TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - ROG Strix SCAR 16 menunjukkan seberapa jauh perkembangan laptop gaming dalam kurun waktu delapan tahun. Jika dibandingkan dengan ASUS ROG G701 yang menjadi laptop gaming flagship pada 2017, perbedaannya bukan sekadar desain dan fitur, tetapi juga performa yang meningkat drastis.
ASUS ROG G701 pada masanya dibanderol sekitar Rp65 juta. Laptop tersebut membawa teknologi kelas atas dengan prosesor Intel Core i7 7820HK, GPU GTX 1080 Mobile, RAM DDR4, serta layar 4K 60Hz.
Sementara itu, ROG Strix SCAR 16 yang disebut sebagai salah satu laptop gaming flagship generasi terbaru dibanderol sekitar Rp80 jutaan. Meski harganya hanya naik sekitar 20 persen dibanding G701, kemampuan yang ditawarkan diklaim meningkat berkali-kali lipat.
Performa CPU Naik hingga 10 Kali Lipat
Perbedaan paling terasa terlihat dari dapur pacu. ASUS ROG G701 mengandalkan Intel Core i7 7820HK dengan 4 core dan 8 thread serta fabrikasi 14nm.
ROG Strix SCAR 16 sudah menggunakan Intel Core Ultra 9 275HX dengan 24 core dan fabrikasi 3nm dari TSMC.
Dalam pengujian Cinebench R20 yang ditampilkan dalam video, performa single-core Strix disebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan G701. Sementara untuk performa multi-core, perbedaannya bahkan mencapai sekitar 10 kali lipat.
Perbedaan tersebut juga terlihat ketika digunakan untuk rendering Blender BMW 27. Strix mampu menyelesaikan proses jauh lebih cepat dibandingkan laptop flagship 2017 tersebut.
Baca Juga: 10 Jenis Ikan Cupang Populer, Kenali Ciri dan Cara Merawat Half Moon hingga Wild Betta
GPU RTX 5090 Bikin Perbedaan Makin Jauh
Sebagai laptop gaming, perbandingan GPU menjadi bagian yang tak kalah menarik. ROG G701 pada 2017 mengandalkan NVIDIA GTX 1080 Mobile dengan VRAM 8GB GDDR5X.
Delapan tahun kemudian, ROG Strix SCAR 16 sudah membawa GPU NVIDIA RTX 5090 dengan VRAM 24GB GDDR7. Berdasarkan pengujian 3DMark Time Spy dalam video, performanya bisa mencapai sekitar empat kali lipat dibandingkan GTX 1080 Mobile.
Untuk rendering Blender BMW, proses yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih dari satu menit pada G701 dapat diselesaikan Strix dalam sekitar delapan detik.
Perbedaan tersebut kemudian terasa ketika keduanya digunakan bermain game.
Pada resolusi 2.5K dan pengaturan grafis tertinggi tanpa DLSS, ROG G701 masih mampu menjalankan Shadow of the Tomb Raider di sekitar 57 fps. Namun ROG Strix SCAR 16 mampu mencapai sekitar 175 fps.
Pada Cyberpunk, G701 menghasilkan sekitar 48 fps, sedangkan Strix mampu menembus lebih dari 100 fps. Untuk Hogwarts Legacy, laptop lama hanya berada di kisaran 35 fps, sementara Strix mencapai sekitar 95 fps.
Ketika diuji memainkan Black Myth: Wukong dengan pengaturan cinematic, G701 hanya mampu menghasilkan sekitar 16 fps. Strix berada di sekitar 51 fps tanpa mengaktifkan teknologi tambahan.
ROG Strix SCAR 16 masih bisa meningkatkan performanya menggunakan DLSS 4 dengan Multi Frame Generation. Dalam pengujian yang ditampilkan, frame rate Black Myth: Wukong bahkan disebut bisa menembus lebih dari 150 fps.
