Mitsubishi Xpander Hybrid Dibongkar, Ternyata Beda Mesin dan Konsumsi BBM

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 19:05 WIB
Mitsubishi Xpander Hybrid punya mesin 1.600 cc dan motor listrik, dengan konsumsi BBM hingga 21 km/l untuk rute luar kota (Pinterest).
Mitsubishi Xpander Hybrid punya mesin 1.600 cc dan motor listrik, dengan konsumsi BBM hingga 21 km/l untuk rute luar kota (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Mitsubishi Xpander Hybrid menjadi salah satu model yang menarik perhatian karena membawa teknologi elektrifikasi ke salah satu MPV populer Mitsubishi. Meski sekilas tampilannya sangat mirip dengan Xpander yang sudah beredar, terdapat sejumlah perbedaan penting, terutama pada sektor mesin, motor listrik, konsumsi bahan bakar, hingga beberapa detail interior.

Secara tampilan, Mitsubishi Xpander Hybrid justru terlihat sangat familiar. Desain eksteriornya disebut masih sama dengan Xpander Ultimate yang ada di Indonesia. Mulai dari bumper, T-shape headlight, DRL, hingga desain velg masih mempertahankan bentuk yang sama.

Perbedaan paling mencolok di bagian luar hanya terdapat pada penambahan emblem Hybrid Electric Vehicle (HEV) di sisi kiri dan kanan bodi serta bagian belakang. Selain itu, terdapat aksen berwarna biru yang cukup tipis pada bagian samping dan velg. Detail tersebut juga menjadi pembeda antara versi hybrid dengan Xpander bermesin bensin.

Baca Juga: Jangan Cuma Dikira Pembersih Alga, Ini 6 Fungsi Udang di Aquascape yang Jarang Diketahui

Mesin Hybrid Naik Jadi 1.600 cc

Perubahan terbesar justru berada di balik kap mesin. Xpander bermesin bensin menggunakan mesin berkode 4A91, sedangkan versi hybrid menggunakan mesin 4A92 dengan kapasitas yang meningkat menjadi 1.600 cc.

Mesin tersebut masih menggunakan konfigurasi empat silinder. Tenaga yang dihasilkan mencapai 94 horsepower dengan torsi maksimal 134 Nm. Angka tersebut memang tidak terlalu besar karena mesin menggunakan siklus Atkinson.

Namun, mesin bensin tersebut bekerja bersama motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 114 horsepower dan torsi hingga 255 Nm. Kombinasi tersebut membuat karakter torsinya menjadi salah satu hal yang menarik dari Xpander Hybrid.

Selain performa, efisiensi bahan bakar menjadi keunggulan utama yang disorot. Xpander Hybrid diklaim mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 21 kilometer per liter untuk rute luar kota.

Sementara itu, konsumsi di dalam kota mencapai 17 kilometer per liter. Jika penggunaan mencakup kombinasi rute dalam dan luar kota, konsumsi bahan bakarnya berada di angka sekitar 19 kilometer per liter.

Baca Juga: Bikin Aquarium Pond Tanpa Filter, Guppy Dipindah ke Kolam Mini dengan Tanaman Air

Interior Lebih Modern, Tetap Tanpa Sunroof

Masuk ke kabin, perbedaan Xpander Hybrid dengan versi bensin juga tidak terlalu ekstrem. Setirnya menggunakan desain yang disebut mirip dengan Mitsubishi Xforce dan sudah dilengkapi tombol cruise control. Namun, fitur yang tersedia masih berupa cruise control biasa, belum adaptive cruise control.

Panel instrumennya juga sudah menggunakan layar digital penuh sehingga tidak lagi mengandalkan jarum analog. Head unit di bagian tengah kabin juga mendukung Android Auto.

Sistem pendingin udara masih menggunakan pengaturan digital seperti pada Xpander Ultimate. Di area konsol tersedia tempat penyimpanan ponsel dan kartu, dua port USB Type-C, serta soket 12 volt.

Salah satu perubahan yang cukup terasa terdapat pada tuas transmisi. Desainnya dibuat lebih modern dan futuristis. Di sebelahnya terdapat pilihan drive mode yang berjumlah tujuh, electric parking brake, dan auto hold.

Kabin juga mendapatkan sejumlah aksen karbon, material berwarna cokelat tua, serta bagian yang menggunakan soft touch. Namun, beberapa area dashboard masih menggunakan material hard plastic. Mobil ini juga belum mendapatkan sunroof.

Baca Juga: 8 Ikan yang Cocok dengan Manfish, dari Neon Tetra hingga Pleco untuk Aquarium Community

Baris Kedua dan Ketiga Tetap Fokus pada Kepraktisan

Untuk penumpang belakang, konfigurasi kursi Xpander Hybrid masih mempertahankan susunan yang sama. Baris kedua tetap mendapatkan AC dan tambahan port pengisian daya. Bahkan, tersedia USB Type-A dan Type-C untuk penumpang belakang.

Dari sisi kenyamanan, ruang kaki baris kedua dinilai masih lega untuk pengemudi atau penumpang dengan tinggi 164 cm. Posisi duduk juga memberikan dukungan paha yang cukup baik. Sandaran kursi dapat direbahkan sehingga penumpang bisa mendapatkan posisi duduk lebih santai.

Meski demikian, ruang di bawah jok depan untuk kaki tidak terlalu luas sehingga posisi selonjoran tetap terbatas.

Sementara itu, baris ketiga mendapatkan soket 12 volt di sisi kanan, tempat penyimpanan ponsel, serta cup holder. Kursinya juga dapat direbahkan atau reclining sehingga penumpang masih bisa mendapatkan posisi duduk yang lebih nyaman saat perjalanan.

Untuk bagasi, tidak terdapat perubahan kapasitas. Pintu bagasi masih menggunakan sistem hidrolik dan belum dilengkapi power back door. Kursi baris ketiga juga dapat dilipat dengan konfigurasi 50:50 hingga menghasilkan permukaan yang rata dengan lantai.

Dengan demikian, Mitsubishi Xpander Hybrid lebih banyak menawarkan perubahan pada sektor teknologi penggerak dibandingkan desain. Eksterior dan konfigurasi kabinnya masih sangat dekat dengan Xpander yang sudah dikenal, tetapi penggunaan mesin 1.600 cc Atkinson dan motor listrik menjadi pembeda utama, terutama dari sisi efisiensi bahan bakar.

Baca Juga: 30 Ikan Aquarium Air Tawar Populer, dari Betta hingga Arowana untuk Penghobi

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Mitsubishi mitsubishi xpander Mitsubishi Xpander Hybrid mobil hybrid MPV Hybrid