersihkan debu serta konektor, kemudian memasangnya kembali.

Proses itu diibaratkan seperti membersihkan laptop yang telah lama digunakan. Debu yang menumpuk pada sistem pendinginan dapat membuat kipas bekerja lebih keras sehingga kemampuan pendinginan menurun.

Pembersihan baterai hybrid dapat dilakukan sesuai kondisi penggunaan dan lingkungan kendaraan. Jika kendaraan sering berada di lingkungan yang banyak debu, kebutuhan pembersihan tentu dapat berbeda.

Dalam penjelasan tersebut, pembersihan baterai hybrid disebut dapat dilakukan sekitar satu hingga dua kali dalam setahun. Sementara baterai kendaraan listrik disebut memiliki interval pembersihan yang lebih lama, sekitar setahun sekali.

Selain itu, beberapa mobil hybrid dilengkapi filter udara untuk menyaring udara yang masuk ke sistem pendinginan baterai. Filter tersebut perlu diganti secara berkala.

Jika filter tersumbat, aliran udara dapat terganggu dan membuat sistem pendinginan bekerja kurang optimal. Kondisi itu berpotensi meningkatkan temperatur baterai.

Susunan sel baterai juga disebut menjadi salah satu alasan pentingnya menjaga sistem pendinginan. Pada beberapa desain, udara masuk dari satu sisi baterai dan keluar dari sisi lainnya.

Sel yang berada di bagian tengah disebut berpotensi menerima aliran udara yang berbeda dibandingkan bagian ujung. Karena itu, kondisi temperatur dan kesehatan setiap sel baterai perlu diperhatikan.

Setelah dilakukan penggantian atau perbaikan sel baterai, terdapat proses cell balancing atau battery voltage balancing. Proses tersebut dapat membutuhkan waktu hingga beberapa hari agar kondisi tegangan antar sel kembali seimbang.

Baca Juga: Wuling Axion SUV 7-Seater Lebih Ringkas dari Darion, Punya Versi EV dan PHV

Jangan Memaksa Mobil Hybrid Selalu Berjalan di EV Mode

Kebiasaan penggunaan juga menjadi bagian penting dalam perawatan mobil hybrid dan EV. Salah satunya adalah tidak memaksakan penggunaan EV Mode secara berlebihan pada mobil hybrid.

Pengemudi disarankan membiarkan sistem hybrid bekerja sesuai pengaturan kendaraan dan menyesuaikan perpindahan penggunaan tenaga listrik maupun mesin.

Selain baterai, pemilik juga perlu memperhatikan kondisi coolant dan kebersihan radiator. Coolant berfungsi membantu menjaga temperatur mesin, sehingga kondisinya perlu tetap optimal.

Perhatian juga perlu diberikan pada oli mesin. Pada mobil hybrid, mesin dapat menyala dan mati secara otomatis sesuai kebutuhan sistem.

Mesin bahkan dapat langsung bekerja pada putaran tertentu untuk mengisi baterai atau membantu menggerakkan kendaraan. Karena itu, spesifikasi oli yang digunakan perlu sesuai dengan kebutuhan mesin hybrid.

Dalam penjelasan tersebut, pemilik juga disarankan rutin memeriksa level oli mesin. Jika volumenya berkurang, oli perlu ditambahkan sesuai kebutuhan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah penggunaan kendaraan. Mobil hybrid disebut tidak ideal jika terlalu lama hanya disimpan tanpa digunakan.

Ada kasus kendaraan hybrid yang ditinggalkan selama sekitar satu bulan hingga kemudian tidak dapat menyala karena kondisi baterai mengalami penurunan daya.

Pada kendaraan hybrid, motor generator digunakan dalam sistem untuk membantu menyalakan mesin. Ketika daya baterai hybrid turun, sistem tersebut dapat tidak memiliki tenaga yang cukup untuk menghidupkan mesin.

Jika kondisi tersebut terjadi, baterai perlu diisi menggunakan peralatan yang sesuai dan dilakukan oleh pihak yang memahami sistem hybrid.

Perhatikan Minyak Rem hingga Oli Kompresor AC

Mobil hybrid dan EV juga tetap membutuhkan perawatan komponen lain. Minyak rem disebut perlu diganti secara berkala, sementara coolant harus dijaga kondisinya karena iklim panas dapat memengaruhi temperatur kerja kendaraan.

Sistem AC juga memiliki perhatian khusus. Hybrid dan EV menggunakan kompresor AC elektrik yang tidak sama dengan sistem kompresor konvensional.

Karena itu, oli kompresor AC harus menggunakan spesifikasi yang sesuai. Oli yang digunakan pada sistem tersebut disebut tidak boleh dicampur sembarangan dengan jenis oli lain.

Penggunaan oli yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan masalah pada komponen. Perawatan sistem AC, termasuk penggantian oli ketika masa pakainya berakhir, sebaiknya dilakukan oleh pihak yang memahami sistem kendaraan hybrid dan EV.

Dengan semakin banyaknya kendaraan elektrifikasi, pemilik perlu memahami bahwa baterai bukan satu-satunya komponen yang membutuhkan perhatian. Kebersihan kabin, sistem pendinginan, coolant, oli, filter udara, serta kebiasaan penggunaan menjadi bagian dari perawatan agar kendaraan tetap bekerja optimal.

Baca Juga: Chery Tiggo 8 CSH vs Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Selisih Rp200 Juta tapi Fitur Berbeda Jauh

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Kendaraan Elektrifikasi Perawatan Mobil Hybrid Perawatan EV Baterai Hybrid mobil listrik