Laptop Baru Lebih Ringkas dan Efisien
Selain performa, perubahan desain juga menjadi salah satu perbedaan mencolok. ASUS ROG G701 memiliki bobot lebih dari 4 kilogram. Sementara ROG Strix SCAR 16 memiliki bobot sekitar 2,8 kilogram.
Meski lebih ringan dan ringkas, laptop baru tersebut tetap membawa berbagai fitur tambahan. Di antaranya pencahayaan RGB yang dapat dikustomisasi serta Anime Vision pada bodinya.
Touchpad juga dibuat lebih besar. Kekurangannya, Strix tidak memiliki numpad fisik di sisi kanan seperti laptop berukuran besar. Sebagai gantinya, fungsi numpad dipindahkan ke area touchpad.
Untuk memudahkan pengguna melakukan upgrade, ROG Strix SCAR 16 memiliki Tool-less Access Design. Penutup bagian bawah dapat dibuka tanpa menggunakan obeng, sehingga akses ke komponen seperti RAM dan SSD menjadi lebih praktis.
Sistem pendingin juga menggunakan tiga kipas atau Tri-Fan Technology, Vapor Chamber, heatsink baru, serta liquid metal.
Dalam pengujian bermain Black Myth: Wukong selama 30 menit, suhu internal yang ditampilkan berada pada kisaran yang masih terkendali. Bagian palm rest bahkan disebut berada di bawah 30 derajat Celsius, sementara area keyboard dekat layar sekitar 42 derajat Celsius.
Baca Juga: 8 Jenis Ikan Cupang 2026 yang Cantik untuk Akuarium, Half Moon hingga Fancy Betta
Layar 2.5K 240Hz vs 4K 60Hz
Perbedaan menarik lainnya ada pada layar. ASUS ROG G701 sudah membawa resolusi 4K, tetapi refresh rate-nya hanya 60Hz dan menggunakan panel IPS.
ROG Strix SCAR 16 justru menggunakan resolusi 2.5K dengan refresh rate 240Hz. Panelnya menggunakan Mini LED berukuran 16 inci.
Dalam video, layar Strix disebut memiliki brightness hingga 540 nits, 100 persen sRGB, 100 persen DCI-P3, serta 89 persen Adobe RGB. Panel tersebut juga mendukung G-Sync dan telah Pantone Validated.
Untuk gaming modern, kombinasi resolusi 2.5K dan refresh rate tinggi dianggap lebih sesuai dibandingkan memaksakan resolusi 4K pada layar laptop.
Baterai dan Charger Juga Makin Praktis
ROG Strix SCAR 16 memiliki baterai berkapasitas 90Wh. Laptop tersebut juga mendukung pengisian melalui USB Type-C dengan daya lebih rendah ketika tidak digunakan untuk menjalankan game berat.
Hal ini berbeda dengan G701 yang menggunakan charger berukuran sangat besar. Dalam perbandingan video, charger kedua laptop sama-sama memiliki daya 340 watt, tetapi ukuran charger laptop generasi lama terlihat jauh lebih besar.
Perkembangan teknologi tersebut menunjukkan bagaimana laptop gaming kini mampu menawarkan performa jauh lebih tinggi dalam bodi yang lebih ringkas.
Dari laptop flagship Rp65 juta pada 2017 hingga ROG Strix SCAR 16 sekitar Rp80 jutaan, kenaikan harga memang ada. Namun, peningkatan performanya disebut jauh lebih besar, mulai dari CPU yang bisa mencapai 10 kali lebih kencang hingga GPU yang sekitar empat kali lebih cepat dalam pengujian tertentu.
Perbandingan tersebut sekaligus memperlihatkan betapa cepatnya perkembangan teknologi laptop gaming dalam waktu delapan tahun.
Baca Juga: 8 Jenis Ikan Cupang 2026 untuk Akuarium, Half Moon hingga Fancy Betta yang Berwarna Unik
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest