Bongkar Biaya Kepemilikan BYD Sea Lion 7 Selama Setahun, Segini Pengeluaran Aslinya

Nadhifatul Azmi Nur Azizah • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 08:50 WIB
Bongkar rincian biaya kepemilikan BYD Sea Lion 7 selama setahun pemakaian, mulai dari konsumsi listrik hingga biaya servis dan perawatan.
Bongkar rincian biaya kepemilikan BYD Sea Lion 7 selama setahun pemakaian, mulai dari konsumsi listrik hingga biaya servis dan perawatan.

JAKARTA - Pemilik kendaraan listrik Raden Rauf membagikan pengalaman dan rincian biaya kepemilikan mobil BYD Sea Lion 7 setelah digunakan selama satu tahun penuh. Mobil listrik berjenis SUV crossover atau shooting brake ini telah menempuh jarak sejauh 27.316 kilometer serta pernah dipakai untuk perjalanan mudik sebanyak dua kali ke Kudus, Jawa Tengah.

Keputusan memilih BYD Sea Lion 7 didasari oleh kebutuhan harian keluarga dan mobilitas kerja sang istri dari rumah di Sawangan menuju kawasan Senayan, Jakarta. Dalam rutinitas harian tersebut, kendaraan menempuh jarak sekitar 60 kilometer pulang pergi setiap hari kerja. Kebutuhan ruang kabin berkapasitas lima penumpang, ground clearance yang tinggi, serta jarak tempuh baterai yang diklaim mencapai 567 kilometer untuk tipe Premium menjadi pertimbangan utama dalam memilih kendaraan ramah lingkungan ini.

Untuk urusan pengisian daya harian, penggunaan didukung oleh perangkat wall charging di rumah dengan kapasitas 7.700 VA yang memiliki tarif listrik PLN sekitar Rp1.700 per kWh. Dengan tingkat konsumsi riil harian yang berada di angka 18 kWh per 100 kilometer, biaya konsumsi listrik harian tercatat sangat terjangkau. Selain pengisian daya di rumah, pengisian juga sesekali dilakukan menggunakan fasilitas SPKLU saat melakukan perjalanan jarak jauh atau road trip.

Baca Juga: Sahkan Dua Perda, DPRD Trenggalek Perkuat Payung Hukum Perlindungan Pekerja dan Pesantren

Selama penggunaan satu tahun, total biaya operasional untuk pengisian listrik tercatat mencapai Rp8.733.249. Angka tersebut sudah mencakup pengisian di rumah menggunakan wall charging serta sebagian kecil pengisian di SPKLU luar kota. Sementara itu, untuk perawatan berkala, kendaraan telah melalui dua kali servis rutin, yakni pada kilometer 5.000 dan kilometer 20.000 yang seluruh biayanya digratiskan oleh pihak pabrikan.

Selain biaya energi dan servis rutin, terdapat beberapa pengeluaran tak terduga yang harus dikeluarkan selama masa kepemilikan. Kerusakan pertama yang dialami berkaitan dengan modul kamera 360 derajat di sisi kiri yang sempat mengalami gangguan fungsi, namun langsung diganti baru melalui klaim garansi resmi tanpa biaya. Pengguna juga harus mengganti komponen wiper kaca serta melakukan penggantian ban akibat bagian dinding luar ban mengalami kerusakan atau coel. Karakteristik kendaraan listrik dengan torsi instan membuat komponen ban memerlukan perhatian ekstra saat melewati jalanan yang kurang mulus.

Secara keseluruhan, akumulasi biaya operasional dan pemeliharaan selama satu tahun menembus angka Rp14.133.249. Jika dikalkulasikan dengan perbandingan penggunaan bahan bakar minyak pada mobil konvensional bermesin bensin menggunakan Pertamax Turbo dengan asumsi rasio 1-banding-12, penggunaan mobil listrik ini diklaim mampu memberikan pengeluaran operasional harian yang jauh lebih ekonomis secara signifikan. Berbagai kemudahan dalam fitur keselamatan aktif ADAS, kenyamanan kabin bagi keluarga, hingga kebebasan dari rasa cemas saat melakukan perjalanan jauh menjadi nilai tambah tersendiri bagi pengguna selama merawat kendaraan listrik ini dalam jangka panjang.

Editor : Nadhifatul Azmi Nur Azizah
BYD Sea Lion 7 review BYD Sea Lion 7 Raden Rauf mobil listrik suv listrik