Suzuki Ertiga Hybrid Diuji di Tanjakan 24 Derajat, Bawa 6 Orang Tetap Berhasil Menanjak

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 19:23 WIB
Suzuki Ertiga Hybrid diuji di tanjakan 24 derajat dengan enam orang dan hampir 500 kg beban. Sistem hybrid membantu tenaga di putaran bawah (Pinterest).
Suzuki Ertiga Hybrid diuji di tanjakan 24 derajat dengan enam orang dan hampir 500 kg beban. Sistem hybrid membantu tenaga di putaran bawah (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Suzuki Ertiga Hybrid mendapat ujian berat saat digunakan menaklukkan tanjakan Krakalan yang memiliki kemiringan hingga 24 derajat. Bukan sekadar melewati tanjakan pendek, mobil tersebut diuji pada jalur menanjak yang panjang dengan membawa enam orang dan barang bawaan dengan total beban hampir 500 kilogram.

Pengujian tersebut dilakukan untuk melihat kemampuan Suzuki Ertiga Hybrid menghadapi kondisi ekstrem. Tanjakan Krakalan disebut memiliki beberapa bagian dengan tingkat kemiringan berbeda, mulai dari 19, 21 hingga titik paling berat yang mencapai 24 derajat.

Kondisi pengujian semakin menantang karena lokasi berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Pada ketinggian tersebut, jumlah oksigen lebih sedikit sehingga proses pembakaran mesin menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi kendaraan.

Sebelum melakukan pendakian, bobot penumpang dihitung. Mobil diisi enam orang dengan tambahan barang berupa tas kamera, koper, dan perlengkapan lainnya. Total beban yang dibawa disebut mencapai hampir 500 kilogram bahkan lebih.

Baca Juga: 5 Ikan Centerpiece untuk Aquarium Kecil, Cocok untuk Tank 20 hingga 29 Galon

Suzuki Ertiga Hybrid Andalkan Mesin 1.500 cc

Salah satu keunggulan yang disorot dari Suzuki Ertiga Hybrid adalah sistem penggeraknya. Mobil ini menggunakan mesin K15B berkapasitas 1.462 cc.

Mesin tersebut menghasilkan tenaga 14,7 PS dan torsi 138 Nm. Mesin konvensional tersebut kemudian dipadukan dengan sistem hybrid yang menggunakan baterai lithium-ion.

Salah satu hal yang menarik adalah transmisi yang masih menggunakan otomatis atau AT. Dalam pengujian, transmisi otomatis tersebut dianggap memberikan keuntungan dari sisi kemudahan penggunaan dan perawatan.

Suzuki Ertiga Hybrid juga dilengkapi fitur Hill Hold Control yang membantu ketika kendaraan berhenti di tanjakan. Fitur tersebut menjadi salah satu perangkat yang dianggap penting ketika mobil harus menghadapi jalur dengan kemiringan ekstrem.

Selain kemampuan menanjak, sistem hybrid juga memberikan peran pada putaran bawah. Motor listrik membantu memberikan dorongan ketika mobil mulai bergerak sehingga kerja mesin bensin dapat menjadi lebih ringan.

Baca Juga: 8 Ikan yang Cocok dengan Manfish, dari Neon Tetra hingga Pleco untuk Aquarium Community

Tanjakan 24 Derajat Berhasil Dilalui

Ketika pengujian dimulai, pengemudi terlebih dahulu membawa mobil dari bagian bawah tanjakan. Strategi yang digunakan adalah menjaga putaran mesin agar tetap memiliki tenaga ketika menghadapi tanjakan panjang.

Tanjakan tersebut tidak hanya curam, tetapi juga memiliki panjang sekitar satu hingga dua kilometer. Kondisi ini membuat kendaraan membutuhkan tenaga secara terus-menerus.

Pada bagian paling berat, kemiringan jalan mencapai 24 derajat. Meski membawa enam orang dan barang dengan bobot total hampir 500 kilogram, Suzuki Ertiga Hybrid akhirnya berhasil mencapai bagian atas tanjakan.

Pengujian tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana sistem hybrid bekerja ketika kendaraan membutuhkan tenaga pada putaran bawah. Motor listrik dapat memberikan bantuan saat akselerasi sehingga mobil tidak sepenuhnya mengandalkan mesin bensin.

Sistem hybrid juga memiliki fungsi lain ketika mobil digunakan di jalan perkotaan. Saat kendaraan mengalami kondisi stop and go, misalnya ketika terjebak kemacetan atau berhenti di lampu merah, mesin dapat dimatikan dan sistem elektrik tetap bekerja.

Hal tersebut membuat penggunaan energi menjadi lebih efisien. Ketika mobil melakukan deselerasi atau melepas pedal gas saat turunan, sistem juga dapat melakukan pengisian kembali baterai.

Keuntungan lain yang dirasakan adalah sistem pendingin udara. Saat mesin bensin berhenti dalam kondisi tertentu, sistem hybrid tetap memungkinkan AC bekerja sehingga kabin tetap mendapatkan pendinginan.

Baca Juga: Mitsubishi Xpander Hybrid Dibongkar, Ternyata Beda Mesin dan Konsumsi BBM 

Tampilan Baru dengan Nuansa Lebih Gagah

Selain kemampuan mesin, mobil yang digunakan dalam pengujian juga mendapatkan sejumlah perubahan tampilan. Bagian grille depan kini menggunakan warna hitam yang membuat wajah kendaraan terlihat lebih gagah.

Spion juga menggunakan warna hitam dan tersedia pilihan warna bodi baru dengan nuansa seperti warna gurun atau savana. Pelek turut mengalami perubahan desain dengan warna yang tidak sepenuhnya hitam.

Interiornya menggunakan kombinasi warna grey-black. Aksen yang sebelumnya menggunakan tampilan karbon juga diganti menjadi piano black sehingga memberikan kesan lebih natural dan tidak terlalu sporty.

Pada bagian instrumen, terdapat aksen biru yang menjadi salah satu penanda sistem hybrid. Kabin tetap mempertahankan sejumlah fitur seperti cruise control, sensor, traction control, hingga ruang belakang yang cukup luas.

Dengan keberhasilan melewati tanjakan hingga 24 derajat dalam kondisi membawa enam orang dan barang, Suzuki Ertiga Hybrid menunjukkan bahwa teknologi hybrid tidak hanya ditujukan untuk mengejar efisiensi bahan bakar.

Sistem motor listrik juga memberikan kontribusi terhadap tenaga di putaran bawah, sementara fitur seperti Hill Hold Control membantu pengemudi ketika menghadapi tanjakan. Hasil pengujian tersebut menjadi gambaran kemampuan Suzuki Ertiga Hybrid ketika harus menghadapi jalur panjang dan curam di dataran tinggi.

Baca Juga: Mitsubishi Xpander Dapat Wajah Baru dan Fitur Canggih, Harga Naik Jadi Segini

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Tanjakan Krakalan suzuki suzuki ertiga Suzuki Ertiga Hybrid mobil hybrid